• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur DiplomasiArtikel

2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi

Bisnis2026-09-08 04:59:5847841

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menanggapi kabar dua orang WNI berinisial AE dan S disandera dan dimintai tebusan sebesar Rp 200 juta di Myanmar. Dave meminta pemerintah mengoptimalkan seluruh jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dua WNI tersebut.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan penyanderaan dua warga negara Indonesia di Myanmar. Keselamatan setiap WNI di luar negeri merupakan prioritas yang harus terus dijaga, sehingga pemerintah perlu memastikan seluruh langkah perlindungan dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi," kata Dave kepada wartawan, Minggu .

Dave mengapresiasi langkah awal Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon yang telah menelusuri informasi, berkomunikasi dengan keluarga korban, serta berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dia mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam melakukan upaya pembebasan.

"Mengingat situasi di wilayah tersebut cukup kompleks, upaya pembebasan tentu memerlukan kehati-hatian, koordinasi yang intensif, dan pendekatan diplomatik yang tepat agar proses penanganan dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan penyelesaian yang terbaik," ujarnya.

Politisi Golkar ini juga mendorong pemerintah memperkuat koordinasi dengan otoritas Myanmar, negara-negara terkait, hingga mitra internasional jika diperlukan. Selain itu, dia meminta komunikasi dengan keluarga korban tetap dijaga agar mereka memperoleh informasi secara berkala.

"Komisi I DPR RI mendorong pemerintah mengoptimalkan seluruh jalur diplomasi dan pelindungan WNI, termasuk memperkuat koordinasi dengan otoritas Myanmar, negara-negara terkait, serta mitra internasional apabila diperlukan," paparnya.

"Di saat yang sama, komunikasi dengan keluarga korban juga perlu dijaga agar mereka memperoleh informasi secara berkala dan tetap mendapatkan pendampingan selama proses berlangsung," sambungnya.

Dave menilai kasus tersebut juga menjadi pengingat jika kejahatan lintas negara masih jadi tantangan. Dave lantas meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan.

"Selain mengupayakan pembebasan kedua WNI, upaya pencegahan perlu terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat, pengawasan terhadap praktik perekrutan tenaga kerja nonprosedural, serta penguatan kerja sama antarlembaga dan dengan mitra internasional dalam melindungi WNI di luar negeri," tuturnya.

"Kami berharap kedua WNI tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dipulangkan ke tanah air," imbuh dia.

Sebelumnya, dua orang WNI inisial AE dan S disandera dan dimintai tebusan sebesar Rp 200 juta. Kementerian Luar Negeri RI mengirim nota diplomatik ke Myanmar untuk menelusuri kasus tersebut.

"Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan dua WNI berinisial AE dan S di Myanmar dengan tuntutan tebusan sebesar Rp 200 juta," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri , Yvonne Mewengkang, saat dihubungi, Jumat .

"Segera setelah menerima laporan pada 15 Juli 2026, KBRI Yangon melakukan penelusuran awal, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga dan berbagai sumber informasi di lapangan," sambungnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, KBRI Yangon telah menerima indikasi lokasi keberadaan kedua WNI yang disandera tersebut. Kemudian KBRI juga mengirim nota diplomatik untuk meminta otoritas setempat membantu penelusuran 2 WNI tersebut.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/246d799746.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Bio Farma Luncurkan Vaksin Demam Tifoid, Bisa Diberikan Mulai Usia 6 Bulan

  • Jual Lotion dan Kosmetik Ilegal, Sejoli di Malang Diringkus Polisi

  • 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen

  • Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif

  • Plt Gubri Nilai Obligasi Daerah Alternatif Pembiayaan yang Aman dan Sah

  • Pria Asal Madiun Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Begini Kronologinya

  • Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia

  • Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari

Artikel Populer

  • 1Eks Dirjen Pajak Kritik Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bogor
  • 25 Destinasi Wisata di Jakarta yang Lagi Hits untuk Liburan Keluarga
  • 3Skandal Kecurangan Tes CPNS Guncang Thailand, Ribuan PNS Terlibat
  • 4PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
  • 5Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • 6Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
  • 7Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
  • 8Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran
  • 9Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
  • 10Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
  • 11Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
  • 12Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Tag Populer

  • Olahraga
  • Otomotif
  • Berita
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Pendidikan

Populer Situs

Rasa Group Bidik Timur Tengah hingga AS, Andalkan Ekspor Brand Kuliner Indonesia

Diduga Cabuli 32 Murid SD, Kakek Pemilik Warung di Makassar Ditangkap

Viral Stadion Pakansari Penuh Asap dan Bising Knalpot, Ini Penyebabnya

Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK

Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang

Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU

Meski Kalah di Final Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Siapkan Hari Libur Khusus

Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik

Artikel Populer

  • 1Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong
  • 2Komisi IX DPR Siapkan Panja Tata Kelola MBG, Fokus Benahi Roadmap
  • 3Kortas Tipikor Sita Aset Rp 14,4 M di Kasus Korupsi Modal Proyek Batu Bara
  • 4BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
  • 5Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
  • 6Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
  • 7Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
  • 8Diperiksa Kejagung, Febrie Adriansyah Tersangka Kasus ASABRI Tak Ditahan
  • 9Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak
  • 10Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Wisata
    • Pendidikan
    ×