• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorongArtikel

Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong

Wisata2026-09-08 05:00:332

Tiga pekerja tewas dalam kecelakaan kerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Salah satu korban merupakan warga negara asing sempat berteriak meminta pertolongan.

Dirangkum detikcom, Sabtu , peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis . Petugas pemadam kebakaran menerima permohonan evakuasi korban pukul 09.49 WIB. Proses evakuasi selesai pukul 11.55 WIB.

"Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas aman," Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Abdul Wahid.

Damkar mengatakan mulanya ada 1 orang pekerja yang tak sadarkan diri saat masuk ke gorong-gorong. Rekan kerja lainnya ingin membantu, celaka keduanya justru mengalami hal serupa hingga dilaporkan meninggal dunia.

"Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk 1 orang pingsan lagi. Jumlah korban 3 orang meninggal," jelas Wahid.

Korban 1 WNA, 2 WNA

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing . Pramono mengatakan ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat .

"Dari tiga orang itu satu WNA, jadi dua warga kita," ungkapnya.

Ia menegaskan insiden tersebut terjadi saat subkontraktor sedang menjalankan pekerjaan. Pramono menjelaskan peristiwa itu tak berlangsung di lingkungan operasional PAM Jaya.

"Dan itu terjadi bukan di PAM Jaya-nya, tetapi ini terjadi di subkontraktornya. Sehingga ketika terjadi, subkontraktor sedang bekerja," jelasnya.

Korban WNA Panik Rekannya Tewas

Saksi mata bernama Febri mengungkap dua korban awalnya masuk ke dalam gorong-gorong secara bergantian untuk menolong rekannya yang lebih dulu masuk dan tak sadarkan diri.

Febri mengungkapkan korban pertama masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan. Namun, setelah beberapa saat, korban tak lagi merespons panggilan dari rekan-rekannya di atas.

"Kan satu orang masuk. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temennya ikut masuk, masuk mau menolong," kata Ferdi saat ditemui di lokasi, Sabtu .

Korban WNA Sempat Teriak Tolong

Menurut Ferdi, WNA yang diduga merupakan mandor proyek itu kemudian memanggil rekannya dari atas gorong-gorong. Karena tak mendapat jawaban, WNA tersebut tampak panik dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

"Dia berteriak-teriak di sini. Orang sini juga bingung karena bahasanya kan orang sini pada nggak tahu. 'Itu kenapa? Itu kenapa?' begitu," ujarnya.

Ferdi mengatakan warga sempat memperingatkan WNA tersebut agar tidak ikut turun ke dalam gorong-gorong. Namun, karena merasa bertanggung jawab terhadap anak buahnya, korban tetap nekat masuk.

"Sudah dibilang, 'Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.' Tapi dia tetap nekat. Mungkin mikirnya dia penanggung jawab, mandor," tuturnya.

Tak lama setelah masuk ke dalam gorong-gorong, WNA itu sempat berteriak sekali sebelum akhirnya tak lagi terdengar suaranya. "Sampai berteriak sekali di dalam, terus nggak ada suara lagi. Habis itu diam," ungkapnya.

Tak berselang lama, seorang pekerja lain juga berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam gorong-gorong. Namun korban ketiga itu juga akhirnya tak sadarkan diri.

Warga Cium Bau Menyengat

Jauh sebelum insiden terjadi, Ferdi mengaku pernah membantu pekerja membuka penutup gorong-gorong. Setelah itu, gorong-gorong dibiarkan dalam keadaan terbuka selama beberapa jam.

" yang pertama mah pintar dia. Dibuka dulu, saya juga ikut membantu buka lubangnya di sana. Ada kali dibuka itu tiga jam. Saya tanya, 'Memang kenapa kok nggak masuk?' Dia bilang, 'Belum, mandor juga belum datang. Gasnya biar keluar dulu, Mas'," kata Ferdi.

Rasa penasaran membuat Ferdi ikut mendekat ke lubang gorong-gorong. Saat itu, ia mengaku mencium bau menyengat diduga gas berbahaya dari dalam.

"Saya tanya, 'Memang bergas, Bang?' Dia bilang, 'Bergas.' Saya juga sempat periksa, oh iya ya, baunya menyengat," ujarnya.

Ferdi mengatakan pekerja yang datang saat pemeriksaan sebelumnya memahami adanya potensi gas berbahaya di dalam gorong-gorong. Karena itu, mereka memilih menunggu sebelum mulai bekerja.

PAM Jaya Layangkan SP ke Mitra

PT PAM Jaya akan melayangkan surat peringatan kepada mitranya, PT Moya Indonesia, buntut insiden tersebut. Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi menegaskan PAM Jaya juga meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

"Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi," kata Prasetyo Edi dalam keterangan tertulis, Sabtu .

"Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," lanjutnya.

Prasetyo juga mengatakan PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Selain itu, PAM Jaya menginstruksikan PT Moya Indonesia menyelesaikan seluruh tanggung jawab kepada para korban dan keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan PAM Jaya tidak hanya menunggu hasil investigasi dari PT Moya Indonesia. Perseroan daerah itu juga akan mengambil langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama kedua perusahaan.

"PAM Jaya akan memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.

Bakal Evaluasi

Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menyusul insiden tersebut. Perusahaan menjelaskan proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih untuk mendukung peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.

"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," demikian pernyataan PT Moya Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/833b799159.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Menakar Kemenangan Narasi dalam Konflik Iran-Amerika Serikat

  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk

  • Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia

  • Nagita Slavina Cari Talenta Muda Berbakat dari Cabor Basket

  • Kunci Sukses Timnas Voli Putra Bungkam Kamboja 3-0 di SEA V Cup 2026

  • Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Diduga Bunuh Diri

  • Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

  • Harta Benda Ludes dalam Kebakaran Bekasi, "Saya Hanya Sempat Selamatkan Anak-anak..."

Artikel Populer

  • 1Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo
  • 2Cara Menyimpan Kentang Agar Tidak Cepat Rusak dan Awet Berbulan-bulan
  • 3Pansus DPR Serap Aspirasi Pemprov Maluku soal RUU Daerah Kepulauan
  • 4Risiko Makan Telur Setengah Matang, Awas Ada Diare!
  • 5Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat
  • 6Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global
  • 7775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido
  • 8Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di White Rabbit Jaksel Terkait Narkoba
  • 9Pelatihan Guru hingga Renovasi Sekolah, Alazka Care Genjot Pemerataan Pendidikan
  • 10Serangan AS ke Iran Masuki Hari ke-9, Hormuz Terus Memanas
  • 11Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu
  • 12775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido

Tag Populer

  • Wisata
  • Berita
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Kesehatan

Populer Situs

Pria di Bantul Serahkan Dollar AS untuk Digandakan, Tertipu Rp100 juta

Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku

Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam

Inggris Vs Argentina, Melihat Lagi Gol "Tangan Tuhan" Maradona di Piala Dunia 1986

[POPULER OTOMOTIF] Komparasi Motor Listrik VinFast dan Polytron Fox 350, Bocoran Innova Zenix

Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil

Napi Lapas Banyuwangi Pesan Sabu, Janjikan Rp 500.000 ke Pengantar

Besok, Prabowo Akan Resmikan "Groundbreaking" Proyek Blok Masela

Artikel Populer

  • 112 Contoh Jawaban Cara Menerapkan Inspirasi untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi PMM
  • 2Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
  • 3Diduga Cabuli 32 Murid SD, Kakek Pemilik Warung di Makassar Ditangkap
  • 4Sinyal Kebangkitan IHSG, Investor Ritel Diminta Jangan Asal Borong Saham
  • 5Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
  • 6Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan di Ajang GSPI ASRI 2026
  • 7INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak
  • 8HUT Ke-344 Bandar Lampung, Sekjen Kemendagri Ajak Perkuat Ekonomi Daerah
  • 9Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki
  • 10Senangnya Aira Bocah SD Pekanbaru Dapat Merchandise Bibit Pohon di RBR 2026

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Berita
    • Kesehatan
    ×