• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid BaruArtikel

Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

Olahraga2026-09-08 05:02:4955

SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harus menghadapi stigma negatif sebagai sekolah "kampung sosial" dari masyarakat hingga berimbas pada kekurangan murid setiap tahun ajaran baru.

Penyematan stigma negatif ini berawal dari murid yang bersekolah di SD tersebut berasal dari sejumlah keluarga yang dulunya menempati bantaran Kali Gelis dan kini direlokasi di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Selain disebut sekolah "kampung sosial", beberapa siswa diduga mengamen di jalan setelah pulang sekolah.

Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, mengkonfirmasi adanya guru yang memergoki anak mengamen di jalan yang diduga siswa dari sekolah yang ia pimpin.

"Memang ya kita sendiri di jalan, bapak-ibu guru ketemu lah itu dihampiri langsung ada yang lari. Iya (murid sini) ada yang seperti itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026).

Dia mengungkapkan, terdapat murid yang protes saat pembelajaran di siang hari dan ingin segera pulang tanpa alasan yang jelas.

"Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," ungkap Hadi, menirukan percakapan guru dan murid di kelas.

Sekolah hadapi tekanan stigma negatif menahun

Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.

Dampak penyematan stigma negatif tersebut, SD 5 Hadipolo selalu kekurangan murid setiap penerimaan peserta didik baru.

Pada tahun ajaran 2026/2027 hanya mendapatkan 3 murid baru, total kini terdapat 29 siswa yang terbagi 6 kelas.

Hadi yang mengaku baru memimpin SD 5 Hadipolo kurang lebih 2 bulan bertekad untuk menekan stigma negatif dengan harapan sekolah tersebut diminati masyarakat setempat.

"Kita nanti akan membangun citra sekolah yang baik ya, nantinya InsyaAllah nanti kita akan membuat program-program yang bisa meningkatkan citra sekolah," katanya.

Dinsos janjikan pemenuhan hak dasar anak

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2Kb) Kudus, Putut Winarno, mengatakan dari hasil koordinasi singkat dengan pihak sekolah hanya terdapat 2 murid yang sering kali protes saat jam pelajaran berlangsung hingga siang.

"Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan asesmen dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno, usai koordinasi dengan Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026) siang.

Winarno menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hadipolo untuk melakukan asesmen terhadap keluarga anak yang diduga mengemis di jalan dan tidak tidak ingin mengarah ke ekploitasi anak sebelum data tersebut objektif.

Dia juga berjanji, apabila anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemerintah akan melakukan pendampingan intervensi sosial supaya hak dasar pendidikan anak terpenuhi.

"Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/497c699496.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Memaki dan "Berdoa"

  • Pakar Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa

  • 3 Perwira Senior dan 5 Insinyur Kementerian Pertahanan Irak Diduga Korupsi Proyek Rp 1,28 Triliun

  • Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?

  • Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?

  • Pakar Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa

  • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk

  • Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana

Artikel Populer

  • 1Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • 2Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset
  • 3Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
  • 4Mahalnya Piala Dunia 2026, Biaya Parkir Tembus Rp 12 Jutaan
  • 5Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget
  • 6Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap
  • 7Jaga Sinergitas, Kapolres dan Dandim Jaksel Serap Aspirasi Warga
  • 8DKI Mulai Tutup 2 Zona Aktif Bantargebang, Open Dumping Dihentikan Bertahap
  • 9Link Nonton Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol, Kick-off Pukul 02.00 WIB
  • 10Israel Ikut Cegat Rudal Iran yang Mengarah ke Yordania
  • 11Pilu ABG Tewas Saat Rayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia
  • 12Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Wisata
  • Teknologi
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Otomotif

Populer Situs

Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

2 Jambret Bersajam Sasar Lansia di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Ditangkap

Mendes Tegaskan Pendapatan KDKMP Akan Dikembalikan 80% buat Warga Desa

Update Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Norwegia Naik Paling Drastis

Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi

Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah

Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm Imbas Kemarau

14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

Artikel Populer

  • 12 WN Vietnam Dideportasi gegara Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
  • 2Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
  • 3Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi
  • 4Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi, Diklaim Kurangi Dampak ke Permukiman
  • 5Ketegangan Memuncak, Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS di Saudi
  • 6Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
  • 710 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2026, Ada dari Indonesia?
  • 8Kasus Teror Tetangga di Depok Diduga Berawal dari Perselisihan Sejak 2024
  • 97 Fakta Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Dendam Pola Asuh Keras Sejak Kecil
  • 10Motor Mahasiswa dengan Ciri Ini Jadi Incaran Curanmor di Tangsel

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    ×