• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Otomotif›Isu Palestina dan Kekalahan ArgentinaArtikel

Isu Palestina dan Kekalahan Argentina

Otomotif2026-09-08 04:59:3349482

Begitulah akhir perjalanan Lionel Messi bersama Tim Tango di final Piala Dunia. Saat peluit panjang berbunyi mengakhiri pertandingan, ia pun lesu. Kealanya tertunduk, matanya basah. Di papan skor terpampang hasil yang menyakitkan: Spanyol menang tipis: 1-0

Bagi Messi, kekalahan itu bukan sekadar gagalnya mempertahankan gelar juara dunia. Di usia 39 tahun, final itu terasa seperti panggung terakhir di Piala Dunia.

Empat tahun lagi, usia mungkin akan menjadi lawan yang lebih sulit ditaklukkan daripada sebelas pemain di lapangan. Namun, sebelum pertandingan dimulai, media sosial sudah lebih dulu memainkan "pertandingannya" sendiri.

Hal itu bermula ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya kepada Argentina. Linimasa pun gegap gempita. Sebagian warganet langsung mengaitkannya dengan sikap pemerintah Spanyol yang selama ini lebih vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menunjukkan dukungan kepada Palestina.

Meme bermunculan. Sindiran bertebaran. Teori-teori jenaka diproduksi tanpa henti. Bahkan, sebagian pendukung Argentina buru-buru menegaskan bahwa dukungan Netanyahu tidak mewakili sikap rakyat Argentina yang banyak juga mengecam tragedi kemanusiaan di Gaza.

Benar atau tidak, begitulah cara media sosial bekerja. Di sana, fakta sering kali bertemu imajinasi. Lalu lahirlah apa yang oleh orang Jawa disebut ilmu gotak-gatuk, apa pun dicocok-cocokkan agar tampak saling berkaitan.

Sebelumnya, fenomena serupa muncul menjelang semifinal. Ketika mantan Presiden Joko Widodo mengaku mendukung Prancis di semifinal, tapi kemudian justru tersingkir oleh Inggris.

Cocokologi pun berkembang. Ada yang berseloroh bahwa nasib Partai Solidaritas Indonesia pada Pemilu 2029 akan mengikuti jejak Prancis karena sama-sama "didukung Jokowi".

Tentu saja semua itu hanya guyonan. Tetapi guyonan di media sosial sering kali dianggap lebih menarik daripada kenyataan. Padahal, ada kisah lain yang jauh lebih indah daripada semua teori tersebut.

Sembilan belas tahun lalu, Barcelona bersama UNICEF menggelar pemotretan amal. Mega Bintang Barca, Lionel Messi diminta menggendong sekaligus memandikan seorang bayi berusia enam bulan. Tak seorang pun saat itu menyangka bayi mungil itu kelak akan berdiri di hadapannya pada final Piala Dunia. Bayi itu bernama Lamine Yamal.

Adegan tersebut lama terlupakan. Bertahun-tahun kemudian, ketika Yamal menjelma menjadi salah satu talenta terbaik dunia, adegan dalam selembar potret itu kembali viral. Kebetulan atau takdir? Senin dinihari tadi, yang dulu memandikan dan dimandikan akhirnya saling berhadapan dalam laga terbesar di dunia sepak bola.

Ketika pertandingan usai, Yamal tidak larut dalam pesta kemenangan. Ia justru menghampiri Messi. Keduanya berpelukan cukup lama. Bagi saya, momen itu jauh lebih bermakna daripada semua teori gotak-gatuk yang memenuhi linimasa. Netanyahu boleh mendukung siapa pun. Jokowi boleh menjagokan tim mana pun. Warganet bebas membuat ribuan teori dan cocokologi.

Tetapi sepak bola selalu memiliki cara untuk mengingatkan kita bahwa pertandingan terbesar sesungguhnya bukan tentang siapa mendukung siapa. Melainkan tentang bagaimana seorang manusia tetap menghormati manusia lainnya-bahkan ketika berdiri di sisi yang berlawanan.

Simak juga Video 'Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Fansnya Rusuh di Buenos Aires':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/692b699301.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • BAIC T1 Diklaim Sudah Kantongi 50 Pesanan

  • 5 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026

  • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi

  • Cek Perbedaan Aplikasi Cek Bansos dan Perlinsos Digital, Termasuk Cara Daftarnya

  • Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan

  • Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung

  • Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar

  • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia

Artikel Populer

  • 1Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
  • 2Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
  • 3Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung
  • 4BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  • 5Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
  • 6Paradoks Akreditasi Kampus di Era Disrupsi
  • 7APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM
  • 8Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
  • 9Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Bali Ditangkap di Soetta!
  • 10Ini Jadwal Pengiriman Motor Listrik VinFast di Indonesia
  • 11Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, Minta Tinggalkan Warisan Kinerja bagi Kemajuan Jakarta
  • 12Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Tag Populer

  • Wisata
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Berita
  • Hiburan

Populer Situs

Divonis Penjara 10-13 Tahun, 3 Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Pikir-pikir Ajukan Banding

El Nino Justru Untungkan Petani Tembakau Wonogiri, Modal Rp 5 Juta Berpeluang Raup Omzet Rp 12 Juta

Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju

Siap-siap! Masyarakat Indonesia Berkesempatan Lihat dan Jajal Perdana E-Motorcycle VinFast

Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi

Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol

Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap

Pigai Usul RUU Masyarakat Adat Tidak Dibenturkan dengan UU Kehutanan

Artikel Populer

  • 1Zohran Mamdani Jajaki Potensi Penangkapan Netanyahu di Sidang Umum PBB
  • 2Material Rendah Emisi Mulai Jadi Pilihan untuk Ruang Bermain Anak
  • 3Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
  • 4Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
  • 5Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
  • 6Ajak Lulusan STIP Jakarta Jadi Guardians of Environtmen, Mendikti Bekali 4 Karakter
  • 7Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja
  • 8Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
  • 9Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
  • 10Kenapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan? Kejagung: Kan Baru Dipanggil Sekarang

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Wisata
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Bisnis
    ×