• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Otomotif›Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari SenjataArtikel

Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata

Otomotif2026-09-08 04:59:4751

Industri pertahanan Korea Selatan sempat terpukul oleh keputusan pemerintah Kanada yang memilih desain kapal selam buatan Jerman untuk generasi kapal selam berikutnya. Namun, mereka bergerak cepat untuk kembali merebut pangsa pasar dari belanja pertahanan global yang terus meningkat.

Korea Selatan sudah lama mempertahankan sektor pertahanan yang kuat, sebagai upaya melindungi negara dari rezim yang agresif dan sulit diprediksi di perbatasannya dengan Korea Utara.

Namun, dalam satu dekade terakhir, pemerintahan yang silih berganti di Seoul juga makin gencar mengembangkan pasar ekspor.

Strategi itu terbukti membuahkan hasil sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

"Korea Selatan berada dalam situasi politik dan geopolitik yang unik karena keberadaan Korea Utara dan ketergantungan besar kami pada kehadiran militer Amerika Serikat untuk keamanan," kata Park Saing-in, ekonom di Seoul National University.

"Namun, pemerintah terus berusaha lebih mandiri dalam menyediakan perlengkapan bagi angkatan bersenjata kami, dengan menggelontorkan dana besar untuk riset dan pengembangan di perusahaan-perusahaan pertahanan, sehingga mereka bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain," katanya kepada DW.

Peralatan kelas atas tetap dibeli dari Amerika Serikat , seperti jet tempur siluman F-35 Lightning II. Namun, produsen senjata Korea Selatan sudah semakin mahir memproduksi sistem senjata dan perlengkapan kelas menengah yang bisa dikirim cepat ke pembeli dengan biaya relatif rendah, karena lini produksinya sudah lebih dulu tersedia.

Rudal permukaan-ke-udara jarak menengah Cheongung-II, misalnya, dirancang untuk mencegat rudal balistik dan pesawat pada jarak hingga 40 kilometer. Mirip dengan Patriot buatan AS, Korea Selatan menjual 10 baterai sistem ini ke Uni Emirat Arab pada 2022, dan sistem tersebut menarik perhatian analis pertahanan setelah mencatat tingkat keberhasilan intersepsi 96% dalam serangan rudal awal di konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.

Setiap unit pencegat diperkirakan berharga 1,1 juta dolar AS , jauh lebih murah dibanding pencegat Patriot yang harganya bisa mencapai beberapa juta dolar per unit. Produsennya pun bisa mengirim sistem lengkap dalam waktu sekitar satu tahun, sementara waktu pengiriman baterai Patriot minimal empat tahun.

Alhasil, dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan menjelma jadi salah satu negara pengekspor senjata terbesar di dunia. Pada 2025, ekspor senjatanya mencapai 15,4 miliar dolar AS , menurut Seoul Economic Daily yang mengutip data Defense Acquisition Program Administration . Ekspor sempat mencapai puncaknya di angka 17,3 miliar dolar AS pada 2022.

Perusahaan-perusahaan Korea Selatan juga memperluas jenis produk yang mereka tawarkan. Dulu, negara ini mengandalkan warisan industri perkapalannya untuk memproduksi kapal perang, ditambah sistem artileri dan pesawat. Kini bidang itu meluas ke kendaraan lapis baja, rudal, dan sistem pertahanan udara.

Negara-negara Eropa, yang terguncang oleh agresi Rusia terhadap Ukraina dan melemah akibat bertahun-tahun kurang berinvestasi di sektor pertahanan, menjadi pasar utama.

Polandia menjadi pembeli terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menyumbang lebih dari 40% total ekspor Korea Selatan. Warsawa memesan 364 unit howitzer self-propelled K9 Thunder kaliber 155mm yang dimodifikasi, serta 360 unit tank tempur utama K2 Black Panther, yang diakui sebagai salah satu tank paling mumpuni di dunia.

Polandia juga membeli peluncur roket berganda K239 Chunmoo, 48 unit pesawat tempur dan latih ringan FA-50, serta 1.266 unit kendaraan tempur penggerak empat roda "Legwan".

Perombakan besar-besaran alutsista Polandia ini memungkinkan Warsawa menyerahkan peralatan lama era Soviet miliknya ke Ukraina.

Di belahan Eropa lain, Finlandia, Estonia, Norwegia, dan Rumania sama-sama membeli howitzer K9, sementara kesepakatan untuk tank K2 dan kendaraan tempur infanteri Redback juga diharapkan menyusul. Kendaraan tempur infanteri itu pun dibeli oleh Angkatan Darat Australia lewat kesepakatan senilai 2,4 miliar dolar Australia .

Selain UEA, Arab Saudi telah membeli sistem pertahanan rudal Cheongung-II, dan Irak diperkirakan akan mengikuti jejaknya. Vietnam dan Filipina tengah berunding soal kapal patroli militer dan pesawat FA-50. Peru sudah menandatangani kesepakatan dengan Hyundai Heavy Industries untuk proyek angkatan laut, dan tengah membahas pembelian tank K2 serta kendaraan lapis baja K808.

Pada Mei lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menghadiri seremoni peluncuran perdana jet tempur KF-21 buatan dalam negeri, proyek yang juga melibatkan Indonesia dan diharapkan akan dibeli Indonesia dalam jumlah tertentu.

"Kekuatan perusahaan senjata Korea Selatan terletak pada kemampuan mereka memproduksi perlengkapan berkualitas tinggi, dengan waktu pengerjaan singkat, dan harga yang relatif murah," kata Park.

"Dan itu penting bagi perekonomian secara keseluruhan, karena Korea Selatan sudah lama terlalu bergantung pada enam atau tujuh sektor saja," katanya. "Meski Korea Selatan masih kuat di semikonduktor, mobil, dan kapal, tapi kami sudah kehilangan sektor-sektor lain, seperti bahan kimia, ke tangan Cina."

Chun In-bum, jenderal purnawirawan Angkatan Darat Korea Selatan yang kini menjadi peneliti senior di National Institute for Deterrence Studies, mengatakan perusahaan-perusahaan Korea Selatan sebelumnya sudah terbukti sukses mengenali dan menyempurnakan produk rumah tangga seperti televisi, lalu menjualnya dengan harga lebih murah dibanding pesaing asing.

Ia menekankan bahwa hal serupa kini terjadi di sektor peralatan militer.

"Kami adalah negara manufaktur yang kuat, terbuka terhadap teknologi asing, dan pandai mengejar ketertinggalan dari negara lain," katanya, seraya menambahkan bahwa upaya ini menjadi semacam keharusan nasional mengingat ancaman yang ditimbulkan Korea Utara.

Tidak semua sistem senjata buatan dalam negeri berhasil. Chun menyoroti kekurangan pada helikopter buatan Korea Selatan. Meski begitu, negara-negara asing dengan cepat mengenali sistem senjata mana yang bisa memberi mereka keunggulan di medan perang, dan langsung membelinya dalam jumlah signifikan.

"Mungkin bukan yang terbaik di dunia, tapi tersedia dengan cepat, terbukti berfungsi, harganya bersaing, dan biasanya sudah termasuk paket perawatan sistem ke depannya," katanya. "Bagi negara yang butuh sesuatu segera, itu semua sangat menarik."

Park menambahkan catatan waspada soal sektor pertahanan ini. Bisnis sedang berkembang pesat di tengah ketidakpastian global yang belum pernah terjadi sebelumnya, tapi sektor ini tidak bisa mengandalkan kondisi itu bertahan selamanya.

"Perusahaan-perusahaan Korea saat ini berkinerja baik, tapi dalam jangka panjang, saya memperkirakan negara-negara Eropa dan anggota NATO lain akan berusaha membangun industri pertahanan mereka sendiri untuk memenuhi permintaan lebih lanjut," katanya.

"Karena itu penting bagi Korea Selatan untuk terus mendorong terciptanya kemitraan yang lebih dari sekadar jual-beli, tapi meluas ke riset dan pengembangan bersama, produksi, serta penempatan sistem senjata."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh: Alfi Milano Anadri

Editor: Melisa Lolindu

Lihat juga Video: Hadapi Korea Utara, Korsel Bentuk 500 Ribu Prajurit Drone

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/392a799600.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat

  • Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih

  • Siswa SMP di Bangkalan Diperkosa Tiga Pria, Diancam Pakai Celurit

  • Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama

  • Kronologi Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Diduga akibat Henti Jantung

  • Kronologi Pengungkapan Pod Getar dan Happy Water di Bogor, Polisi Kembangkan Jaringan dari Jakarta

  • Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba

  • Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron

Artikel Populer

  • 1TNI AD Beri Perawatan dan Pendampingan Medis ke Korban Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • 2Prediksi Hasil Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Menurut Para Legenda Sepak Bola
  • 3Penembakan di Bar Canggu Bali, Peluru Kenai Sekuriti dan WN China
  • 4DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid
  • 5Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
  • 6Trump Sebut Pemilu AS 2020 Diintervensi China
  • 7Prabowo: Kalau Kita Perkuat Koperasi Bukan Berarti Lemahkan yang Lain
  • 8Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser
  • 9Pemkab Malang Usul Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat IJD, Butuh Rp 135 Miliar
  • 10HNW Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
  • 11Cekcok Duit dan Ganti Rugi Motor Picu Delon Bunuh Yani di Sukabumi
  • 12Bukan Sekadar Skincare, Dokter Ungkap Rahasia Kulit Pria Tetap Sehat dan Terawat

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Berita
  • Wisata
  • Hiburan

Populer Situs

Perluas Akses Pengetahuan, Kemenbud Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita

BYD M6 DM Catat Efisiensi 92 KM per Liter di Semarang, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM di Karakter Jalan Berbeda

Golkar Semprot Kadernya yang Terlibat Kericuhan DPRD Riau: Memalukan!

Presiden Prabowo Sampaikan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah

Tom Cruise hingga IShowSpeed Bakal Meriahkan Laga Final Piala Dunia 2026

Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak

Warga Blokade Akses ke SMAN 1 Labuhanratu Lampung karena Banyak Anak Sekitar Sekolah Tak Diterima

Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli

Artikel Populer

  • 1IHSG Naik 4,24 Persen, Saham ADRO, ESSA, dan ITMG Bisa Dicermati Ritel Pekan Depan
  • 2Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan
  • 3Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
  • 4Prakiraan BMKG: 15 Provinsi Dilanda Hujan Lebat Besok 19 Juli 2026
  • 5Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Tiga Pembunuh Kacab Bank BUMN
  • 6Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri
  • 7Warga Blokade Akses ke SMAN 1 Labuhanratu Lampung karena Banyak Anak Sekitar Sekolah Tak Diterima
  • 8Remaja Putri Usia 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Embung Desa Kertanegara Indramayu
  • 9Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban
  • 10Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Berita
    • Wisata
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Olahraga
    ×