• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Kesehatan›Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 DosenArtikel

Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen

Kesehatan2026-09-08 05:02:227

PPIS masih mengumpulkan bukti

Menurut Putri, proses penanganan kasus masih berada pada tahap pengumpulan bukti dan pendalaman terhadap kemungkinan adanya korban tambahan.

"Nanti sampai memang bukti-bukti itu sudah selesai dan enggak bertambah lagi," ujarnya.

Karena proses pemeriksaan belum rampung, PPIS belum memberikan rekomendasi maupun menetapkan sanksi terhadap para terduga pelaku.

Putri mengatakan, PPIS berencana melakukan asesmen psikologi terhadap para terduga pelaku sebagai bagian dari proses penanganan.

"Kan kita juga perlu melihat sebenarnya mereka ini seberapa parah kerusakannya melalui asesmen psikologi itu. Cukup aman enggak ketika dia dikembalikan ke Unesa. Kalau memang enggak aman nanti juga akan ada pertimbangan sanksi," katanya.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan rekomendasi sanksi.

DPM ungkap perkembangan penanganan

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Vokasi Unesa menyebut jumlah korban pada laporan awal mencapai 19 orang, terdiri dari 17 mahasiswa dan dua dosen.Pada

5-6 Juli 2026, mediasi antara korban dan terduga pelaku difasilitasi oleh program studi. Namun, korban meminta agar penanganan perkara dilanjutkan ke PPIS.

DPM juga menyebut dugaan pelecehan seksual dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi, tetapi juga diduga memanfaatkan fitur AI untuk menghasilkan konten yang dinilai tidak etis.

Selanjutnya, pada 13 Juli, korban dan terduga pelaku dipanggil PPIS untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari proses verifikasi.

DPM juga menyebut berdasarkan keterangan saksi, pihak berinisial RE tidak ditetapkan sebagai terduga pelaku oleh korban.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga 13 Juli 2026, pihak berinisial RE, JO, dan DO belum ditetapkan sebagai pelaku oleh pihak PPIS sampai seluruh proses pemeriksaan berakhir," demikian keterangan DPM.

Selain itu, salah satu langkah yang telah diambil program studi adalah memindahkan kelas para terduga pelaku.

Sementara itu, keputusan mengenai kemungkinan pemberian sanksi akademik, termasuk drop out (DO), masih menunggu hasil pemeriksaan PPIS.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/360a899631.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Tersangka

  • Janji Kejagung Transparan dalam Menangani Kasus Eks Jampidsus Febrie

  • Legenda Spanyol Justru Berharap Hadapi Inggris di Final Piala Dunia, Mengapa?

  • Perusahaan Singapura Lirik Jateng, Siap Boyong Investor China dan Eropa

  • WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak

  • Gerebek Bengkel di Blitar, Polisi Temukan Rekannya Konsumsi Sabu

  • Nobar Final Piala Dunia di Balai Kota Bogor, Ini Lokasi Parkir Kendaraan

  • TNI AU Kasih Paham Akun yang Tanya Kenapa Pesawat Militer Singapura Tak Dihadang

Artikel Populer

  • 1MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri
  • 2Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja
  • 37 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula
  • 4Prabowo Puji Danantara Pangkas 250 BUMN dalam 18 Bulan: Saya Bangga
  • 5Sukses Digelar, Grid.ID Awards 2026 Berikan Apresiasi kepada Figur Publik Inspiratif Indonesia
  • 6Pemkab Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Sajikan Kopi dan Makan Gratis
  • 7Industri Masih Ekspansi, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Belum Ikut Tumbuh
  • 8Warga Jepang Masih Percaya Takhayul, Rumah Angker Sulit Laku
  • 9339 Angkot Tua Bogor Berhenti Mengaspal, Sisa 1.441 Unit Menyusul Dikandangkan
  • 10Viral Sopir Pikap Dipergoki Mau Buang Limbah Tulang ke Kali Cisadane Bogor
  • 11Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
  • 12Konser Akbar Monas Berpotensi Picu Macet, Simak Jalur Alternatifnya

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Berita
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Bisnis

Populer Situs

Curhat Jujur Pemilik Hyundai Stargazer Setelah Pemakaian 4 Tahun

Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih

Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol

Hotman Paris: Tak Ada Penahanan Febrie Adriansyah Hari Ini

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik di Jakpus, Ponselnya Terdeteksi di Jakut

Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik

Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar

Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini Alasannya

Artikel Populer

  • 1Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Bacok Lawan hingga Luka di Jakut
  • 2Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal
  • 3Tes DNA Negatif, Kuasa Hukum Pengasuh Padang Ati Ajukan Penangguhan Penahanan
  • 4Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026, Berangkat Pagi Sampai Malam
  • 5Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat
  • 6Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak
  • 7Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
  • 8Hadiah Juara Piala Dunia bagi Pemain Spanyol, Satu Orang Sembilan Miliar Rupiah
  • 9TNI AD Berduka 1 Personel Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • 10Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Berita
    • Wisata
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Otomotif
    ×