• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket LiburanArtikel

Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

Hiburan2026-09-08 04:59:237187

Upaya pencarian terhadap Femas Yani Arianto (22), seorang pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang kabur saat mengikuti program wisata (open trip) di Korea Selatan, terus bergulir.

Pihak agensi perjalanan yang memberangkatkannya kini menempuh cara tidak biasa demi mendapatkan informasi keberadaan pemuda tersebut.

Agen perjalanan Berani Backpacker secara resmi menggelar sebuah sayembara berhadiah menarik bagi masyarakat luas. Pihak travel agent menyiapkan hadiah berupa paket liburan  bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid terkait keberadaan Femas di Korea Selatan.

Pemilik agensi travel Berani Backpacker, Dhani, mengonfirmasi langsung bahwa sayembara cari orang hilang ini benar-benar valid dan sedang berjalan sebagai bagian dari langkah alternatif pelacakan peserta tur mereka.

"Benar sayembara dan masih berlaku bagi siapa saja yang menemukan Femas," kata Dhani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/7/2026) malam.

Hadiah Liburan Gratis atau Uang Tunai

Demi menarik atensi publik dan mempercepat proses pencarian, pihak agensi tidak main-main dalam menyiapkan apresiasi. Dhani mengungkapkan bahwa hadiah yang disiapkan adalah paket wisata internasional untuk satu keluarga.

"Hadiah yang disiapkan berupa paket liburan untuk satu keluarga," tutur Dhani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadiah liburan gratis tersebut berlaku untuk kapasitas maksimal empat anggota keluarga. Jika pemenang sayembara memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih banyak, maka kuota yang diberangkatkan tetap dibatasi maksimal empat orang.

Selain opsi perjalanan wisata ke Singapura dan Malaysia, pihak Berani Backpacker juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang berhasil menemukan Femas. Apabila pemenang tidak mengambil paket wisata, hadiah sayembara tersebut dapat ditukarkan dalam bentuk lain.

"Bisa juga diganti dengan uang tunai," tambah Dhani.

Kronologi Kaburnya Peserta Tur Asal Madiun

Kasus hilangnya pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Sebelumnya, netizen ramai memperbincangkan kasus ini lewat akun Threads @sarjanabackpacker yang terafiliasi dengan agensi perjalanan tersebut.

Dhani membeberkan bahwa Femas yang tergabung dalam rombongan wisata berisi 27 orang tersebut, sengaja memisahkan diri sejak hari pertama mendarat di Negeri Gingseng. Pemuda 22 tahun itu menghilang saat rombongan berada di kawasan Myeongdong, Seoul.

"Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujar Dhani kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Hingga batas waktu berkumpul yang disepakati, Femas tak kunjung kembali ke hadapan rombongan dan memutus semua saluran komunikasi normal. Pihak Tour Leader di lapangan langsung berupaya melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan teks secara intensif agar Femas kembali, namun tidak mendapatkan respons positif.

Sudah Dinyatakan "Overstay" dan Dilaporkan ke Imigrasi

Lantaran iktikad baik tidak kunjung ditunjukkan oleh peserta yang bersangkutan, pihak Berani Backpacker langsung mengambil langkah administratif dan hukum di Korea Selatan.

"Karena peserta tetap tidak memberikan respons dan tidak kembali ke rombongan, Tour Guide melakukan pelaporan kepada instansi pemerintah dan imigrasi setempat sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai peserta yang meninggalkan rombongan," jelas Dhani.

Pihak travel sempat mencoba membuat laporan resmi ke kepolisian setempat di Seoul, namun terganjal kendala prosedur hukum wilayah setempat sehingga belum dapat diterima.

Saat ini, 26 peserta tur lainnya dipastikan telah kembali ke Indonesia dengan selamat, menyisakan Femas sendirian di Korea Selatan. Mengingat masa berlaku visa Femas telah habis antara tanggal 12 hingga 13 Juli 2026, status pemuda asal Madiun tersebut kini dipastikan telah melebihi izin tinggal atau overstay.

Kepergian Femas ke luar negeri dan keputusannya untuk kabur menyisakan syok berat bagi pihak keluarga di Madiun. Pasalnya, saat hendak berangkat, Femas hanya berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi menuju Surabaya, bukan ke Korea Selatan.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/220d799772.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • OJK: Dana SAL Tak Lagi Diperdebatkan, Penarikan di Himbara Dilakukan Bertahap

  • Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini

  • Pelajar Indonesia Gelar Konferensi Internasional di Australia, Ini Tujuannya

  • Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang

  • Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031

  • 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?

  • 6 Kesalahan Memasak yang Membuat Wajan Antilengket Cepat Rusak

  • BNPB Resmikan 52 Unit Rumah Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur

Artikel Populer

  • 1Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
  • 2Gerebek Bengkel di Blitar, Polisi Temukan Rekannya Konsumsi Sabu
  • 3Sempat Setop Memanggang 3 Tahun karena Cedera, Baker Asal Bandung Kini Bersinar di India
  • 4Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
  • 5Kena PHK akibat Ketiduran 2 Menit, Ibu Tunggal di Jepara Bangkit Buka Usaha Jahit dan Sembako
  • 6Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
  • 7China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
  • 8Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
  • 9370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
  • 10Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah
  • 11Rekap Hasil Final Japan Open 2026: Indonesia 1 Gelar, Tuan Rumah "Zonk"
  • 12Pemprov Sumbar Siapkan Rehabilitasi Terpadu untuk Siswa MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom Rakitan

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Otomotif

Populer Situs

Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka

Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional

Kajian Teknis Pelican Crossing di JPO Tendean yang Ditabrak Truk Segera Rampung

Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun

Kajian Teknis Pelican Crossing di JPO Tendean yang Ditabrak Truk Segera Rampung

Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC

Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel

Artikel Populer

  • 1BMKG: Gempa M 7,3 Meksiko Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
  • 2Kala Pemerkosaan Gadis di Sampang oleh 27 Pria Jadi Atensi Senayan
  • 3Nobar Final Piala Dunia di Balai Kota Bogor, Ini Lokasi Parkir Kendaraan
  • 4Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
  • 5Prabowo: Saya Diserang soal MBG, tapi Ribuan Triliun Menguap Tak Ada Protes
  • 6RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas
  • 7FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
  • 8Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim
  • 9Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
  • 10Legenda Spanyol Justru Berharap Hadapi Inggris di Final Piala Dunia, Mengapa?

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Berita
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Hiburan
    ×