• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan PascatambangArtikel

Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang

Wisata2026-09-08 05:01:48567

PT Weda Bay Nickel (WBN) telah mereklamasi 223,43 hektare lahan pascatambang hingga Maret 2026. Reklamasi dilakukan di sejumlah area operasional perusahaan, termasuk Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kegiatan reklamasi merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan yang dilakukan seiring dengan operasional pertambangan.

Proses reklamasi meliputi penataan kembali kontur lahan, penanaman berbagai jenis vegetasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman untuk mendukung pemulihan area yang telah selesai ditambang.

"WBN terus melanjutkan langkah-langkah strategis tersebut guna meminimalkan dampak‎ kegiatan operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Reklamasi menjadi bagian dari upaya pemulihan fungsi ekologis kawasan ‎operasional tambang," ujar Manager Health, Safety, and Environment Weda Bay Nickel, Ronggour Siahaan, dilansir dari keterangan tertulis, Jumat (17/7/2027).

Sementara itu, revegetasi dilakukan secara bertahap sesuai rencana reklamasi pasca tambang yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Revegetasi yang dilakukan secara bertahap juga diselaraskan dengan berbagai ketentuan lainnya.

Kegiatan reklamasi didukung fasilitas nursery Weda Bay Nickel seluas 2,02 hektare. Fasilitas nursery memungkinkan Weda Bay Nickel yang menyiapkan dan membudidayakan berbagai jenis tanaman yang dibutuhkan untuk revegetasi di area reklamasi pascatambang.

Menurut Ronggour, reklamasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus operasional perusahaan. Perusahaan menjalankan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari setiap tahapan operasional, ‎mulai dari perencanaan dan pelaksanaan, sampai pemantauan maupun pemulihan area yang telah ‎selesai ditambang.

"Berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan mitra kerja juga turut ‎memperkuat budaya tersebut, sehingga tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan secara ‎konsisten dalam aktivitas sehari-hari,” tutur Ronggour.

Pilah sampah

Selain reklamasi, perusahaan menanam 1.000 bibit pohon di area Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu pada Juni 2026. Weda Bay Nickel juga menggelar kegiatan Clean Up Day di sejumlah area hunian karyawan dan kontraktor. Dalam kegiatan ini, peserta membersihkan area sekitar sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya guna membangun kebiasaan pengelolaan sampah ‎yang lebih bertanggung jawab.

‎Bersama para kontraktornya, Weda Bay Nickel juga menerapkan prinsip reduce, reuse, dan ‎recycle melalui pengelolaan dan pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan sebagai bagian dari praktik ekonomi sirkular. Material, seperti scrap metal dan drum bekas‎diolah menjadi produk kreatif dan fungsional. Ini termasuk miniatur alat berat dan furnitur. ‎

Seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif internal Weda Bay Nickel bertema ‎'Weda Today, Earth Tomorrow', yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup ‎Sedunia 2026. Dengan inisiatif ini, Weda Bay Nickel menggarisbawahi bahwa kepedulian lingkungan perlu diterapkan pula dalam aktivitas ‎sehari-hari, bukan hanya di ranah operasional pertambangan.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan karyawan dan mitra ‎kerja untuk mendukung praktik operasional pertambangan yang lebih bertanggung jawab serta ‎meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.

Sebelumnya, PT Weda Bay Nickel telah mereklamasi lahan bekas tambang seluas 84,86 hektare lahan bekas tambang di kawasan operasionalnya di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam kegiatan reklamasi tersebut, perusahaan menanam 53.037 batang tanaman pionir untuk memperbaiki struktur tanah, menstabilkan lahan, dan mendorong pemulihan tutupan vegetasi. Sebagai pemegang izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), WBN juga telah menjalankan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 3.220 hektare di berbagai wilayah Maluku Utara, termasuk Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan.

Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel, Fitri Ritonga mengatakan, reklamasi dan revegetasi dilakukan dengan pendekatan berbasis endemisitas, yaitu, menggunakan tanaman asli Maluku Utara seperti pala, kenari, cengkeh, kayu putih, dan tanaman lokal lain yang berperan penting dalam pemulihan habitat fauna endemik.

Untuk tahap awal pemulihan lahan, WBN menanam tanaman pionir berjenis cepat tumbuh seperti Golo, Makaranga, Nyatoh, Trembesi, Johar, dan Sengon. Jenis tanaman ini dipilih untuk menciptakan iklim mikro yang mendukung tumbuhnya spesies endemik di tahap berikutnya.

“Kami ingin memperkuat peran WBN sebagai pengelola sumber daya alam yang bertanggung jawab melalui penerapan kaidah pertambangan yang baik,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

‎

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/818a799174.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • IESR: Kepastian Kebijakan Jadi Penentu Investasi Energi Surya

  • Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi

  • IESR: Kepastian Kebijakan Jadi Penentu Investasi Energi Surya

  • Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun

  • Anggota DPR Usul Refocusing MBG: Prioritaskan Balita hingga SMP, Evaluasi Siswa SMA

  • Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah di Tengah Fenomena Fatherless

  • Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya

  • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"

Artikel Populer

  • 1The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
  • 2Ulah Pria di Depok "Challange" 2 Bocah Makan Cabai-Masuk Freezer Berujung Ditangkap
  • 3Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum
  • 4Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?
  • 5Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
  • 6Saksikan Ibunya Rekonstruksi Bunuh Ayahnya di Banyumas, Anak Korban Pingsan dan Histeris
  • 7Kronologi Kepala SPPG Blora Hilang Usai Pamit Shalat hingga Dapur MBG Lumpuh, Pengganti Masih Ditunggu
  • 8Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
  • 9Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan
  • 10Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung
  • 114 Metode Pembayaran Digital yang Dipakai Pelaku Judi Online untuk Kelabui Petugas
  • 125 Tips Meal Prep untuk Pemula, Lengkap dengan Ide Menu Rp 200.000 Seminggu

Tag Populer

  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata

Populer Situs

Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki

Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?

3 Hal Paling Dinantikan dari A Shop For Killers 2

Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Efisiensi Dipertanyakan

Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat

Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut

Indonesia Siapkan 6 Bandara Hub untuk Perkuat Rute ASEAN-China

Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil

Artikel Populer

  • 1Buka Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA, Bamsoet Tekankan Integritas
  • 2Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar
  • 3Operasional Kopdes Merah Putih di Kaltara Terkendala Modal, Anggaran Desa Tidak Ada
  • 4Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
  • 5Harga Tiket Termurah Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Tembus Rp 172,7 Juta
  • 6Diundang Menteri HAM ke Kantornya, Sumarsih: Saya Tidak Mau Percaya Mereka
  • 7"Tolong Dikembalikan, Saya Khilaf", Kisah Maling Motor di Ponorogo yang Pulangkan Hasil Curiannya
  • 8WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
  • 9Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
  • 10WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Berita
    ×