• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam DihukumArtikel

Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum

Wisata2026-09-08 04:57:0536

Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) Thailand menghadapi penangguhan tugas terkait skandal kecurangan ujian, Kamis (16/7/2026).

Sejauh ini, pihak berwenang telah menangkap tiga orang terkait kasus kecurangan ujian.

Kasus korupsi dan penyuapan sering menjadi berita utama di Thailand, tetapi jarang terjadi begitu banyak pejabat publik yang terkena dampaknya.

Skandal ini dimulai pada Juni, ketika para penyelidik mengatakan, mereka telah menyimpulkan bahwa para pejabat menerima suap hingga 800.000 baht (sekitar Rp 428 juta) untuk mengubah hasil ujian kandidat secara elektronik agar lulus.

Ini merupakan ujian wajib untuk pengangkatan atau promosi di pemerintahan.

Berawal dari kejanggalan hasil ujian PNS

Dikutip dari Channel News Asia, pejabat Kementerian Dalam Negeri, Unsit Sampuntharat menjelaskan, polisi menemukan kejanggalan dalam hasil ujian 5.814 PNS.

Menurutnya, mereka bisa diskors sambil menunggu keputusan komite paling cepat Jumat (18/7/2026).

"Kerugiannya sangat besar dan ini tidak adil bagi mereka yang memperoleh posisi mereka dengan jujur," kata Unsit.

Kementerian tersebut akan meninjau sekitar 800.000 lembar soal ujian karena para penyelidik berupaya menentukan sejauh mana dugaan kecurangan terjadi.

Para tersangka utama, dua pria dan satu wanita, telah ditangkap atas tuduhan menghancurkan dan menyembunyikan dokumen resmi.

Salah satu dari mereka ditangkap setelah melarikan diri ke negara tetangga, Laos.

Jika terbukti bersalah, mereka bisa didenda dan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Dikecam PM Thailand

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengecam penipuan tersebut dan menganggap sebagai hal menjijikkan.

Berbicara pada Rabu (15/7/2026), ia memperingatkan tentang "lingkaran setan" di mana para pejabat menggunakan cara-cara korup untuk mendapatkan posisi kekuasaan dan tanggung jawab.

Hal itu memberi mereka peluang lebih lanjut untuk melakukan korupsi.

Penangkapan tersebut menyusul penyelidikan gabungan selama 17 hari oleh polisi dan lembaga antikorupsi, dengan petugas menyita komputer dan dokumen pemeriksaan.

Pegawai negeri sipil di Thailand biasanya mendapatkan gaji antara sekitar Rp 9,5 juta hingga Rp 41 juta per bulan, tergantung pada pangkatnya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/573a899418.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Jejak Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terdeteksi di Jakut hingga Malaysia

  • Tiang Listrik PLN Berdiri di Halaman Rumah, Apakah Pemilik Berhak Minta Ganti Rugi?

  • Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil di Medan Dibongkar, Otak Pelakunya Ternyata Penjaga Kos Korban

  • Gus Ipul Pastikan Bansos Triwulan III Cair 20 Juli, Diperkuat Pemberdayaan

  • Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri

  • Eggi Sudjana Bangga dengan Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

  • Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan

  • Kasus Kematian Pasien Anak di Pangkalpinang, Dokter Ratna Divonis Bebas

Artikel Populer

  • 14 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
  • 2Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jaksel, Diduga Bunuh Diri
  • 3Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies
  • 4Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
  • 5Seminggu MBG Beroperasi, Harga Telur dan Ayam Potong di Bangkalan Naik
  • 6Samsung Kembangkan Chip AI “Gaia”, Laptop Masa Depan Bakal Lebih Pintar
  • 7Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
  • 8PAM JAYA Salurkan Bantuan Toren Gratis, Warga: Sangat Berguna Sekali
  • 9BMKG: Gempa M 7,3 Meksiko Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
  • 10Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis, Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan
  • 11Korban Tabrak Lari di Antapani Bandung, Kakek 81 Tahun Meninggal Dunia
  • 12Prabowo: Hei Koruptor, Rakyat Tidak Bodoh!

Tag Populer

  • Olahraga
  • Hiburan
  • Berita
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Otomotif

Populer Situs

Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa

Viral Diduga Konflik Antartetangga di Gambir hingga Pria Digotong Paksa

Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit

29.830 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Digembleng, Pemerintah Kejar SDM Siap Kelola Ekonomi Desa

3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL

Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah

Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel

Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara

Artikel Populer

  • 1Duduk Perkara Korupsi Modal Proyek Batu Bara Rugikan Negara Rp 38,9 M
  • 2Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031
  • 3Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong
  • 4Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
  • 5Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Bawa 4 Bom Rakitan, 1 Meledak
  • 6Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata
  • 7Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jaksel, Diduga Bunuh Diri
  • 8Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
  • 9Pembunuh Cucu Mpok Nori Didakwa Melakukan Pembunuhan Berencana
  • 10Christian Sugiono dan GB Sanitaryware Hadirkan Bak Cuci Piring Terintegrasi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Berita
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Wisata
    • Bisnis
    ×