• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini AlasannyaArtikel

Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini Alasannya

Olahraga2026-09-08 04:57:4942

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 akan mulai berjalan pada 14 Juli 2026 secara bertahap dalam empat gelombang. Pola ini dipilih untuk memastikan seluruh sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap sebelum siswa baru datang.

"MPLS dimulai bertahap bukan tanda ketidakpastian, tetapi bentuk tanggung jawab. Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka," kata Menteri Sosial , Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya, Senin .

Adapun pelaksanaan MPLS secara bertahap didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yaitu kesiapan fungsional sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan siswa, serta ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

"Sekolah yang sarananya belum sepenuhnya siap tidak dipaksakan menerima siswa demi keamanan. Ruang kelas, asrama, serta fasilitas pendukung harus dipastikan siap huni sebelum siswa datang," katanya.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS dengan pembagian empat gelombang, yakni 19 Sekolah Rakyat Permanen gelombang I pada 14 Juli, 63 Sekolah Rakyat Permanen gelombang II pada 31 Juli, 8 Sekolah Rakyat rintisan Jabodetabek pada 15 Agustus, dan 11 Sekolah Rakyat permanen gelombang IV pada 31 Agustus.

Gus Ipul menjelaskan seluruh gelombang menggunakan kerangka MPLS yang sama, yakni 19 hari pelaksanaan dalam empat fase yang ramah anak sebagai bagian dari program persiapan selama kurang lebih tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama penuh.

"MPLS merupakan bagian dari program persiapan yang berlangsung kurang lebih tiga bulan. Setelah MPLS dilanjutkan dengan matrikulasi, kemudian siswa memasuki program pembelajaran reguler dan program keasramaan," jelasnya.

Program persiapan tersebut terdiri atas 19 hari MPLS dan sekitar 2,5 bulan matrikulasi. Pada tahap ini, siswa dikenalkan pada potensi dirinya, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama.

Selain itu, MPLS memuat 36 materi yang dikelompokkan dalam tujuh tema. Yaitu, pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan dan perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, hingga pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online alias judol.

Selama MPLS, seluruh siswa juga akan menjalani cek kesehatan gratis, asesmen psikologis dan pemetaan potensi diri, serta pendampingan pembiasaan hidup berasrama. Pada lima hari awal, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri untuk membantu pembentukan disiplin dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Gus Ipul menegaskan, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.

"Tidak ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan maupun intoleransi. Jika terjadi kekerasan, pelakunya langsung diberhentikan. Tidak ada surat peringatan pertama ataupun kedua," tegasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan multi-entry, multi-exit, sehingga siswa dapat bergabung sepanjang tahun ajaran sesuai kesiapan satuan pendidikan.

"MPLS bertahap sejalan dengan filosofi multi-entry, multi-exit. Ini bukan indikasi keterlambatan, melainkan desain sistem penerimaan Sekolah Rakyat. Setiap siswa baru, dari gelombang mana pun, terlebih dahulu mengikuti matrikulasi sebelum belajar bersama siswa existing," ujar Gus Ipul.

Terakhir, Gus Ipul mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat melalui Call Center 021-171 atau WhatsApp Center 0887-7171-171. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial.

"Kami ingin masyarakat melihat langsung bagaimana Sekolah Rakyat bekerja. Karena itu kami membuka ruang pengawasan publik agar seluruh proses berlangsung aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak," pungkasnya.

Simak juga Video 'Kesulitan Cari Murid, SDN di Tulungagung Cuma Dapat 2 Siswa Baru':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/613e799379.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan

  • Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau

  • Pemprov DKI Mulai Hentikan Open Dumping di Bantargebang pada 1 Agustus

  • Istri Mantan PM Najib Razak Gugat Komedian Malaysia Atas Pencemaran Nama Baik

  • Pelarian Pembunuh Sadis yang Tusuk Driver Ojol Berakhir

  • Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu

  • Pelaku Penusukan Acak Beraksi di 5 Lokasi di Tangerang

  • BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

Artikel Populer

  • 1Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
  • 2Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
  • 3Trump Sebut Pemilu AS 2020 Diintervensi China
  • 4Berjam-jam JPO Tendean Ditabrak Truk Dibongkar, Kendaraan Belum Bisa Melintas
  • 5Kenapa Zodiak Gemini dan Virgo Kerap Dapat Reputasi Buruk? Ini Alasannya
  • 6Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa
  • 7Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • 8Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
  • 9TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
  • 10Beredar Surat Edaran Libur Final Piala Dunia 2026, Gubernur NTT: Itu Hoaks, ASN Tetap Masuk Normal
  • 11Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Pelajari Alat Bukti dari Polri
  • 12Viral Sopir Pikap Dipergoki Mau Buang Limbah Tulang ke Kali Cisadane Bogor

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Olahraga

Populer Situs

Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer

Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah

Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli

Gajah Bisa Tutup Saluran Telinga untuk "Dengar" Getaran Bumi

Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo

Jawab Rumor Setelah 27 Tahun, Elaine Ng Sebut Jackie Chan Tak Pernah Meminta Tes DNA Putrinya

Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli

Tri Tito Karnavian Ajak Pengurus & Kader TP PKK Perkuat 10 Program Pokok

Artikel Populer

  • 1Canda Prabowo soal Maung, Singgung Polri Tak di Bawah Menhan
  • 2Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
  • 3Menakar Kemenangan Narasi dalam Konflik Iran-Amerika Serikat
  • 4Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat
  • 5Prediksi Line Up Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Skuad Rotasi
  • 6Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol
  • 7Kepergok Curi Kabel Rp 143 Juta, 2 Pria di Cikarang Ditangkap Polisi
  • 8Diduga Gondol Motor Trail Honda CRF, Pria di Mamuju Kabur ke Hutan dan Tinggalkan Kendaraan Curian
  • 9Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
  • 10Arsene Wenger Jawab Kritik Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • Olahraga
    • Berita
    • Teknologi
    ×