• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat HormuzArtikel

Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz

Wisata2026-09-08 05:02:51854

KOMPAS.com – Irak dan Suriah menandatangani kesepakatan untuk membangun kembali jalur pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif ekspor minyak selain melalui Selat Hormuz yang kerap dibayangi risiko geopolitik.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat (18/7/2026) dalam pertemuan puncak Kamar Dagang di Washington, Amerika Serikat, yang membahas investasi AS di Irak. Penandatanganan disaksikan Menteri Energi AS Chris Wright.

Perjanjian diteken CEO Basra Oil Company Bassem Abdul Karim Nasr dan CEO Syrian Petroleum Company Youssef Qablawi.

"Ada begitu banyak ruang untuk mendorong peningkatan di Irak, meningkatkan produksi minyak, mengurangi ketergantungan pada negara tetangga yang bermusuhan, serta menghadirkan kebebasan, kemakmuran, dan energi yang melimpah bagi Irak," kata Wright sebelum penandatanganan.

Kesepakatan itu bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Amerika Serikat. Dalam lawatan tersebut, ia juga bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa.

Pipa minyak yang akan dipulihkan membentang dari Kirkuk di Irak utara menuju pesisir Mediterania di Suriah.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), jalur tersebut memiliki kapasitas nominal hingga 700.000 barel per hari.

Pipa itu tidak lagi beroperasi sejak mengalami kerusakan saat invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

Bagi Irak, proyek tersebut dinilai strategis karena negara itu selama ini sangat bergantung pada ekspor minyak melalui Pelabuhan Basra di Teluk Persia.

Keterbatasan jalur ekspor alternatif membuat Irak rentan terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak juga terdampak oleh terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Data OPEC menunjukkan produksi minyak Irak turun lebih dari 50 persen menjadi sekitar 1,9 juta barel per hari pada Juni dibandingkan sekitar 4,2 juta barel per hari pada Februari, sebelum konflik AS-Israel dengan Iran meningkat.

Irak bukan satu-satunya negara yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.

Uni Emirat Arab tengah membangun jalur pipa kedua menuju Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman yang akan menggandakan kapasitas ekspor minyak di luar jalur tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi juga dilaporkan mempertimbangkan penambahan kapasitas pipa minyak menuju Laut Merah sebesar 2 juta barel per hari.

Meski demikian, sejumlah analis menilai pembangunan jalur pipa baru hanya mengurangi risiko gangguan di Selat Hormuz, tetapi belum menghilangkan ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan.

Pendiri Rapidan Energy, Bob McNally, mengatakan ancaman utama bukan hanya berada di jalur pelayaran.

"Masalahnya bukan jalur air. Iran dapat menggunakan senjata untuk menyerang fasilitas pemuatan, stasiun pemompaan, terminal, maupun fasilitas penyimpanan yang terhubung dengan jalur pipa tersebut," ujarnya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/578a799414.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AI

  • Pengguna Lama iPhone Makin Setia, Sedikit yang Pindah dari Android

  • Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan

  • Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah

  • KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

  • Peneliti Coba Rekayasa Nyamuk Jantan demi Bikin Malaria Musnah

  • Tarif Naturalisasi hingga Lepas Status WNI Naik Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya

  • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan

Artikel Populer

  • 1GOR Pondok Bambu Jaktim Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Gratis, Sedia Makan hingga Hadiah Jersey
  • 2Pakai Obat Keras Ilegal hingga Sabu, 3 Orang di Bogor Ditangkap
  • 3Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah
  • 4Inggris Vs Argentina, Melihat Lagi Gol "Tangan Tuhan" Maradona di Piala Dunia 1986
  • 5Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
  • 6Memaknai Sensus Ekonomi 2026
  • 7"Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
  • 8164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi
  • 914 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih
  • 10AS Perluas Serangan, Iran Ancam Infrastruktur Regional
  • 11INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak
  • 12Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman

Tag Populer

  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Berita
  • Hiburan

Populer Situs

4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Acara Ultah Keluarga di Jakpus

Jelang Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Rodri: Saya di Sini untuk Menang

Pengiriman BBM di Sumut Menyusut Ketika Sampai di SPBU, Polda Sumut: Masih Kita Selidiki

Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur

AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal

Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri

Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital

Artikel Populer

  • 1Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
  • 2Ngerinya Kebocoran Gas Paling Mematikan dalam Sejarah, 3 Ribu Orang Tewas
  • 32 WN Vietnam Dideportasi gegara Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
  • 4RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
  • 5Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen
  • 6Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
  • 7Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
  • 8Promo Tiket Pesawat ke Luar Negeri, Jakarta-Hong Kong PP Rp 4,3 Jutaan
  • 9Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
  • 10Peneliti Coba Rekayasa Nyamuk Jantan demi Bikin Malaria Musnah

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata
    • Otomotif
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Berita
    ×