• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AIArtikel

Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AI

Hiburan2026-09-08 04:59:374219

JAKARTA, KOMPAS.com – Google Cloud mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia mempercepat adopsi artificial intelligence (AI) dari sekadar tahap uji coba menuju implementasi berskala besar.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan solusi agentic AI, perluasan dukungan teknis, hingga penyediaan platform yang diklaim mampu membantu perusahaan mengelola implementasi AI secara lebih aman, efisien, dan terukur.

Country Director Google Cloud Indonesia Karim Siregar mengatakan dunia usaha kini memasuki fase baru transformasi digital, yakni pergeseran dari strategi cloud first menjadi AI ready.

Pada tahap ini, perusahaan dituntut tidak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis untuk menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.

"Di era agentic AI, salah satu tolok ukur kemampuan rekayasa teknologi adalah menghadirkan solusi yang mampu bekerja dalam skala Indonesia,” kata Karim Siregar dalam ajang Indonesia Leaders' Connect 2026 di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca juga:

Karim menjelaskan, karakteristik pasar Indonesia yang memiliki jutaan pengguna mobile di berbagai wilayah menjadi tantangan tersendiri bagi implementasi AI.

“Dengan jutaan pengguna yang tersebar dari kota besar hingga daerah tier-2 dan tier-3, Google Cloud menghadirkan AI stack terpadu dan platform Gemini Enterprise untuk membantu perusahaan memodernisasi infrastruktur lama, mengelola biaya AI secara lebih terukur, serta menjalankan autonomous agents secara aman dari tahap eksperimen hingga produksi dengan ROI yang jelas," ujar Karim.

Menurut dia, tantangan perusahaan saat ini bukan lagi menentukan apakah AI perlu diadopsi, melainkan bagaimana mempercepat implementasinya secara aman sekaligus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, efisiensi operasional, dan pengalaman pelanggan.

Baca juga: Google Kalah Banding, Denda Antimonopoli Uni Eropa Rp83,6 Triliun Tetap Berlaku

Sejumlah perusahaan nasional disebut telah mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis. Di sektor media, Emtek Group mengembangkan platform produksi konten berbasis AI yang diklaim memangkas waktu dan biaya pengembangan serial televisi hingga 30 persen.

Sementara di sektor telekomunikasi, Indosat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan optimalisasi jaringan, yang diklaim berhasil menekan tingkat user churn hingga 50 persen serta meningkatkan average revenue per user (ARPU) lebih dari 6 persen.

Di industri perbankan, PT Bank CIMB Niaga Tbk mengembangkan enterprise AI agents yang mendukung penasihat keuangan dalam menyusun rekomendasi investasi berbasis kondisi pasar terkini, sekaligus membantu petugas layanan pelanggan memperoleh informasi produk secara real time saat melayani nasabah.

Karim menilai pemanfaatan AI seharusnya tidak berhenti pada eksperimen teknologi, tetapi diarahkan untuk menyelesaikan persoalan bisnis secara konkret.

"Peluangnya bukan lagi sekadar mencoba teknologi baru. Yang terpenting adalah bagaimana AI digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata di organisasi nyata dengan skala yang nyata,” ujar dia.

“Keberhasilan implementasi AI ditentukan oleh kemampuannya terintegrasi langsung ke dalam alur kerja dan menghasilkan dampak bisnis yang terukur," katanya.

Baca juga: Google Maps Rilis Address Descriptors, Alamat Berbasis Patokan Jadi Lebih Akurat

Selain memperkenalkan kapabilitas Gemini Enterprise, Google Cloud juga memperkuat aspek pengelolaan biaya implementasi AI melalui sistem tokenomics, sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas memilih model AI sesuai kebutuhan sekaligus mengendalikan biaya operasional.

Di sisi lain, perusahaan teknologi tersebut memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia. Tim ini akan ditempatkan langsung di lingkungan pelanggan untuk membantu integrasi AI ke dalam proses bisnis, mempercepat implementasi ke tahap produksi, sekaligus meminimalkan risiko selama proses adopsi.

Menurut Karim, kehadiran tenaga ahli tersebut menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan perusahaan akan pendampingan teknis dalam mengimplementasikan AI generatif di berbagai lini usaha, mulai dari layanan pelanggan, analisis data, hingga optimalisasi rantai pasok.

"Pemimpin bisnis di Indonesia kini tidak lagi mempertanyakan apakah mereka perlu mengadopsi AI generatif, melainkan seberapa cepat teknologi itu dapat diterapkan secara aman,” jelas karim.

“Dengan menempatkan talenta engineering kami langsung di organisasi pelanggan, kami ingin membantu menghilangkan hambatan implementasi sekaligus mempercepat lahirnya alur kerja berbasis agentic AI yang akan menjadi fondasi bisnis masa depan," tegas Karim.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/664f899327.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi, Perkara Dilimpah ke Kejagung

  • Pilihan Motor Listrik Bekas per Juli 2026, Harga mulai Rp 4,5 Jutaan

  • Saham Induk Google Melesat 3 Persen Usai Kabar Pengembangan Chip AI Gemini

  • Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta

  • Dua King Kobra Ditemukan Emak-emak Saat Sedang Kawin di Jonggol, Keduanya Mati Setelah Dievakuasi

  • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi

  • Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?

  • Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang

Artikel Populer

  • 1Cerita Warga Makassar Bertahan dengan Air Sumur Berlumpur, Kuning, dan Berminyak Setiap Kemarau
  • 2Blok Masela dalam Angka: Efek Domino Investasi Rp 300 Triliun bagi Indonesia
  • 3Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
  • 4Indonesia Tambah 3 Negara Bebas Visa Kunjungan, Apa Saja?
  • 5Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung
  • 6Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
  • 7Kejagung Terbitkan Surat Penghentian Pengumpulan Data MBG, Kejati Jabar: Hanya Inventarisasi Jumlah SPPG
  • 8IKN Kejar Target 2028, Enam Proyek Swasta Lanjutkan Tahap Konstruksi
  • 9Polisi Ungkap Grup WA 27 Pemerkosa Gadis Sampang Bernama 'Teh Gembul'
  • 109 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026
  • 11Bocoran Isuzu di GIIAS 2026: Siapkan 5 Kendaraan Niaga
  • 12Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan

Tag Populer

  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Wisata

Populer Situs

Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas

Kisah Lukas Podolski yang Sibuk Jualan Kebab dan Urus Klub Sepak Bola

Prakiraan Cuaca BMKG: 7 Provinsi Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Besok 16 Juli 2026

Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik

Paradoks Akreditasi Kampus di Era Disrupsi

Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang

Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?

Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan

Artikel Populer

  • 1Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
  • 2Harga dan Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
  • 3Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik di Jakpus, Ponselnya Terdeteksi di Jakut
  • 416 Pasar Tradisional Surabaya Direvitalisasi, Anggaran Rp 20 Miliar
  • 55 Destinasi Wisata di Jakarta yang Lagi Hits untuk Liburan Keluarga
  • 6Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir
  • 7PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi
  • 8Temuan Mortir di Gudang Rongsokan Gegerkan Warga Malang, Tim Gegana Turun Tangan
  • 9Operasional Kopdes Merah Putih di Kaltara Terkendala Modal, Anggaran Desa Tidak Ada
  • 10Kuda Nil Moo Deng Ramal Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Lolos?

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Berita
    • Wisata
    • Otomotif
    • Olahraga
    ×