• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 PersenArtikel

Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen

Wisata2026-09-08 05:04:386883

Ancaman kekeringan pada musim tanam kedua (MT II) 2026 diperkirakan akan memangkas produksi padi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat hingga 15 persen.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk mencegah gagal panen dan menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, mengatakan potensi penurunan produksi terjadi apabila kekeringan tidak segera ditangani melalui intervensi di lapangan.

"Produksi gabah diproyeksikan turun sekitar 10-15 persen pada musim tanam kedua tahun 2026 apabila tidak ada intervensi penanganan kekeringan," kata Lukman dalam keterangannya saat dikonfirmasi Senin (20/7/2026).

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menunjukkan, produksi padi pada semester pertama 2026 hanya mencapai 144.977 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 81.514 ton beras.

Jumlah tersebut turun 11,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 163.974 ton GKP atau setara 92.194 ton beras.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menargetkan produksi padi sepanjang 2026 mencapai 265.368,2 ton GKP.

Target itu lebih rendah dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 302.518,3 ton GKP.

Lukman menjelaskan, hingga saat ini belum ada desa di Bandung Barat yang mengalami kekeringan total.

“Namun, berdasarkan pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), sedikitnya 433 hektar lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan,” sebut Lukman.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak El Nino, pemerintah telah menyalurkan 157 unit pompa air berukuran tiga inci yang bersumber dari APBN 2026 ke 13 kecamatan.

Bantuan tersebut diperkirakan mampu mengairi lahan seluas 785 hingga 1.500 hektar, bergantung pada kondisi lahan dan sumber air yang tersedia.

Selain itu, petani juga didorong menggunakan varietas padi tahan kekeringan seperti Inpari 42 dan Inpari 48, menerapkan teknik budidaya hemat air, menggeser waktu tanam, hingga melakukan diversifikasi komoditas untuk mengurangi risiko gagal panen.

Apabila terjadi gagal panen, kata Lukmanul, pemerintah telah menyiapkan benih cadangan untuk bantuan kepada petani serta melakukan verifikasi kerusakan lahan sebagai dasar pengajuan klaim Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP).

“Pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan untuk kebutuhan darurat apabila bencana berdampak pada masyarakat,” papar Lukman.

Bandung Barat sendiri memiliki luas lahan baku sawah sekitar 18.093,77 hektar yang terdiri atas 3.737,43 hektar sawah irigasi teknis dan 14.356,34 hektar sawah nonirigasi yang tersebar di 13 kecamatan sentra produksi pangan.

“Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga petani, sedangkan sisanya dipasarkan dalam bentuk gabah,” katanya. 

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/57c699936.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan

  • Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

  • Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng

  • Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin

  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI

  • Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni

  • Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat

  • Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak

Artikel Populer

  • 1DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
  • 2Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
  • 3Proyek Perbaikan Jl Kebon Sirih Jakpus Ditargetkan Selesai September 2026
  • 4Resep Donat Kentang Empuk, Ini Tips agar Mengembang Sempurna
  • 5Ortu Remaja Sidoarjo Bugil Saat Terima Pesanan Ojol Buka Suara
  • 6Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah dengan Hati-hati
  • 7Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis, Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan
  • 8Canda Prabowo soal Maung, Singgung Polri Tak di Bawah Menhan
  • 9Pertunjukan Angklung Ramaikan Hari Kemerdekaan ke-81 RI di IKN
  • 10Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
  • 11Merawat Harapan dari Kebun Pepaya Kalina, Langkah Desa Serut Menguatkan Ekonomi Desa
  • 12Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN

Tag Populer

  • Hiburan
  • Berita
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Wisata
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kesehatan

Populer Situs

Kenapa Negara Teluk Getol Berinvestasi di Afrika?

MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI

Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah

Menkop Jelaskan Visi Presiden di Program KDKMP: Warga Desa Jadi Pelaku Ekonomi

Menteri PU Buka Suara soal Mutasi ASN, Bantah karena Surat Dinas ke AS Bocor

Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?

Fakta Baru Kasus Pengadaan Buah MBG Rp 170 Juta, Dua Pihak Merasa Dirugikan

Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir

Artikel Populer

  • 1Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU
  • 2LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren
  • 3Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO
  • 4Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap
  • 5Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
  • 6Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
  • 7Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
  • 8Kabid Pasar Jadi Tersangka Pungli MCK Rp 80 Juta, Pemkot Bekasi Tak Beri Bantuan Hukum
  • 9Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12
  • 10Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Teknologi
    ×