• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Berita›Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?Artikel

Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?

Berita2026-09-08 04:58:1821

Spanyol merebut juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.

Pemain pengganti, Ferran Torres, mencetak satu-satunya gol pada menit ke-105 pada babak perpanjangan waktu.

Gol itu berawal berawal dari umpan silang Pedro Porro yang disundul Nico Williams ke arah Ferran Torres.

Torres kemudian menyambarnya dengan tendangan keras ke arah gawang Martinez.

Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente.

Setelah menjuarai Euro 2024, tim berjuluk La Roja itu kini melengkapinya dengan gelar juara dunia.

Capaian ini mengingatkan pada era keemasan timnas Spanyol pada periode 2008-2010.

Sementara, upaya Argentina untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia, harus berakhir gagal.

Dalam laga final, Lionel Messi juga harus mengubur harapannya untuk meraih gelar Piala Dunia kedua.

Spanyol lebih mendominasi jalannya pertandingan, tetapi gagal mengubah sejumlah peluang menjadi gol.

Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan pada menit ke-93.

Messi dkk tampil tumpul di lini depan dan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan, baik tepat sasaran maupun tidak, hingga menit ke-115.

Baca juga:

Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, tetapi penampilan gemilang dua penjaga gawang, Emiliano Martinez dan Unai Simon, membuat skor tetap imbang sepanjang waktu normal.

Martinez, khususnya, melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang menjaga harapan Argentina tetap hidup.

Setelah gol Torres, Argentina berupaya menyerang pada menit-menit akhir, tetapi upaya itu datang terlambat.

Sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Spanyol berhamburan ke lapangan untuk merayakan keberhasilan menyamai pencapaian mereka pada 2010 dengan meraih gelar Piala Dunia kedua.

Namun, perayaan itu diwarnai insiden ketika terjadi kericuhan yang melibatkan sejumlah pemain Argentina.

Lamine Yamal, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai pemain yang berpotensi menyamai pencapaian Lionel Messi, nyaris mencetak gol di penghujung waktu normal.

Tendangan bebas melengkung yang dilepaskannya berhasil ditepis kiper Emiliano Martinez.

Kiper Argentina ini bahkan mencatat penyelamatan yang lebih impresif pada awal babak pertama perpanjangan waktu saat menggagalkan sundulan Nico Williams dari jarak dekat.

Tiga menit kemudian, Martinez akhirnya tak mampu menghentikan Williams yang menjebol gawang Argentina.

Namun, harapan Spanyol untuk merayakan gol pupus setelah wasit menganulirnya, karena menilai terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya peluang.

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia diawali dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.

Tapi, perjalanan mereka berakhir dengan status juara setelah merebut trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia untuk kedua kalinya.

Kesuksesan tersebut sepenuhnya layak diraih oleh tim Spanyol yang terus berkembang sepanjang turnamen.

Mereka tampil impresif dengan menyingkirkan favorit kuat Prancis di babak semifinal, lalu berupaya memenangkan final yang minim kualitas hiburan ini melalui pendekatan sepak bola yang mengandalkan permainan terbuka dan penguasaan bola.

Pelatih Luis de la Fuente, yang dikenal tenang dan tidak banyak mencari sorotan, memimpin timnya dengan ketenangan yang patut diapresiasi.

Dia sebelumnya mengantar Spanyol menjuarai Euro 2024 di Berlin, dan karakter yang sama kembali ditunjukkan timnya ketika menghadapi berbagai provokasi dari para pemain Argentina di final.

Spanyol memperoleh keuntungan jumlah pemain setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan.

Mereka jarang mendapat ancaman berarti di lini pertahanan, sementara masuknya Nico Williams sebagai pemain pengganti memberikan daya dobrak yang sebelumnya kurang terlihat.

Final ini mungkin tidak menghadirkan drama dan hiburan sebesar beberapa pertandingan lain sepanjang turnamen.

Namun pada akhirnya, Piala Dunia mendapatkan juara yang paling layak.

Apabila ini benar-benar menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir Lionel Messi, maka kisah tersebut berakhir dengan kekecewaan mendalam.

Argentina gagal mempertahankan gelar yang mereka raih sebelumnya, sementara sang kapten tidak mampu memberikan pengaruh besar terhadap jalannya laga.

Pada usia 39 tahun, Messi kini memainkan sebagian besar laga dengan ritme yang lebih tenang dibanding masa jayanya.

Meski demikian, dia tetap mencetak delapan gol sepanjang turnamen dan kembali menjadi sosok pemimpin sekaligus inspirasi utama Argentina.

Perannya sangat menonjol saat semifinal melawan Inggris, ketika dia menciptakan dua gol dalam kemenangan 2-1.

Namun di final, Messi berhasil diredam oleh pertahanan Spanyol.

Dia hanya mampu melepaskan satu tembakan, yang bahkan tidak mengarah ke gawang, serta dijauhkan dari area-area berbahaya yang biasanya menjadi wilayah operasinya.

Messi juga tidak banyak terbantu oleh pendekatan permainan Argentina.

Tim asuhan Lionel Scaloni tampak lebih fokus mengganggu ritme dan membuat Spanyol frustrasi, ketimbang mengandalkan kualitas permainan menyerang yang sebenarnya mereka miliki.

Argentina tetap menghadirkan banyak momen menarik sepanjang perjalanan mereka dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Namun setelah penampilan di final ini, mereka tidak memiliki banyak alasan untuk membantah keberhasilan Spanyol meraih gelar Piala Dunia.

Tonton juga Video Menyaksikan Langsung Selebrasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/208a799784.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka

  • Cerita Resepsionis Hotel Podomoro Batang Gagalkan Penodongan, Pilih Melawan demi Jaga Tempat Kerja

  • Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh

  • Bagaimana Mengukur Jejak Maut Gelombang Panas di Jerman?

  • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Acara Ultah Keluarga di Jakpus

  • Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi

  • PT Inhutani I Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

  • Niat Hati Bakar Rumput Kering demi Buka Jalan, Buntutnya Gedung Walet di Indramayu Nyaris Ludes Dilalap Api

Artikel Populer

  • 1Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli
  • 2Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
  • 3Kemenbud-Muhammadiyah Sinergi Manfaatkan Seni Budaya Jadi Media Dakwah
  • 4Polisi Pingsan Ditabrak Pelajar saat Mengatur Lalu Lintas di Bantul
  • 5Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
  • 6Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin
  • 7Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
  • 8Pelarian Pembunuh Sadis yang Tusuk Driver Ojol Berakhir
  • 9Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR
  • 10Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
  • 11Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
  • 12Usut Korupsi RS Gambut, Kejari Geledah Dinkes Banjar Selama 8 Jam

Tag Populer

  • Otomotif
  • Berita
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Wisata

Populer Situs

Festival Game Genshin Impact, Honkai Star Rail, dkk Kembali Digelar di Jakarta, Ini Tanggal dan Harga Tiketnya

IHSG Ditutup Melonjak 1,10 Persen, Investor Asing Serok Rp 725 Miliar

Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan

Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah

Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya

Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering

Pertunjukan Angklung Ramaikan Hari Kemerdekaan ke-81 RI di IKN

Gaya Zendaya dengan Anting Kuno Iran Ini Tuai Kritik Pedas

Artikel Populer

  • 1Polisi Ungkap Tersangka Sempat Bertanya ke AI Usai Buat ASN BPN Nias Tewas Jatuh dari Apartemen Medan
  • 2Perkuat Sinergi, Kapolresta Sambangi Kajari Tangerang dan Dandim Tigaraksa
  • 3Trump Ngamuk Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Ancam Kenakan Tarif
  • 4Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?
  • 5Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun
  • 6Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi-TPPU Terkait ASABRI
  • 7Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
  • 8Kesaksian Aah dan Iin, Korban Tsunami Pangandaran: Dua Tahun Hidup di Tenda Pengungsian
  • 9Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang
  • 10Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Bisnis
    • Wisata
    • Berita
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    ×