• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPOArtikel

Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

Bisnis2026-09-08 05:02:439

Pria berinisial E diduga menjadi pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, hingga kini, pelaku belum juga tertangkap.

RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan diketahui ditemukan meninggal dunia dalam mobil Innova dengan nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS menjadi korban love scam yang mengincar korban sejak lama.

Tak hanya itu, dia juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa hubungan korban dan pelaku yakni “Kopi Darat”.

“Enggak (love scaming) biasa kopi darat,” kata Jumhur, Jumat (17/7/2026).

Kopi Darat atau disingkat kopdar adalah sebuah istilah yang mengarah kepada ajang pertemuan pertama kali antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat sarana telekomunikasi.

Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di salah instansi dengan akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan.

“Enggak, orang umum, dia pengangguran kerjanya nipu-nipu banyak korban,” ungkapnya.

Namun, status E juga belum dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Belum lah (status DPO), masih kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain,” pungkasnya.

RYS Diduga Meninggal karena Asfiksia

Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang driver taxi online di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan

Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

RYS Diduga Korban Pembunuhan

Pada proses penyelidikan, RYS diduga menjadi korban pembunuhan yang mengarah pada satu pria berkaca mata berinisial E. Sebab, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di dalam mobil tersebut.

Beredar pula video berdurasi 33 detik ketika RYS bersama E sempat menghabiskan waktu bersama di Alun-alun Kota Batu.

Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual pria berinisial E di Alun-alun Kota Batu dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

Dalam rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata dengan baju yang identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

Saat itu, posisi jok depan sisi kiri direbahkan yang diduga untuk menyembunyikan jenazah korban yang kakinya dalam kondisi menekuk.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/824b799168.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar

  • Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha

  • KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Pajak Banjarmasin

  • Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas

  • Gaya Zendaya dengan Anting Kuno Iran Ini Tuai Kritik Pedas

  • Brimob Polda Metro Tangkap 3 Pelaku Begal dan 3 Orang Bawa Narkoba di Jakut

  • Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih

  • Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali

Artikel Populer

  • 1Burnham Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris, Ini yang Dibahas
  • 2Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
  • 3Prabowo Buka Sidang Kabinet: Kita Evaluasi Apa yang Sudah Dikerjakan
  • 4Gaji Kepala Daerah Stagnan Seperempat Abad, Rencana Revisi Sempat Kandas
  • 5Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran
  • 6Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS
  • 7Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
  • 8Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump
  • 9Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman
  • 10Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi
  • 11Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
  • 12Tak Semua Mobil Bisa Dibuatkan Kunci Immobilizer Cadangan

Tag Populer

  • Wisata
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Berita
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Bisnis

Populer Situs

Ngeri! Ular Sanca 'Nangkring' di Kamar Mandi Bikin Panik Warga di Bogor

TPA Cipayung Depok Kebakaran, Api Menyala Besar

Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju

Pesan Kapolda di Riau Bhayangkara Run: Jaga Alam untuk Generasi Penerus Kita

Hari Keadilan Internasional, Sumarsih Tagih Janji Negara Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

3 Kapal di Muara Angke Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

Benarkah Beli BBM Pakai QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000? Ini Penjelasannya

Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan

Artikel Populer

  • 1Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
  • 2GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie
  • 3Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia
  • 4Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura
  • 5Buntut Kericuhan Pascalaga Spanyol vs Argentina, FIFA Buka Penyelidikan
  • 6Modus Petani di Kendari Sultra Perkosa Perempuan Disabilitas, Beraksi sejak 2024
  • 7Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan
  • 8Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
  • 9Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • 10Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Wisata
    • Hiburan
    • Kesehatan
    ×