• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Teknologi›Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak PindahArtikel

Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah

Teknologi2026-09-08 05:03:172

Menurut dia, dampak ekonomi juga muncul dari kerusakan kendaraan yang sering melintasi jalan yang tergenang rob.

Belum lagi, kata dia, kerugian akibat kerusakan ekosistem, hilangnya mata pencaharian, hingga rumah warga yang semakin lama semakin tenggelam dan perlu ditinggikan setiap beberapa tahun sekali.

Ia menyebut sejumlah kajian telah menghitung nilai kerugian akibat dampak rob di Pantura Jawa Tengah. Namun, ia belum memastikan angka kerugian yang dihitung dalam kajian tersebut.

"Triliunan itu. Dari kerusakan ekosistem, kerusakan, kehilangan mata pencaharian, kehilangan ini ada kok. Jadi valuasinya ada itu, dihitung," ungkapnya.

Fokus mencari solusi

Yusmanto mengatakan, pemerintah tidak ingin gegabah mengeklaim angka kerugian tersebut karena diperlukan kajian yang lebih komprehensif.

Menurut dia, pemerintah lebih berfokus pada upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak rob.

"Kalau kami membuat kajian ya sesuai kajian solusinya, bukan kajian untuk perhitungan kerugiannya," katanya.

Warga memilih bertahan

Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Nur Zaidi Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah warga yang tetap memilih bertahan di wilayah terdampak rob meski rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka semakin terendam.

Yusmanto mengatakan, pemerintah telah menawarkan sejumlah opsi, termasuk relokasi. Namun, sebagian warga masih enggan pindah karena memiliki ikatan sosial, budaya, dan ekonomi dengan tempat tinggal mereka.

Ia mencontohkan warga di Timbulsloko, Demak, yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertanian, tambak, dan perikanan.

"Karena mata pencahariannya di sana. Kemudian mereka masih terikat secara kultural dan psikologis," ujar dia.

Menurut Yusmanto, persoalan tersebut menunjukkan bahwa penanganan rob tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur pengendali banjir.

Pemerintah juga perlu menyiapkan solusi bagi keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat terdampak.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/52c699941.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas

  • Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU

  • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2

  • Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan

  • 5 Destinasi Wisata di Jakarta yang Lagi Hits untuk Liburan Keluarga

  • Stadion Penuh, Dompet Tetap Seret: Realita Ekonomi Meksiko Usai Piala Dunia

  • Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati

  • Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga

Artikel Populer

  • 1Forum Pemred Kecam Hotman soal 'Lu Punya Otak Nggak?': Sangat Tak Profesional
  • 2Meta Digugat Pegawai, Tuding Perusahaan Pakai AI untuk Seleksi PHK
  • 3Sering Self-Reward dengan Belanja Makeup? Hati-hati Impulsive Buying
  • 4DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
  • 5Gajah Bisa Tutup Saluran Telinga untuk "Dengar" Getaran Bumi
  • 6Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
  • 7Jenazah Turis China Masih Tertahan di Labuan Bajo, Tunggu Keluarga Datang ke Indonesia
  • 8Evakuasi Belum Selesai, Longsor di China Keburu Timbun Warga yang Belum Mengungsi
  • 9Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China
  • 10Jejak Prestasi Indonesia di China Open, Warisan Candra/Sigit dan Minions
  • 11Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
  • 12Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap

Tag Populer

  • Wisata
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Berita

Populer Situs

Petani Tebu Berebut Salami Prabowo Saat Panen Raya di Malang

Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru

Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?

Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang

Transformasi Pelabuhan Dipercepat, Kemenhub Andalkan Green Smart Port

Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas

"Tolong Dikembalikan, Saya Khilaf", Kisah Maling Motor di Ponorogo yang Pulangkan Hasil Curiannya

Artikel Populer

  • 1Sahabat Baik, Ayo Bantu Warga Sentak Dulang Dapatkan Air Bersih
  • 2KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis John Field di Kasus Suap Bea Cukai
  • 3Kereta Api di Indonesia: Dari Warisan Kolonial hingga Transportasi Andalan
  • 4Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
  • 5Pelajaran dari (Populisme) Argentina
  • 6Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
  • 7Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
  • 8Hutan Lindung di Bali Utara Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal
  • 9Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti
  • 105 Bantahan Hotman Paris Soal Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Berita
    • Wisata
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Otomotif
    ×