• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3Artikel

Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3

Hiburan2026-09-08 03:46:577921

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat sedang memeriksa 11 pabrik pengolahan batu kapur di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 

Pemeriksaan dilakukan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan adanya sejumlah dugaan pelanggaran saat melakukan inspeksi mendadak beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jabar, Joao De Araujo mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan pada 14 Juli 2026. 

Menurut dia, dari 11 perusahaan yang diperiksa, sebagian besar belum mendaftarkan pekerjanya ke program BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

"Ada beberapa perusahaan yang memang rata-rata belum mengikutsertakan pekerjanya di dalam program jaminan sosial, baik itu BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan," katanya saat dihubungi awak media, Kamis (16/7/2026).

Selain itu, perusahaan pengolahan batu kaput tersebut juga belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja, padahal aktivitas pengolahan batu kapur memiliki risiko terhadap kesehatan.

"Terkait dengan pemeriksaan atau terkait dengan kesehatan kerjanya. Ada banyak perusahaan yang juga belum melakukan pemeriksaan kesehatan sebagaimana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 70," ucap Joao.

Joao menyebutkan, Disnakertrans menemukan banyak pekerja belum menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama masker, saat bekerja. 

Padahal, kata dia, lingkungan kerja di pabrik batu kapur dipenuhi debu sehingga berisiko bagi kesehatan.

"Yang kedua dari sisi K3 tadi, banyak juga perusahaan yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), terutama masker pada saat melakukan pekerjaan. Ini juga menjadi catatan kita pada saat kita melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Masalah lain yang ditemukan adalah banyak perusahaan belum membuat perjanjian kerja tertulis bagi pekerjanya, baik PKWT maupun PKWTT.

Ia menjelaskan, sebagian pekerja dibayar dengan sistem borongan atau berdasarkan hasil pekerjaan. Namun, status kerja mereka tetap harus jelas sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi upahnya itu upah berdasarkan satuan hasil. Tetapi statusnya itu kan ada dua, PKWT atau PKWTT, tetapi sistem pembayarannya adalah sistem satuan hasil. Kalau bahasa sekarang mah kadang-kadang disebutnya sistem borongan," kata Joao.

Joao menambahkan, pemeriksaan terhadap 11 perusahaan tersebut masih berlangsung, dan tengah didata jumlah pekerja yang terdampak serta besaran upah yang mereka terima. 

"Kami masih ada beberapa perusahaan yang harus diambil lagi keterangan tambahannya berkaitan dengan tadi upahnya itu. Jadi kalau untuk jumlahnya masih dalam proses. Berapa yang kira-kira dibayar upahnya berapa gitu," katanya. 

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/545a899446.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih

  • Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim

  • Peneror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Kini Ditahan, Terancam 20 Tahun Penjara

  • Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor

  • 6,07 Juta Turis Asing ke Indonesia Januari hingga Mei 2026

  • Di DPR, Kepala Perpusnas Keluhkan Anggaran Turun Ganggu Program Literasi

  • TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur

  • Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang

Artikel Populer

  • 1KAI "Blacklist" 19 Pelaku Kekerasan Seksual, Penumpang Diminta Berani Melapor
  • 2Polisi Ungkap Tersangka Sempat Bertanya ke AI Usai Buat ASN BPN Nias Tewas Jatuh dari Apartemen Medan
  • 3Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
  • 4Prabowo Jelang 2 Tahun Pemerintahannya: Pekerjaan Kita Masih Banyak
  • 5Ini Risiko Terburuk jika Komstir Motor Oblak Tak Segera Diperbaiki
  • 6Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya
  • 7Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Rumah dan Lapak di Bekasi Tersendat
  • 8India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas
  • 9Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus
  • 10Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
  • 11Akan Ada 214,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2029, Milenial Mendominasi
  • 12Konflik Adonara, Menteri HAM Dorong Penyelesaian Lewat Pendekatan Budaya

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Berita
  • Wisata
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan

Populer Situs

1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka

Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi

Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat

Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran

Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya

Perkara Klakson Berujung Konflik Antar-tetangga hingga Digotong Paksa

Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik

Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional

Artikel Populer

  • 1Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
  • 2Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
  • 3Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros
  • 4Kronologi Wisatawan China Tewas di Labuan Bajo, Terbawa Arus Setelah Dihantam Gelombang
  • 5Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
  • 6Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko
  • 7Mensos Minta Program Kemensos Lebih Terintegrasi hingga Berbasis Data
  • 8Hari Keadilan Internasional, Sumarsih Tagih Janji Negara Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM
  • 9Secangkir Kopi, Meja Daur Ulang, dan Gaya Hidup yang Kian Berkelanjutan
  • 10UAD Resmi DO Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Berita
    ×