• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Pendidikan›Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga MempertanyakannyaArtikel

Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya

Pendidikan2026-09-08 04:59:4852

Keluarga pria asal Australia yang meninggal di tahanan imigrasi di Bali mengatakan mereka "hancur" dan memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar kematiannya.

Cameron Hughes, 39 tahun, sudah tinggal di Bali selama lebih dari 15 tahun.

Ia sudah menikah dengan perempuan Indonesia, memiliki seorang putra berusia delapan tahun, dan menjalankan bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan.

Cameron baru berpisah dengan istrinya dan keluarganya mengatakan ia sedang mencoba memperpanjang visanya supaya bisa tinggal dekat dengan putranya.

"Cameron adalah sosok yang baik hati, yang sangat mencintai keluarganya dan adalah ayah yang penyayang," demikian pernyataan dari keluarga yang diterima ABC.

"Ia sosok yang tangguh, pekerja keras, dan bangga bisa melewati tantangan menuju kehidupan yang baik.

"Menyebutnya pergi terlalu cepat bahkan tidak cukup untuk menggambarkan perasaan kami. Keluarga kami benar-benar hancur."

Kepada ABC, pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron ditahan menyusul diterimanya pengaduan pada bulan Maret terkait dugaan pelanggaran visa.

"Meski sudah diberi banyak kesempatan untuk mengurus izin tinggal secara kooperatif, individu tersebut berulang kali gagal mematuhi panggilan resmi yang dikeluarkan oleh petugas," kata juru bicara imigrasi Bali.

"Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, tim penegak hukum imigrasi menangkap individu tersebut di kediamannya di Jimbaran, Kuta Selatan."

Pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron tidak sadarkan diri beberapa jam kemudian.

"Dalam pemantauan CCTV, petugas menemukan anomali di mana tahanan tidak bergerak dalam waktu yang lama di dalam toilet," ujar juru bicara kantor imigrasi Bali Ngurah Rai.

"Staf memeriksa organ vitalnya, memberi pertolongan pertama, termasuk memberikan oksigen tambahan, dan berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans."

"Petugas medis melakukan tindakan awal sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk dirawat intensif."

Pihak otoritas di Bali mengatakan Cameron dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dengan catatan medis awal yang menyebutnya ia meninggal akibat serangan jantung.

Namun pihak keluarga Cameron mengatakan mereka menerima informasi yang berbeda-beda dari pihak otoritas, dan mereka punya banyak pertanyaan tentang penyebab kematiannya.

Mereka masih menggali lebih banyak informasi tentang bagaimana Cameron bisa ditahan dan apa yang terjadi ketika ia ditahan.

Pihak keluarganya juga mengatakan secara rutin berkomunikasi dengan otoritas imigrasi Bali untuk mengklarifikasi status visa Cameron, dan membantah tuduhan kalau ia gagal berkooperatif dengan pihak setempat.

"Kami akan bekerja sama dengan staf konsuler untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan untuk memahami situasi yang ada sepenuhnya," ujar pihak keluarga Cameron

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan mereka menyediakan bantuan konsuler kepada keluarga Cameron.

"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga pada saat yang sulit ini," kata juru bicara departemen.

"Karena alasan privasi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Lihat juga Video 'Bongkar Kasus PSK Anak di Bekasi, Polisi Awalnya Usut Viral WNA Pedofil':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/501b799491.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup

  • Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur

  • Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang

  • Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

  • Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik

  • Lagi, KPK Amankan Dua Koper Hitam dari Ruangan Kepala BPKAD Sukoharjo

  • Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA

  • Diet Bebas Gluten Bikin Berat Badan Matt Damon Turun, Pakar: Bukan Karena Glutennya

Artikel Populer

  • 1Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
  • 2Dengan Konsep Ini, Penghuni Tak Perlu Cari Kerja ke Luar Kawasan
  • 3Pidato Prabowo Beri Sinyal Gaji TNI-Polri Naik? Istana Menjawab
  • 4Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
  • 5Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
  • 6Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
  • 7Kuasai Honai OPM di Intan Jaya, Koops Habema Temukan 3 Pucuk Senjata
  • 8Pimpinan BGN Agustina Cerita Canda Prabowo soal Rambut yang Memutih
  • 9IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
  • 10Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
  • 11Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
  • 12Drake Pasang Taruhan Rp24,5 Miliar untuk Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia

Tag Populer

  • Berita
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Bisnis

Populer Situs

Gaya Zendaya dengan Anting Kuno Iran Ini Tuai Kritik Pedas

Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini

Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Banyak Menang?

Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi

Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah

3 Zodiak yang Disebut Paling Beruntung pada 21 Juli 2026, Ada Scorpio

Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global

Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun

Artikel Populer

  • 1BBM Apa yang Cocok untuk Mitsubishi XForce HEV?
  • 2Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
  • 3Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
  • 4KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Suap Pejabat Bea Cukai
  • 5Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi
  • 6Kenapa Zodiak Gemini dan Virgo Kerap Dapat Reputasi Buruk? Ini Alasannya
  • 72 Penganiaya Ketua BPD Penolak Tambang Emas Ilegal Jadi Tersangka dan Ditahan
  • 8Pria di Lubuklinggau Bakar Rumah Mertua, 11 Rumah Hangus, Kerugian Rp 2 Miliar
  • 9Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
  • 10Pemerintah Buka Peluang Pelibatan Kantin di Program MBG

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Berita
    ×