• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Kesehatan›Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan FotosintesisArtikel

Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis

Kesehatan2026-09-08 04:58:4564714

Mengukur kemampuan fotosintesis pohon

Dalam penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL) para peneliti membandingkan data suhu kritis dari 200 jenis pohon dengan data suhu dari satelit yang dikumpulkan di seluruh hutan tropis antara tahun 2001 dan 2020.

Selama dua dekade terakhir, luas hutan tropis yang suhu puncak pohonnya melewati batas aman meningkat dari 43 juta hektar menjadi 57 juta hektar.

Peneliti kemudian memperkirakan bahwa pada tahun 2050, luas hutan tropis yang kepanasan melewati batas kritis bisa melonjak hingga lebih dari 93 juta hektar. Sementara pada tahun 2100, angka ini bisa berlipat ganda menjadi 160 juta hektar.

Penelitian ini termasuk yang pertama kali menggabungkan data batas ketahanan panas dari setiap jenis pohon dengan hasil pantauan satelit skala besar untuk melihat tingkat stres akibat panas di seluruh hutan tropis.

Para penulis mengatakan bahwa meskipun penelitian ini fokus pada hutan tropis, gelombang panas baru-baru ini dilaporkan telah membuat beberapa pohon dan tanaman pertanian di Swiss ikut melewati batas ketahanan panas mereka. Ini menunjukkan bahwa masalah stres akibat panas tidak hanya terjadi di daerah tropis.

"Kita bisa mendeteksi wilayah-wilayah mana saja yang terancam bahaya dan bersiap menghadapi dekade-dekade mendatang," kata Charlotte Grossiord, asisten profesor di Laboratorium Penelitian Ekologi Tanaman yang memimpin penelitian ini.

Dampak stres akibat panas

Para penulis mengatakan bahwa stres akibat panas merusak reaksi kimia di dalam daun dengan cara yang mirip seperti saat panas ekstrem mengganggu fungsi tubuh manusia.

"Ketika daun menjadi terlalu panas, protein yang menggerakkan proses fotosintesis mulai rusak. Akibatnya, pohon menyerap lebih sedikit karbon dioksida dan pertumbuhannya menjadi tidak maksimal," kata Grossiord.

Suhu yang terus meningkat menyebabkan hilangnya beberapa jenis tumbuhan secara lebih drastis.

Peneliti menambahkan bahwa perubahan jenis tanaman di hutan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengurangi keanekaragaman hewan secara keseluruhan. Hal ini bisa memperburuk kemampuan hutan untuk bertahan dari gelombang panas dan kekeringan di masa depan.

"Hutan tropis adalah salah satu penyerap karbon paling penting di dunia. Ketika kemampuan mereka untuk menyerap karbon dioksida menurun, pemanasan global bisa terjadi lebih cepat. Di saat yang sama, hutan tropis juga akan lebih sedikit melepaskan uap air ke udara, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan cuaca ekstrem di seluruh dunia," para peneliti mengingatkan.

Namun, mereka mencatat bahwa meskipun perubahan iklim terjadi semakin cepat, masih ada ruang bagi beberapa jenis tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah.

"Di dalam hutan yang sama, jenis pohon yang lebih tahan panas mungkin bisa beradaptasi dan akhirnya menggantikan jenis pohon lain yang punah," jelas Grossiord.

Meski begitu, sejauh ini masih belum diketahui seberapa cepat perubahan itu bisa terjadi, dan pada suhu berapa pohon-pohon tersebut benar-benar tidak bisa lagi bertahan hidup.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/735b899256.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi

  • Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Hindari Potensi Macet di Lokasi Berikut

  • AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya

  • Resep Nasi Goreng Solaria, Gurih dengan Aroma Wok yang Khas

  • Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib

  • Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga

  • Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka

  • Penggeledahan Hampir 8 Jam di Kantor Dinkes Banjar, Penyidik Kejari Bawa 48 Dokumen dan Komputer

Artikel Populer

  • 16 Cara Alami Menghilangkan Mata Bengkak, Bisa Dicoba di Rumah
  • 2Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan
  • 3Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya
  • 4Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang
  • 5Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
  • 6Diduga Lalai Tangani Balita hingga Meninggal, RS Maleo Sorong Dilaporkan ke Polisi
  • 7Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
  • 8Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya
  • 9Resep Krengsengan Daging Sapi, Masakan Jawa yang Gurih dan Nikmat
  • 1058 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
  • 11IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
  • 12Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

Tag Populer

  • Wisata
  • Berita
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Bisnis

Populer Situs

Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki

Pengacara Don Ritto Ungkap Uang Rp 67 Miliar yang Disita di Restoran untuk Proyek Pelabuhan

Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah

Ulah Pria di Depok "Challange" 2 Bocah Makan Cabai-Masuk Freezer Berujung Ditangkap

Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

PBVSI Lepas Timnas Voli Putri Ikuti 2 Turnamen Internasional, Patok Target Realistis

Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?

Pingsan di Ketinggian 2.200 Mdpl, Pendaki Gunung Agung Bali Ditandu Turun

Artikel Populer

  • 1PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
  • 2Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
  • 3Biaya Body Repair Mobil per Panel dan Sol-solan
  • 4Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
  • 5Inilah Wujud Cincin Juara Piala Dunia 2026, Tiru Olahraga Amerika Utara
  • 6Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung
  • 7Guru Gen Z di Malang Manfaatkan Instagram untuk Promosi Sekolah
  • 8Deretan Rekor yang Dapat Diukir Messi di Final Piala Dunia 2026
  • 9Prabowo Singgung Anggapan RI Akan Kolaps: Ternyata Semakin Hari Semakin Kuat
  • 10Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Berita
    • Wisata
    • Otomotif
    ×