• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Teknologi›58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah DilindungiArtikel

58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi

Teknologi2026-09-08 05:02:01291

BANYUMAS, KOMPAS.com – Sebanyak 58 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan nekat berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Temuan pelanggaran tata ruang tersebut mengemuka secara langsung saat digelarnya rapat koordinasi dan monitoring bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait agenda pemantauan lapangan pengendalian alih fungsi lahan sawah dan pengelolaan sampah yang berlangsung di Kantor Bupati Banyumas pada Kamis (16/7/2026).

Dalam paparan resminya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, membeberkan bahwa hingga saat ini tercatat ada total 182 gerai KDKMP yang telah selesai dibangun secara fisik di wilayah Banyumas.

"Rinciannya, 124 lokasi dinyatakan telah sesuai dengan tata ruang, sedangkan 58 lokasi lainnya berada di atas lahan sawah yang tidak sesuai tata ruang dengan total luas mencapai 6,26 hektare," ungkap Kresnawan transparan.

Kresnawan memaparkan, total Lahan Baku Sawah (LBS) yang ada di seluruh wilayah kerjanya saat ini tercatat seluas 30.421,40 hektare. Dari luasan tersebut, area pertanian yang telah resmi ditetapkan menjadi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) atau lahan sawah dilindungi adalah seluas 27.000 hektare.

Bagian dari 15 Aksi Strategis KPK

Di lokasi yang sama, Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi KPK, Didik Mulyanto, menjelaskan bahwa kunjungan resmi tim KPK ke Kabupaten Banyumas ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan 15 aksi strategis nasional pencegahan korupsi yang saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan monitoring berkala ini adalah pengetatan pengendalian alih fungsi lahan sawah produktif, yang dinilai memiliki peran sangat krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Salah satu fokus utamanya adalah pengendalian alih fungsi lahan yang dinilai krusial bagi masa depan pangan Indonesia," jelas Didik di hadapan jajaran Pemkab Banyumas.

Didik menambahkan, selain mengawal pelaksanaan 15 kegiatan strategis tersebut, timnya juga menaruh perhatian yang sangat khusus terhadap keselarasan program prioritas Presiden, di antaranya urusan menjaga pasokan pangan serta mendorong koperasi daerah untuk terus berkembang.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan karena menyangkut dua program prioritas Presiden yang sangat penting, yaitu menjaga ketersediaan pangan di satu sisi dan mendorong perkembangan koperasi di sisi lain," kata Didik menegaskan maksud kedatangan timnya.

Menyerap Informasi

Terkait dengan hasil monitoring sementara di Banyumas, Didik menyampaikan bahwa saat ini tim dari KPK masih berada pada tahap awal pengumpulan data sekunder serta penyerapan informasi langsung dari jajaran pemerintah daerah.

"Sementara ini kami masih fokus menyerap informasi dan memetakan kondisi di lapangan. Aturannya lumayan banyak sehingga pemetaan yang matang sangat diperlukan," ujar Didik.

Seluruh hasil pemetaan taktis dan serapan informasi dari berbagai daerah di Indonesia ini nantinya akan segera dibawa oleh tim KPK ke tingkat pusat untuk dijadikan sebagai bahan koordinasi formal lintas kementerian dan lembaga negara.

"Data tersebut akan menjadi bahan koordinasi tingkat pusat guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga programnya dapat berjalan paralel," kata Didik mengakhiri penjelasannya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/568b899423.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • 2 Penyedia Rekening Bandar Narkoba Andre 'The Doctor' Segera Disidang

  • Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan

  • Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN

  • Jepang Akan Operasikan Kereta Hidrogen Hybrid Pertama pada 2027

  • Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah

  • Cekcok Berujung Ucapan Rasis Penjahit di Bali ke Pelanggan Berakhir Damai

  • Sederet Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Siapa Ukir Sejarah?

  • Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Cukup Masukkan NIK KTP

Artikel Populer

  • 1Sinkronisasi Prodi dengan Kebutuhan SDM, Mendikti Finalisasi Arsitektur Pendidikan Tinggi
  • 2Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh
  • 3Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
  • 4Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima
  • 5Tri Tito Sebut Sinergi Pemda-TP PKK Percepat Program Prioritas di Grassroots
  • 6Bangganya Fajar/Fikri Juara Japan Open di Momen 1 Tahun Kebersamaan
  • 7Modus Baru Curanmor di Parkiran Apartemen Tangerang, Pelat Motor Ditukar
  • 8Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain
  • 9Lalin Cakung Jaktim Arah Cilincing dan Bekasi Macet Pagi Ini
  • 10Kala Pemerkosaan Gadis di Sampang oleh 27 Pria Jadi Atensi Senayan
  • 11Komisi III DPR Usul Kejagung Bentuk Tim Independen Usut Kasus yang Jerat Febrie
  • 12Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Berita
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Wisata

Populer Situs

Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos

Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat

Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak

Mengenal Antonela Roccuzzo, Istri Messi yang Jadi Sorotan Jelang Final Piala Dunia 2026

Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok

Makin Tak Didukung Warga AS, Israel Gelontorkan Rp 897 M untuk Perbaiki Citra

Trump Bilang Spanyol Pantas Menangi Piala Dunia

Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib

Artikel Populer

  • 1Pria Asal Madiun Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Begini Kronologinya
  • 2Dianiaya Pacar, Wanita di Bekasi Lolos dari Sekapan Usai Kabur Lewat Jendela
  • 3Harga Pasaran Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
  • 4Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
  • 5Cari Bukti Tambahan Kasus Bupati Etik, KPK Geledah Rumah 3 Tersangka hingga Kepala PU Sukoharjo Hari Ini
  • 6Usut Korupsi RS Gambut, Kejari Geledah Dinkes Banjar Selama 8 Jam
  • 72 Pria Bersenjata Parang Rampok dan Sekap Suami Istri di Kutai Timur
  • 8Yang Bikin Sekeluarga Gotong Paksa Tetangga di Gambir: Tersinggung Klakson
  • 9Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
  • 10Asap Kebakaran Hutan di Kanada dan Minnesota Selimuti Washington DC

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Wisata
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Hiburan
    ×