• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan StadionArtikel

Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

Wisata2026-09-08 05:57:105575

LAMONGAN, KOMPAS.com – Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto.

Melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026), Laskar Joko Tingkir resmi memulai era baru kemandirian finansial klub melalui strategi hilirisasi bisnis merchandise.

Momentum ini kian krusial mengingat Stadion Surajaya baru saja dinyatakan lolos verifikasi kelayakan untuk menggelar laga kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 Championship musim ini.

Kehadiran Octagon, yang ditandai dengan peluncuran jersei training kit, diproyeksikan menjadi mesin pencetak uang utama bagi manajemen di tengah kembalinya Persela ke rumah sendiri yang kini berstandar internasional.

Direktur Bisnis Persela, Praditya Adytia, menegaskan bahwa pengelolaan apparel secara mandiri bukan lagi bermitra dengan pihak ketiga merupakan langkah serius klub untuk melepaskan diri dari ketergantungan finansial model lama.

Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).

Finansial Persela kini ditargetkan disokong langsung dari perputaran ekonomi suporter.

"Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Keuntungan dari Octagon akan mengalir langsung untuk kebutuhan operasional tim dan pengembangan ekosistem sepak bola Lamongan," tutur Praditya di Stadion Surajaya, Minggu (19/7/2026).

Demi menjamin produk lokal ini mampu bersaing di pasar nasional, manajemen Persela menunjuk Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia.

Sentuhan kreatif Fajar diharapkan dapat memadukan estetika modern industri olahraga global dengan nilai-nilai historis kebanggaan masyarakat Lamongan.

Langkah ini dirasa logis mengingat pasar potensial yang dimiliki Persela sangat masif.

Untuk musim ini saja, manajemen menaruh target yang cukup optimistis, yakni angka penjualan di kisaran 35.000 hingga 45.000 produk di pasar suporter.

Kendati demikian, manajemen menyadari tantangan terbesar dalam bisnis retail olahraga terletak pada rantai pasok.

Praditya mengakui bahwa pada musim-musim sebelumnya, sistem pendistribusian produk resmi klub dinilai belum maksimal dan kerap menyulitkan suporter di luar daerah untuk mengakses produk asli.

"Kami mengevaluasi kekurangan yang lalu. Pembelian produk Octagon kini bisa diakses lewat official store maupun online. Namun yang paling penting, saat ini kami tengah membentuk saluran distribusi (distribution channel) baru yang lebih terintegrasi," kata Praditya.

Langkah investasi pada sektor retail dan kanal distribusi ini dinilai sebagai bentuk hilirisasi industri sepak bola yang tepat guna.

Dengan menguasai rantai bisnis dari hulu (desain dan produksi) hingga ke hilir (distribusi dan toko resmi), margin keuntungan yang didapat klub akan jauh lebih optimal.

Strategi korporasi klub ini pun mendapatkan dukungan penuh dari barisan suporter setia, LA Mania.

Frans, perwakilan suporter Persela, menyatakan bahwa para pencinta klub sudah berkomitmen untuk memborong jersei resmi Octagon demi memastikan kontribusi finansial mereka mengalir langsung ke kas klub, bukan ke pembajak produk ilegal.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/84d899907.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Promo JSM Indomaret 17-19 Juli 2026, Silverqueen Chunky Bar Rp 18.900

  • Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

  • Kawal Kunker Wapres di Palembang, Polda Sumsel Jamin Aktivitas Warga Lancar

  • Sempat Setop Memanggang 3 Tahun karena Cedera, Baker Asal Bandung Kini Bersinar di India

  • Ekonom Nilai Obligasi Pemerintah Masih Menarik, Asal Ada Syarat Ini

  • Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal

  • Cekcok Duit dan Ganti Rugi Motor Picu Delon Bunuh Yani di Sukabumi

  • Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain

Artikel Populer

  • 1Viral Video Dishub Dharmasraya Tarik Retribusi Truk Antre BBM, Kadishub: Bukan Pungutan di Dalam SPBU
  • 2Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
  • 3Pasar Rakyat-Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni
  • 4KPK Periksa Kepala BPKAD Tulungagung, Telusuri Aliran Dana ke Bupati Gatut
  • 5Zohran Mamdani Jajaki Potensi Penangkapan Netanyahu di Sidang Umum PBB
  • 62 WN Vietnam Dideportasi Usai Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
  • 7Gerebek Bengkel di Blitar, Polisi Temukan Rekannya Konsumsi Sabu
  • 8Mengapa Negara Perlu Berikan Dana Bantuan Korban Kekerasan Seksual?
  • 9Di Depan Mensos, Ortu Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Ucapkan Ikrar Mandiri
  • 10Cerita Ibra, Bocah Kelas 6 SD di Boyolali yang Dapat Penghargaan Internasional Usai Temukan "Bug" NASA
  • 11Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
  • 12Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita

Tag Populer

  • Hiburan
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Berita
  • Teknologi

Populer Situs

Buntut Inggris Kalah, Trump Ikut-ikutan Semprot Tuchel

PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa

Prabowo Segera Rilis Motor Listrik Nasional, Intip Calon Mereknya

Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR

Piala Dunia 2026: Perancis Lebih Jago dari Inggris saat Tampil di Perebutan Peringkat 3

Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo: Ini Alasan Pemilihannya dan Solusi Disdukcapil

Artikel Populer

  • 1Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak
  • 2Viral Pejabat Main Game saat Rapat Paripurna DPRD Madiun Ternyata Camat
  • 3Ayah Tiri di Sampang Perkosa Anak, Korban Diselamatkan Paman dan Bibi setelah Dituduh Bohong oleh Ibunya
  • 4Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
  • 5Bahlil Akan Bikin Aturan, Akomodasi Putusan MK soal Izin Tambang untuk Ormas
  • 6Polisi Kawal Konflik Reklamasi Pelabuhan Bojonegara, Minta Semua Cari Solusi
  • 7Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
  • 8Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
  • 9Gaji Kepala Daerah Stagnan Seperempat Abad, Rencana Revisi Sempat Kandas
  • 10Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi Sampai Malam

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Wisata
    • Olahraga
    • Berita
    ×