• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›Ekonom Nilai Obligasi Pemerintah Masih Menarik, Asal Ada Syarat IniArtikel

Ekonom Nilai Obligasi Pemerintah Masih Menarik, Asal Ada Syarat Ini

Bisnis2026-09-08 05:00:5455829

JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek investasi di surat berharga negara (SBN) dinilai masih menarik seiring peluang meningkatnya imbal hasil rill (real yield) apabila inflasi tetap terkendali dan nilai tukar rupiah stabil.

ASEAN Economic UOB Enrico Tanuwidjaja menilai daya tarik SBN tidak hanya ditentukan tingkat kupon, tetapi juga kombinasi inflasi, stabilitas rupiah, dan kebijakan fiskal serta moneter.

Menurut dia, real yield saat ini menjadi indikator penting untuk melihat imbal hasil riil yang diterima investor setelah memperhitungkan inflasi.

"Real yield itu bagus sekali. Jadi inflasi kita sekarang itu pertanyaannya kan survey ya. Jadi harga apa aja yang di-keep oleh fiskal shock absorber kalau ditanya yang mana naik? Tapi the real inflation itu kita yang merasa," kata Enrico di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, secara historis yield obligasi pemerintah berada di kisaran 7 persen dengan real yield sekitar 3,5 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu acuan investor dalam menilai daya tarik instrumen investasi.

"Real yield itu adalah patokan yang gamblang. Dibawah rata-rata yieldnya 7. Real yieldnya berapa? 3,5. Nah itu kan yang dibandingkan itu," katanya.

Menurut dia, ke depan pergerakan nilai tukar rupiah akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Kenaikan suku bunga, kata dia, tidak semata-mata didorong inflasi, tetapi juga untuk menjaga stabilitas rupiah.

"Nah tapi ke depannya kita melihat rupiah itu merupakan salah satu faktor penentu kenapa BI masih harus naikin. Jadi bukan serta-merta inflasi," ujarnya.

Ia menjelaskan inflasi yang dipicu gangguan sisi pasokan (supply side shock) umumnya tidak dapat diatasi hanya dengan menaikkan suku bunga.

Namun, kondisi Indonesia berbeda karena pelemahan rupiah dapat meningkatkan inflasi melalui kenaikan harga barang impor.

"Inflasi yang didorong supply side shock biasanya tidak bisa di handle kenaikan suku bunga. Tapi Indonesia berbeda. Karena kalau rupiah melemah terus inflation akan meningkat. Jadi dia harus cegah," katanya.

Di sisi lain, ia menilai kebijakan fiskal pemerintah sebagai shock absorber masih akan berperan menjaga inflasi melalui realokasi belanja ke sektor-sektor yang lebih produktif, termasuk subsidi bagi masyarakat.

"Nah kedua mungkin secara strategi fisikal nanti correct me if I'm wrong. Mulai di rekalibrasi. Jadi mungkin pembelanjaan yang kurang produktif katakanlah akan direalokasi untuk mungkin subsidi sembako atau yang lebih penting. Nah itu menurut saya akan menjaga kestabilan inflasi," ujarnya.

Dengan kombinasi inflasi yang terjaga dan peluang kenaikan suku bunga BI untuk menjaga stabilitas rupiah, ia memperkirakan real yield SBN justru akan semakin menarik bagi investor.

Selain itu, ia menilai SBN Indonesia juga memiliki daya tarik dari sisi profil risiko, mulai dari rata-rata jatuh tempo (average time to maturity) sekitar delapan tahun, risiko nilai tukar yang dijaga melalui kebijakan moneter, hingga likuiditas yang memadai karena obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

"Orang kalau invest bahkan orang luar melihat 3 hal. Kesatu resiko jatuh tempo kita punya average tenor 8 tahun oke. Kedua resiko foreign exchange, itu perlu dijaga dengan menaikkan suku bunga. Ketiga adalah resiko likuiditasnya, nah itu tadi sudah dibilang bahwa itu tradable," katanya.

Karena itu, ia menilai SBN masih berpotensi menjadi instrumen investasi yang semakin atraktif apabila stabilitas ekonomi makro terus terjaga.

"Jadi menurut saya memang secara real yield sekarang masih belum atraktif banget. Nah tapi kalau inflasi terjaga dengan adanya shock absorber fiskal plus BI dirasa masih akan naikkan menurut saya justru secara real masih akan meningkat," pungkasnya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/297e699696.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia

  • PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli

  • BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumut dan Sulsel Meski Lagi Kemarau

  • Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif

  • Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026, Wajib Tahu Sebelum Beli

  • Viral Ekskavator Tercebur di Kali Cakung Lama, Dinas SDA Evakuasi Malam Ini

  • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki

  • Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak

Artikel Populer

  • 1Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
  • 2Peneror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Kini Ditahan, Terancam 20 Tahun Penjara
  • 3Pakai Obat Keras Ilegal hingga Sabu, 3 Orang di Bogor Ditangkap
  • 4Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
  • 5Ricardo Salampessy Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026
  • 6Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
  • 7PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
  • 8Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
  • 9Trump Sebut Bakal Beri Tarif ke Kanada Gara-gara Asap Kebakaran Hutan
  • 10Kronologi Status Eks Jampidsus Febrie: Siang Disebut Saksi, Malam Ditegaskan Tersangka
  • 11Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
  • 12Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter

Tag Populer

  • Olahraga
  • Wisata
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Teknologi
  • Pendidikan

Populer Situs

UAD Resmi DO Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Respons 110, Polres Jaksel Usut Rumah Makan Minang Dibobol Maling

Kapolres-Kajari-Dandim Inhil Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi

Kemenag Sebut Tambahan Anggaran Rp 5,7 Triliun untuk TPG dan Dosen Sudah Disetujui Kemenkeu

Punya Model Hybrid, Mitsubishi Tambah Target Penjualan XForce

Penganiaya Pria Tidur di Masjid Sibolga hingga Tewas Divonis 12 Tahun Bui

Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi

Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?

Artikel Populer

  • 1HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'
  • 2Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
  • 32 Jambret Bersajam Sasar Lansia di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Ditangkap
  • 4WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
  • 5INPEX Sebut Blok Masela Simbol Kemajuan Indonesia
  • 6Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap
  • 7Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
  • 8Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Warga Depok Diteror Tetangga
  • 9Salut! Siswa SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan di Situs NASA
  • 103 Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap, Corbek hingga Celurit Disita

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Bisnis
    ×