• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi DuniaArtikel

BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia

Bisnis2026-09-08 05:00:25197

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal , Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal Indonesia merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu penggerak utama ekonomi halal dunia.

Hal tersebut disampaikan Babe Haikal saat memberikan sambutan pada pembukaan Forum D-8 Halal Expo Indonesia 2026.

Dalam kesempatan itu, Haikal Hasan mengajak negara-negara anggota D-8 untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun standar halal yang semakin terintegrasi dan saling diakui. Menurutnya, halal tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan harus bertumpu pada semangat kolaborasi bersama, saling terhubung, dan memiliki standar yang kuat sehingga mampu memberikan keuntungan ekonomi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia.

"Salah satu mimpi besar saya adalah ketika Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki visi yang luar biasa mengenai halal. Beliau membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang memiliki kedudukan setingkat kementerian dan terhubung dengan setidaknya sembilan kementerian. Ini merupakan kekuatan yang sangat besar," ujar Babe Haikal dalam keterangannya, Senin .

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan acara D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Senayan, Jakarta, Rabu .

Lebih lanjut, Babe Haikal mengatakan bahwa visi Presiden tersebut diterjemahkan BPJPH melalui semangat 'Indonesia Halal untuk Masyarakat Dunia.' Menurutnya, Indonesia tidak hanya berupaya memperkuat implementasi Jaminan Produk Halal di dalam negeri, tetapi juga mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem halal global melalui kerja sama antarnegara.

"Visinya adalah bagaimana halal dapat menjadi kekuatan bersama bagi dunia. Dan visi itu kami terjemahkan melalui slogan 'Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia'." katanya.

Babe Haikal menambahkan, bahwa halal bukanlah konsep baru di Indonesia. Sejak puluhan tahun lalu di era Presiden kedua Soeharto, pemerintah telah memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan halal, yang kemudian terus berkembang hingga lahirnya sistem Jaminan Produk Halal yang semakin kuat dan komprehensif.

Ia juga menegaskan bahwa implementasi kewajiban sertifikasi halal menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal Indonesia.

Dalam forum tersebut, Babe Haikal turut mengajak negara-negara peserta untuk mempererat kolaborasi dan membangun kesamaan visi dalam pengembangan standar halal internasional. Menurutnya, sinergi antarnegara akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem halal global yang lebih kuat, inklusif, dan saling menguntungkan.

"Halal harus bersatu, halal harus saling terhubung, dan halal harus dibangun melalui semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat dunia," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri , Anis Matta menegaskan bahwa penyelenggaraan D8 HEI 2026 ini merupakan manifestasi nyata pemerintah dalam mengintegrasikan kekuatan ekonomi domestik dengan dunia Islam.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal," ujar Anis Matta.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal D-8 yang menilai inisiatif Indonesia ini sebagai katalis penting bagi perluasan investasi dan penguatan riset di dalam ekosistem industri halal global. Sepanjang lima hari ke depan, perhelatan ini akan diisi dengan pameran dagang, business matching, serta diskusi panel D-8 HEI Talks.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub menjelaskan bahwa forum ini didesain khusus guna menelurkan kolaborasi bisnis yang konkret.

"Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret," kata Aiyub.

Secara makro, realisasi D-8 HEI 2026 merupakan pengejawantahan dari komitmen Presiden RI Prabowo Subianto pada KTT ke-11 D-8 di Kairo pada 19 Desember 2024 lalu. Kala itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan urgensi pembentukan rantai nilai halal melalui penguatan jejaring ekonomi, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu pusat utama ekonomi halal dunia. Rangkaian acara ini terselenggara berkat kolaborasi sinergis antara Kementerian Luar Negeri , BPJPH, KNEKS dan Kadin Indonesia.

Lebih lanjut, D-8 didirikan pada tahun 1997 dan saat ini beranggotakan sembilan negara, yakni Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Azerbaijan yang baru bergabung pada 2025. Forum sinergi ekonomi ini memiliki kekuatan kolektif yang masif dengan total populasi mencakup 1,3 miliar jiwa serta gabungan Produk Domestik Bruto yang menyentuh angka USD 5,1 triliun.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/863c799129.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar

  • 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban

  • Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, Minta Tinggalkan Warisan Kinerja bagi Kemajuan Jakarta

  • MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan

  • KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik

  • Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3

  • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini

  • Intip Paspor Pelaut Zaman Belanda di Museum Bahari Jakarta, Sejak 1939

Artikel Populer

  • 1Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
  • 2Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
  • 3Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
  • 4Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
  • 5Canda Prabowo soal Maung, Singgung Polri Tak di Bawah Menhan
  • 6Lansia Dijambret di CFD Rasuna Said, Pelaku Bercelurit Ditangkap, 1 Lainnya Kabur
  • 75 Bintang Piala Dunia yang Menikahi Cinta Pertamanya, Ada Messi
  • 8Rundown Konser Afgan di JCC Senayan Hari Ini
  • 9Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
  • 10APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM
  • 113.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
  • 12Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 FPPN Topik 3, Kupas Tuntas Kode Etik Guru PPG 2025

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Berita
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Olahraga

Populer Situs

Polri Usut Korupsi Pembiayaan Batu Bara: Ada 3 Tersangka, Tak Terkait "Blackout"

5 Tips Meal Prep untuk Pemula, Lengkap dengan Ide Menu Rp 200.000 Seminggu

Meta Digugat Pegawai, Tuding Perusahaan Pakai AI untuk Seleksi PHK

Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang

Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara

Apa Itu WAICO? Organisasi AI Dunia yang Baru Didirikan dan Indonesia Jadi Salah Satu Pendirinya

Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres

Usai Berdebat di DPR, Purbaya Tegaskan Penempatan Dana SAL Sah Secara Aturan

Artikel Populer

  • 1Pelajaran dari (Populisme) Argentina
  • 2MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
  • 349 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia
  • 4Pilih Rasuna Said Dibanding Bundara HI untuk CFD, Warga: Lebih Sepi, Lebih Fokus Olahraga
  • 5Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
  • 6Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
  • 7Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah
  • 8Trump Ingin AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Sendiri, Bisa Bareng China Juga
  • 9Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi
  • 10Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Berita
    • Olahraga
    • Wisata
    • Pendidikan
    ×