• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin TerancamArtikel

Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam

Hiburan2026-09-08 04:59:49772

 Sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur dan Bali mulai melirik opsi regrouping sekolah yang minim siswa baru. Contohnya di Kabupaten Buleleng, Bali.

Namun, pengamat mengingatkan kebijakan tersebut harus dilakukan dengan bijaksana dan dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Pengamat Pendidikan, Totok Amin menilai opsi regrouping merupakan langkah logis dan pragmatis. Namun, pemda harus bijaksana dan menggunakan perspektif jangka panjang sebelum memutuskan menerapkannya.

"Kalau kebijakan regrouping ini kurang matang, maka akibatnya bisa menimbulkan masalah baru," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2026).

Guru Honorer dan Siswa Berpotensi Terdampak

Totok mengingatkan, ada kelompok yang berpotensi terdampak apabila kebijakan regrouping sekolah diterapkan, apalagi jika tanpa perencanaan yang matang.

Menurut dia, guru honorer menjadi salah satu pihak yang rentan terdampak karena alokasi jam mengajar umumnya akan diprioritaskan kepada guru tetap.

"Biasanya, yang jadi korban nanti guru honorer, karena jamnya diprioritaskan ke guru tetap dulu ya, mau ASN atau guru tetap yayasan (kalau swasta)," katanya.

Tak hanya itu, Totok menilai siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin juga perlu mendapat perhatian. Sebab, jika regrouping membuat jarak sekolah menjadi lebih jauh, biaya transportasi dapat menjadi kendala bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.

"Mereka biasanya pasrah. Kalau tidak dapat sekolah negeri ya ke swasta yang seadanya. Atau, yang ditakutkan, tidak melanjutkan sekolahnya. Berhenti di SD saja," tandasnya.

Harus Pertimbangkan Banyak Aspek

Totok menjelaskan, pemda harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan menggabungkan sekolah yang minim siswa.

"Harus pelajari kondisi geografis dan sosial ekonomi, pikirkan akses ke sekolah induk (integrasi dari banyak sekolah), angka partisipasi kasar (APK), angka putus sekolah, jumlah anak tidak sekolah, ketersediaan guru tetap dan guru honorer, dan jumlah jam mengajar setiap guru," terangnya.

Ia menilai, saat ini regrouping lebih mendesak diterapkan pada jenjang sekolah dasar negeri (SDN). Namun, ke depan kebijakan serupa berpotensi dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya seiring meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap mutu sekolah.

"Mungkin saat ini yang urgent baru SD. Tetapi ke depan, bila orangtua semakin memerhitungkan mutu, maka banyak sekolah negeri di jenjang berikutnya akan dipaksa melakukan regrouping juga. Perhatikan aspek mutu sekolah juga saat melakukannya," tutupnya.

 
URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/303c899688.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor

  • Golkar Semprot Kadernya yang Terlibat Kericuhan DPRD Riau: Memalukan!

  • Bertemu Kajati, Kapolda Riau Tegaskan Polri-TNI-Jaksa Solid

  • Simpang Mampang Macet Segala Arah Malam Ini Imbas Pembongkaran JPO Tendean

  • 2 Maling Truk di Bogor Ditangkap Usai 2 Jam Beraksi, Pelaku Residivis

  • MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri

  • Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung

  • Eks Jenderal Nilai Operasional TNI Akan Terganggu jika Anggaran Pertahanan Dikurangi

Artikel Populer

  • 1Punya Model Hybrid, Mitsubishi Tambah Target Penjualan XForce
  • 2Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Membludak, Penonton Saling Dorong
  • 3Begini Cara BRI Permudah Layanan Keuangan WNI di Taiwan
  • 4Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan 3 Lokasi Kunker Wapres di Palembang
  • 5Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA
  • 6Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
  • 7Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
  • 8PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Penghinaan
  • 9Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP
  • 10Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Sipil
  • 11Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  • 12Pemprov Sumbar Siapkan Rehabilitasi Terpadu untuk Siswa MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom Rakitan

Tag Populer

  • Berita
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga

Populer Situs

Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Dunia Industri

Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Tiga Pembunuh Kacab Bank BUMN

LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar

BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia

Mensos Minta Program Kemensos Lebih Terintegrasi hingga Berbasis Data

Jadwal Kedatangan Mariano Peralta di Persib Jelang Piala Presiden 2026

Perusahaan Singapura Lirik Jateng, Siap Boyong Investor China dan Eropa

Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian

Artikel Populer

  • 1Kronologi Kepala SPPG Blora Hilang Usai Pamit Shalat hingga Dapur MBG Lumpuh, Pengganti Masih Ditunggu
  • 2Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
  • 3Prediksi Rafael Nadal, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Syarat...
  • 4Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia
  • 5Ketum Dekopin Bantah Anggapan Koperasi Kuno: Real Madrid Dikelola Koperasi
  • 6Foto Tumpukan Uang Diduga Milik Kepala SPPG di Pesisir Barat, KPPG Lampung Buka Suara
  • 7Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini
  • 8Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak
  • 9Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
  • 10Santriwati Cabut Pengakuan Dihamili Kiai Pekalongan, Ini Fakta Baru Kasus Padang Ati

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Berita
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Bisnis
    ×