• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan IklimArtikel

Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim

Hiburan2026-09-08 04:56:4685619

Para ilmuwan khawatir dunia sedang menuju kepunahan massal keenam, yaitu peristiwa di mana tiga perempat spesies di Bumi lenyap.

Kepunahan hebat seperti ini pernah terjadi lima kali sepanjang sejarah. Namun berbeda dari masa lalu, kepunahan kali ini sebagian besar dipicu oleh ulah manusia, seperti polusi dan perubahan iklim.

Para peneliti kini berlomba mencari cara untuk mencegah kehancuran tersebut, yang juga bisa mengancam pasokan makanan dunia secara serius.

Melansir Independent, Selasa (14/7/2026) Amy McEuen seorang peneliti dari Illinois, Amerika Serikat percaya ia telah menemukan jawabannya saat melakukan penelitian di pegunungan Provinsi Yunnan, China barat daya.

Pegunungan tersebut melindungi tempat tinggal 16 jenis primata seperti owa, monyet berhidung pesek, lutung, kera, dan kukang. Dan menurut McEuen, tempat itu bisa membantu melindungi hewan dan tumbuhan lain di ekosistem tersebut, sekaligus menjadi contoh untuk upaya pelestarian di masa depan.

“Usaha melindungi panda di China terbukti sangat berhasil menyelamatkan ratusan spesies asli lainnya. Ini karena panda membutuhkan area hutan yang sangat luas untuk bertahan hidup,” kata McEuen, profesor biologi dari University of Illinois Springfield.

“Dengan jutaan spesies yang harus dilindungi, kita tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkannya satu per satu. Untungnya, ada cara yang lebih cepat untuk menjaga keanekaragaman hayati, yaitu menggunakan pendekatan umbrella species (spesies payung),” jelasnya.

Pendekatan umbrella species

Primata, serta kelompok hewan lain seperti kucing besar seperti harimau atau singa dan reptil, adalah "spesies payung" yang membutuhkan wilayah jelajah sangat luas.

"Dengan melindungi habitat yang luas bagi hewan-hewan kunci ini, makhluk hidup lain di sekitarnya juga otomatis terlindungi dari bahaya ulah manusia," jelas McEuen.

Beberapa hewan yang paling disukai di dunia seperti orangutan, berang-berang laut, dan panda juga merupakan spesies payung. Hal ini dapat mempermudah usaha untuk mengajak orang-orang melestarikan mereka.

Namun, tentu saja ada tantangan lain yang bisa menghambat. Banyak hewan sering berpindah tempat, sehingga jauh lebih sulit untuk dilindungi.

McEuen menyebut upaya melindungi hewan yang sering berpindah tempat ini sebagai masalah yang lebih rumit.

“Meski begitu, kita bisa memikirkan cara menyediakan area persinggahan atau batu loncatan habitat di sepanjang jalur perjalanan mereka untuk membantu mereka,” catatnya.

Namun, para pelestari alam kini berpacu dengan waktu. Bumi kehilangan berbagai jenis kelompok hewan dengan kecepatan yang sama seperti kepunahan massal di masa lalu, yaitu ratusan hingga ribuan spesies setiap tahunnya.

“Kabar baiknya, kita belum benar-benar kehilangan mereka,” kata McEuen.

Menurutnya, tidak ada usaha yang terlalu kecil. Menanam taman bunga pemikat serangga di halaman atau di atap rumah saja sudah bisa membantu menjaga populasi serangga beserta hewan pemangsanya.

Hewan-hewan itu sendiri memberi kita alasan untuk tetap optimis. Sudah ada bukti bahwa beberapa spesies mulai beradaptasi dengan perubahan iklim, seperti mengubah ukuran tubuh dan perilaku mereka. Keanekaragaman genetik di dalam satu spesies juga membuat sebagian hewan lebih tahan banting dibanding yang lain.

Hal inilah yang sedang dicoba dikembangkan oleh para ilmuwan di laboratorium.

“Menurut saya, memanfaatkan kecerdasan kita untuk membantu alam juga memberi saya harapan, terutama saat berusaha menjaga keanekaragaman hayati yang ingin kita lestarikan,” kata McEuen.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/899c899092.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan

  • BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai

  • 3 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 20-26 Juli 2026, Ada Leo

  • Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen

  • Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera

  • Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka

  • Reza Arap Ungkap Alasan Aloy Tak Pernah Ikut Promo Harusnya Horror

  • Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu Pemkot Pangkalpinang Wajib Lampirkan Pelunasan Pajak Kendaraan

Artikel Populer

  • 1Film Aku Sebelum Aku: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang
  • 2Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga
  • 3Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas
  • 4Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Jadi Magnet Sport Tourism
  • 5Kapolresta Tangerang Sebut Hari Bhayangkara Jadi Momen untuk Berbenah
  • 6Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB
  • 7Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
  • 82 Lokasi Wisata Dunia yang Minta Dihapus dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO
  • 9Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
  • 10Disdukcapil Wonosobo Tawarkan 2 Alternatif Nama Bayi Muhammad MBG Subianto
  • 11Rapat Bareng Prabowo, Zulhas Minta Waktu 1 Bulan Bereskan Persoalan MBG
  • 12PT Inhutani I Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

Tag Populer

  • Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Berita
  • Teknologi
  • Wisata
  • Pendidikan

Populer Situs

Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya

Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan

Soundrenaline di M Bloc, Danilla Riyad: Lebih Intim

PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim

Setelah 18 Tahun, Mikha Tambayong Akhirnya Kolaborasi dengan Rayi Putra

Pemesanan Chery Q Tembus 3.000 Unit, Ini Bocoran Harga Resminya

LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar

10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI

Artikel Populer

  • 1Cara Membuang Minyak Bekas Memasak agar Tidak Menyumbat Saluran Air
  • 2Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil, Polisi Buru Pelaku
  • 3Antrean BBM di SPBU Medan Tak Lagi Meluber ke Jalan, Pengendara: Kalau Solar Masih Banyak yang Habis
  • 4Hadiah Juara Piala Dunia bagi Pemain Spanyol, Satu Orang Sembilan Miliar Rupiah
  • 5Lucas Digne Buka Suara soal Pelanggaran terhadap Lamine Yamal
  • 6Pasar Rakyat-Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni
  • 7Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini yang Kena OTT Tiba di Gedung KPK
  • 8Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
  • 9Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
  • 10Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Hiburan
    ×