• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan WargaArtikel

Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

Olahraga2026-09-08 05:01:271

Semarak Piala Dunia 2026 menyelimuti Indonesia karena mayoritas masyarakat Indonesia dikenal gila bola. Turnamen sepakbola yang digelar empat tahun sekali ini selalu menjadi momen istimewa yang dinantikan untuk dinikmati bersama.

Tradisi nonton bareng atau nobar kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Piala Dunia, mulai dari sudut pasar, warung kopi, balai warga, taman, hingga pusat perbelanjaan, yang dipenuhi pencinta sepakbola.

Mayoritas pertandingan yang berlangsung pada dini hari tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap terjaga, bahkan banyak yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyaksikan aksi para pesepakbola terbaik dunia.

Di Pasar Kebayoran yang nyaris tak pernah sepi, para pedagang memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas berdagang dengan berkumpul di depan televisi berukuran 24 inci. Canda, tawa, dan saling ledek antarpedagang membuat suasana di pasar terasa semakin hangat dan penuh keakraban.

Kehangatan juga tercipta di warung kopi karena menjadi tempat berkumpul warga untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui televisi berukuran kecil. Sedangkan pengemudi ojek daring dan warga yang melintas turut berhenti sejenak untuk menikmati pertandingan dan bersorak saat peluang emas tercipta.

Di balai warga, anak-anak yang mengenakan jersey tim nasional kebanggaan masing-masing tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Mereka bersorak menikmati pertandingan bola bersama teman-teman sebaya.

Suasana tak kalah meriah juga terlihat di pusat perbelanjaan saat warga memadati area nonton bareng. Setiap peluang gol dan aksi memukau para pemain disambut sorak-sorai serta tepuk tangan yang menggema di sepanjang pertandingan.

Nonton bareng juga diinisiasi sekelompok pemuda dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan, melalui konsep ‘nobar keliling’. Mereka membawa televisi berukuran 43 inci yang diletakkan di atas meja portabel.

Meski hanya mengandalkan sebuah televisi, nobar keliling tetap dipenuhi masyarakat dari berbagai usia. Mereka berkumpul, berbincang, dan berbagi semangat mendukung tim favorit sekaligus menyebarkan euforia Piala Dunia ke berbagai sudut Jakarta.

Di balik setiap gol dan sorak kemenangan, tradisi nonton bareng menghadirkan kehangatan yang sulit tergantikan. Saat peluit panjang pertandingan dibunyikan, yang tersisa bukan hanya hasil akhir di papan skor, tetapi juga kenangan akan kebersamaan dan semangat yang menyatukan masyarakat dalam euforia Piala Dunia 2026.

Seorang warga mencari diagnosa penyakit darah tinggi dengan Chat GPT

Sejumlah anak menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di salah satu balai warga di Gandaria Utara.

Sejumlah pedagang menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

Warga menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

Warga bersorak merayakan gol Spanyol saat mengikuti nonton bareng pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

Seorang pedagang menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semi final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

Potret salah seorang pendukung Argentina saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan

Sejumlah pendukung Argentina merayakan keberhasilan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.

Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/270d799722.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan

  • Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap

  • Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?

  • Ditarget Tuntas Malam Ini, Ini Progres Pembongkaran JPO Tendean

  • Sopir Xenia Tabrak 4 Motor hingga 3 Orang Luka di Pondok Gede Diamankan

  • Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah

  • Demi Nonton Piala Dunia, Pasien Puskesmas di Polman Sulbar Kabur Bawa Infus

  • Ciputra Gandeng Singapore Medical Group, Hadirkan Cancer Center

Artikel Populer

  • 1Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset
  • 2Deretan Aksi Rasisme di Piala Dunia 2026, Suporter hingga Pemain Jadi Korban
  • 3Ngerinya Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang
  • 4Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren
  • 5Hobi Lari Bawa Pasutri Asal Tangerang Keliling Indonesia
  • 6Sejoli Rampok Rumah di Klaten, Ancam Korban Pakai Parang
  • 7Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
  • 8Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • 96 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun
  • 10Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja
  • 11Ada Konser Akbar di Monas Malam Ini, Simak Rekayasa Lalinnya
  • 12Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Wisata
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Berita
  • Otomotif
  • Kesehatan

Populer Situs

Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Kena OTT

Daftar Korban KM Nurul Salsa Terbaru: 52 Selamat, 1 Meninggal, 25 Masih Dicari

Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Ratusan Orang Saling Serang, Motor Dibakar

Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan

Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib

KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah

Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China

Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya

Artikel Populer

  • 1Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
  • 2Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
  • 3Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  • 4Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
  • 5Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
  • 6Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau
  • 710 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
  • 8Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
  • 9Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380
  • 1010 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Berita
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Wisata
    ×