• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Kesehatan›Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim IranArtikel

Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran

Kesehatan2026-09-08 05:03:1042458

Sejak pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, para pejabat senior Republik Islam Iran semakin menggaungkan retorika mereka.

Para politisi, media yang dikendalikan negara, hingga pemimpin tertinggi Iran yang baru secara terbuka menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei.

Menurut gambar yang dipublikasikan media Iran, pada 14 Juli, dalam sidang tatap muka pertama parlemen Iran sejak perang dimulai, para anggota parlemen mengibarkan bendera merah bertuliskan seruan balas dendam. Lebih dari 180 dari total 290 anggota parlemen mendukung tuntutan untuk melakukan pembalasan.

Seruan balas dendam tidak hanya datang dari parlemen.

Media yang mendukung pemerintah juga gencar menggaungkan narasi tersebut. Pada Sabtu , surat kabar konservatif Hamshahri menerbitkan daftar yang mereka sebut sebagai "orang-orang yang diburu" dengan tajuk "Pembalasan Tak Terelakkan."

Daftar itu memuat 13 politisi dan pejabat militer Barat, termasuk menteri luar negeri, menteri pertahanan, Komandan Komando Pusat AS , hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.

"Ancaman-ancaman ini tidak bisa begitu saja dianggap sebagai retorika politik," kata pakar hukum sekaligus peneliti hak asasi manusia, Moein Khazaeli, kepada DW.

"Namun, pada saat yang sama, penting untuk membedakan antara kemampuan, niat, dan kemungkinan nyata untuk melaksanakan ancaman tersebut," lanjutnya.

Menurut Khazaeli, pemerintah Iran memiliki beberapa tujuan di balik retorika itu. Sebagian besar ancaman dapat dipandang sebagai bentuk perang psikologis sekaligus strategi penangkalan. Melalui cara ini, rezim berupaya menampilkan aparat militer dan keamanannya yang melemah seolah tetap kuat dan siap beroperasi.

Khazaeli juga menilai, pemerintah Iran ingin mengirim sinyal bahwa mereka dapat menggunakan metode terorisme jika tekanan internasional terus berlanjut. Menurutnya, ancaman itu tidak bisa diabaikan mengingat rekam jejak Republik Islam Iran dalam melakukan operasi di luar negeri.

Koran Hamshahri, yang dimiliki Pemerintah Kota Teheran, dikenal dekat dengan kelompok konservatif. Surat kabar itu termasuk pihak di lingkaran kekuasaan Iran yang menolak perundingan dengan Amerika Serikat dan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam , institusi militer paling berpengaruh di Iran.

Aktivis politik Iran, Reza Alijani, mengatakan upacara berkabung untuk Ali Khamenei juga memiliki tujuan politik.Menurutnya, kepemimpinan Iran memanfaatkan momen tersebut untuk kepentingan politik.

Ia mengatakan acara itu bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap rezim, mengalihkan perhatian dari kemunduran militer, serta melegitimasi kelanjutan konflik atas nama pembalasan.

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan pesan tersebut setelah pemakaman ayahnya. Alih-alih menekankan rekonsiliasi atau pembangunan kembali setelah berbulan-bulan perang, ia justru menitikberatkan pada pembalasan.

Sehari setelah masa berkabung selama sepekan berakhir, pernyataan yang dikeluarkan atas namanya, menegaskan akan melanjutkan perjuangan pemimpin sebelumnya.

"Kami bersumpah akan membalas darah sucimu dan darah seluruh syuhada dalam dua perang ini terhadap para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," tulis pernyataan tersebut.

Khazaeli mengatakan salah satu sasaran utama dari ancaman tersebut adalah para pendukung rezim sendiri.

"Selama bertahun-tahun, Republik Islam Iran selalu merespons kekalahan militer atau kegagalan di bidang keamanan dengan meningkatkan ancaman. Tujuannya adalah menciptakan kesan bahwa rezim tetap bertekad dan mampu melakukan pembalasan," ujarnya. "Bagi sebagian basis pendukungnya, narasi ini masih dipercaya dan terus diperkuat melalui propaganda negara."

Namun, menurut Khazaeli, pesan-pesan tersebut juga ditujukan kepada audiens internasional. Sasaran mereka bukan hanya pemerintah negara-negara Barat, tetapi juga para penentang Republik Islam Iran di luar negeri, termasuk jurnalis Iran, aktivis politik, pegiat hak asasi manusia, dan kelompok oposisi yang hidup dalam pengasingan sebagai eksil.

Dampak retorika tersebut juga terlihat dari respons terhadap kematian Senator Partai Republik AS, Lindsey Graham. Televisi pemerintah Iran dan sejumlah kanal Telegram yang mendukung pemerintah menyambut kabar kematiannya dengan nada puas, bahkan ada yang menyampaikan ucapan selamat.

Graham dikenal sebagai salah satu politikus AS yang selama bertahun-tahun mendukung kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Republik Islam Iran. Ia juga berulang kali menyerukan serangan militer dan pemboman terhadap Iran.

Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Tezar Aditya Rahman

Simak juga Video 'Houthi Ancam akan Serang Fasilitas Krusial Milik Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/79f799913.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel

  • Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

  • Jadi Tersangka, Polisi di NTB Bantah Perkosa Mahasiswi, Klaim Hubungan Disepakati

  • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia

  • Iran Serang Bahrain, Klaim Hancurkan Pusat AI dan Fasilitas Drone AS

  • Detik-detik Menegangkan Pendeta di Sibolangit Selamat dari Kecelakaan Maut: Puji Tuhan, Kami Ditolong

  • Biar Tagihan Tak Bengkak, Ini 5 Cara Menghemat Daya Listrik AC

  • Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa

Artikel Populer

  • 1Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
  • 2Ini Harga Rumah Lamine Yamal yang Dibeli dari Gerard Pique
  • 3SRT Sulsel Dibangun Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dilengkapi Smart Classroom
  • 4DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk Awasi Kepatuhan Pajak
  • 5Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan
  • 6Seminggu MBG Beroperasi, Harga Telur dan Ayam Potong di Bangkalan Naik
  • 75 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026
  • 8Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya
  • 9Telur Ceplok dan Telur Dadar, Mana yang Lebih Sehat? Ini Kata Dosen IPB
  • 10Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
  • 11Baju Biru Dongker Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Ini 43 Kombinasinya
  • 12Indonesia Berada di Jajaran Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah

Tag Populer

  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Berita
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Olahraga

Populer Situs

Polisi Selidiki Kematian Pengacara yang Jatuh dari Lantai 46 Apartemen

"Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat

Kronologi Petugas Bongkar Bagasi Bus DAMRI di Bakauheni, Temukan 977 Burung Liar Tanpa Dokumen

Paradoks Akreditasi Kampus di Era Disrupsi

Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan

Inter Milan Siapkan Tawaran Perdana untuk Djed Spence

Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang

Aturan Pemerintah soal Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini 3 Jenis yang Dibatasi

Artikel Populer

  • 1Ulah Pria di Depok "Challange" 2 Bocah Makan Cabai-Masuk Freezer Berujung Ditangkap
  • 2Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T
  • 3Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah
  • 4Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang
  • 5KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
  • 6Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
  • 7PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi
  • 8Penurunan Tanah Capai 16 cm Per Tahun, Bappeda Ungkap Ancaman Rob Pantura Jateng
  • 9[POPULER OTOMOTIF] Komparasi Motor Listrik VinFast dan Polytron Fox 350, Bocoran Innova Zenix
  • 10Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Otomotif
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Teknologi
    ×