• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Penurunan Tanah Capai 16 cm Per Tahun, Bappeda Ungkap Ancaman Rob Pantura JatengArtikel

Penurunan Tanah Capai 16 cm Per Tahun, Bappeda Ungkap Ancaman Rob Pantura Jateng

Hiburan2026-09-08 04:59:2647

Penurunan muka tanah menjadi salah satu faktor yang memperparah ancaman rob di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Di Kota Semarang, penurunan muka tanah disebut mencapai rata-rata sekitar 12 sentimeter per tahun, sedangkan di Demak dan Pekalongan, penurunannya mencapai 16 sentimeter per tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah Yusmanto mengatakan, penurunan muka tanah di sejumlah wilayah Pantura terjadi dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai kondisi tanah dan penggunaan air tanah di setiap daerah.

"Kalau di Kota Semarang ini berkisar rata-rata 12 sentimeter per tahun. Kalau Demak itu mungkin lebih dalam lagi sampai 16. Kemudian kalau yang Pekalongan kurang lebih sampai 16 juga," kata Yusmanto saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Hal yang memperparah penurunan muka tanah

Dia menilai penurunan muka tanah tersebut diperparah dengan kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim.

Kondisi itu membuat wilayah Pantura menghadapi ancaman ganda, yakni tanah yang terus ambles sementara permukaan laut mengalami kenaikan.

"Tanahnya ambles, lautnya naik. Jadi kalau kita lihat di Pantai Utara ini dari Brebes sampai Rembang aslinya semuanya kena," ujar dia.

Yusmanto mengatakan, dampak paling parah terjadi di sejumlah wilayah seperti Tegal, Pekalongan, Semarang dan Demak.

“Kalau Pantura ini kena abrasi dan pengaruh perubahan iklim, potensi ekonominya yang akan hilang juga besar,” bebernya.

Dia mengungkapkan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah adalah pengambilan air tanah.

Kondisi itu disebut terlihat di Pekalongan yang memiliki industri batik dengan kebutuhan air bersih cukup tinggi.

"Kalau Pekalongan karakteristiknya kan dia diambil air tanahnya untuk batik. Batik itu sebenarnya kebutuhan air tawarnya, air bersihnya untuk mencuci berkali-kali itu memang cukup tinggi," katanya.

Perlu upaya mengurangi pengambilan air tanah

Yusmanto menilai, upaya mengurangi pengambilan air tanah harus diikuti dengan penyediaan sumber air alternatif bagi masyarakat dan industri.

Ia mencontohkan penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Petanglong untuk memenuhi kebutuhan air tanpa bergantung pada air tanah.

Namun, penyediaan air baku juga menghadapi tantangan karena kapasitas bendungan yang belum mencukupi sehingga terdapat potensi kekeringan selama sekitar empat bulan.

"Karena kapasitas bendungannya belum ada sehingga ada potensi 4 bulan kering. Nah, itu tantangannya," ujarnya.

Yusmanto mengatakan, ancaman rob di Pantura tidak dapat ditangani hanya dengan pembangunan tanggul tetapi juga pengendalian pengambilan air tanah serta menyediakan sumber air alternatif.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/890e899101.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur

  • Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti

  • 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih

  • Arsene Wenger Jawab Kritik Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026

  • SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara

  • Tampang Maling Sadis Pembunuh Driver Ojol Saat Tidur di Tangerang

  • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis

  • Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79

Artikel Populer

  • 1Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
  • 2Gajah Bisa Tutup Saluran Telinga untuk "Dengar" Getaran Bumi
  • 3Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
  • 4Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat
  • 5Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026
  • 6Gunung Karangetang Sulut Erupsi, Lontarkan Material Pijar
  • 7Inflasi AS Turun, Investor Kripto Pantau Bitcoin dan Ethereum
  • 8Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah dengan Hati-hati
  • 9TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan
  • 10Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin
  • 11Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
  • 12BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia

Tag Populer

  • Wisata
  • Berita
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Olahraga

Populer Situs

Bangun Batch 3 IKN, Basuki Minta Tambahan APBN Rp 2,7 Triliun

Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor

Menjulang 27 Lantai, Gedung Kementerian Rp 1 T Ini Diejek Mirip Jagung

Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Terancam

35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban

Kasus Pengadaan Buah MBG Senilai Rp 170 Juta Lampung: Pemasok Apes, Pemilik Dapur Rugi Dobel

Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit

Wanita di Bekasi Sempat Cekcok dengan Pacar Sebelum Disekap

Artikel Populer

  • 1Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
  • 2Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
  • 3Pabrik Bukhur di Tangerang Terbakar, Tiga Orang Alami Sesak Napas
  • 4Pencarian Hari Ke-empat Belum Membuahkan Hasil, 25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
  • 5Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
  • 6Baku Tembak di Festival Toronto: 2 Orang Tewas, 4 Terluka
  • 7Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
  • 8Praperadilan Dikabulkan, Status Tersangka Piche Kota di Kasus Pemerkosaan Gugur
  • 9Bukan Sekadar Skincare, Dokter Ungkap Rahasia Kulit Pria Tetap Sehat dan Terawat
  • 10Pujian PM Keir Starmer Usai Inggris Raih Juara 3 Piala Dunia

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Bisnis
    ×