• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Otomotif›Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus FebrieArtikel

Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus Febrie

Otomotif2026-09-08 03:47:45112

Pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, panen kecaman dari berbagai pihak gara-gara ucapannya dalam konferensi pers. Hotman meminta maaf setelah dikecam oleh aktivis, jurnalis, hingga partai politik.

Dirangkum detikcom, Senin , Hotman bikin pernyataan yang menuai kecaman dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat . Hotman emosional dengan mengucapkan 'lu punya otak nggak', 'tanya kakekmu', 'shut up' hingga, 'kalau kau punya otak lu tahu jawabannya'. Hotman juga membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto saat membela Febrie.

Ucapan Hotman itu kemudian menuai kecaman. Mensesneg Prasetyo Hadi meminta Hotman Paris tidak membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo mengatakan kasus Febrie merupakan persoalan hukum.

"Ya, itu kan kita kembalikan ke proses hukum ya. Jangan dikait-kaitkan juga dengan Bapak Presiden," kata Prasetyo usai rapat bersama Pimpinan DPR di gedung DPR, Senayan.

Prasetyo mengatakan kasus hukum harus ditangani sesuai mekanisme hukum. Prasetyo mengatakan pemeriksaan pejabat tidak perlu izin dari presiden.

"Sepenuhnya kita kembalikan ke mekanisme hukum yang berlaku. Ya, saya rasa sih kembali kepada mekanismenya ya. Saya rasa nggak ada juga hanya pada saat masih proses pemeriksaan harus seizin Presiden itu," tuturnya.

Ketua DPP Gerindra Bambang Haryadi juga menegaskan Prabowo tidak pernah mengintervensi hukum. Bambang menyebutkan Prabowo menjunjung tinggi penegakan hukum yang seadil-adilnya.

"Gerindra menyayangkan statement Hotman Paris yang mengaitkan kasus mantan Jampidsus dengan presiden Prabowo. Ini sangat tidak benar, dan bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo tentang pemberantasan korupsi," kata Bambang.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan , Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, juga mengkritik pernyataan Hotman yang mengaitkan proses hukum terhadap Febrie dengan Prabowo. Dia menilai tak ada korelasi antara penetapan tersangka dan marwah atau perizinan presiden.

"Jangan seret-seret nama Presiden Prabowo untuk membela klien. Tidak ada korelasi antara proses hukum yang dijalani Febrie Adriansyah dengan marwah Presiden. Justru marwah Presiden akan semakin terjaga apabila orang-orang di sekelilingnya bersih dari dugaan korupsi," kata Habib Syakur dalam keterangannya.

Forum Pemred juga menyesalkan sikap dan cara pengacara Hotman Paris dalam merespons pertanyaan wartawan di kantor Kejaksaan Agung. Pernyataan Hotman Paris dinilai merendahkan profesi wartawan.

"Pilihan kata dan cara Hotman Paris Hutapea dalam merespons pertanyaan wartawan sangat tidak profesional dan merendahkan profesi wartawan yang sedang bekerja menjalankan amanat UU Pers No 40 tahun 1999," kata Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti.

Persatuan Wartawan Indonesia Pusat turut mengecam pernyataan pengacara Hotman Paris yang dinilai merendahkan wartawan. PWI menyebutkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik diatur oleh undang-undang.

"Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers," ujar Ketum PWI Pusat Akhmad Munir.

Hotman 2 Kali Minta Maaf

Hotman kemudian minta maaf. Permintaan maaf pertama disampaikan terkait ucapan 'lu punya otak nggak' kepada wartawan.

"Pernyataan maaf dari saya Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia, PWI, dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lu punya otak enggak sih?'," kata Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya.

Hotman kemudian menjelaskan alasan dirinya mengucapkan kata-kata itu. Dia mengaku ditanyai hal yang sama beberapa kali. Dia mengaku ucapan 'lu punya otak' muncul karena emosi.

"Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak-balik saya tidak tahu, akhirnya saya jawab, 'Kamu punya otak nggak sih?'. Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu," ujarnya.

Dia kembali menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan. Dia mengaku tidak punya niat apapun.

"Terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional, tetap saya mengatakan, menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Hotman kemudian mengunggah video permintaan maaf lain. Kali ini, dia meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri. Dia meminta maaf atas ucapannya saat membela Febrie.

"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia. Halo Bapak Jaksa Agung. Halo Bapak Kapolri. Halo Bapak Kapolda Metro Jaya. Dengan ini Hotman menyatakan permohonan maaf kalau ada ucapan atau tindakan saya yang kurang berkenan pada waktu konferensi pers, pada waktu setelah selesai pemeriksaan tersangka mantan Jampidsus di Kejaksaan Agung, pada tanggal 17 Juli 2026," kata Hotman dalam video yang diunggahnya.

Dia mengatakan ucapannya merupakan upaya membela Febrie. Dia mengatakan dirinya hanya menggunakan kemampuan sebagai pengacara.

"Apa pun yang saya ucapkan murni hanya dari aspek kepengacaraan. Tidak ada motivasi atau keterlibatan politik apa pun. Ya, murni hanya skill sebagai pengacara yang tugasnya adalah berusaha melindungi kliennya secara hukum," ujarnya.

"Sekali lagi, Bapak Presiden RI, Bapak Jaksa Agung, Bapak Kapolri, dan Bapak Kapolda Metro Jaya, sekali lagi Hotman minta maaf," sambungnya.

Febrie sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait kasus Asabri. Kasus ini awalnya ditangani oleh Mabes Polri. Kasus tersebut kemudian diserahkan ke Kejagung.

Lihat Video 'Hotman Paris Minta Maaf soal Sebut Wartawan "Lu Punya Otak Gak"':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/771b699222.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi

  • Prabowo: Saya Diserang soal MBG, tapi Ribuan Triliun Menguap Tak Ada Protes

  • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya

  • SD Negeri Sepi Peminat, Mendikdasmen Buka Suara

  • Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG

  • Inggris Vs Argentina, Melihat Lagi Gol "Tangan Tuhan" Maradona di Piala Dunia 1986

  • Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi

  • Trump Sudah Tak Peduli Kesepakatan Damai dengan Iran

Artikel Populer

  • 1Polisi Selidiki Pelaku Curanmor yang Tembak Ojek di Matraman Jaktim
  • 23 Zodiak yang Diprediksi Beruntung pada 16 Juli 2026, Ada Virgo
  • 3Pengguna Lama iPhone Makin Setia, Sedikit yang Pindah dari Android
  • 44 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
  • 5Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah
  • 6Kuwait Klaim Cegat Serangan Drone dari Iran
  • 7Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat
  • 8Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
  • 9Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
  • 10Faiq Pedagang Kambing di Kota Batu Santai Ramai Disebut Mirip Yesus
  • 11Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M
  • 12Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Berita
  • Kesehatan

Populer Situs

MTsN Asahan Tolak MBG, Bobby Nasution: SPPG-nya Perlu Dikoreksi

Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas

UAD Resmi DO Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi

Wanita di Bekasi Sempat Cekcok dengan Pacar Sebelum Disekap

Pengendara yang Nekat Lewat Trotoar Daan Mogot Jakbar Bakal Ditilang ETLE

Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Menhub Optimalkan Pelabuhan Tanjung Wangi dan Celukan Bawang

Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong

Artikel Populer

  • 13.000 Orang Bakal Ramaikan Merdeka Night Run di IKN
  • 2Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
  • 3Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Kena OTT
  • 4Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat
  • 5Ajak Lulusan STIP Jakarta Jadi Guardians of Environtmen, Mendikti Bekali 4 Karakter
  • 6Sosok Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Petinggi Perusahaan
  • 7Benarkah Beli BBM Pakai QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000? Ini Penjelasannya
  • 8Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
  • 9Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak dan Melawan Saat Diduga Diculik di Jakpus
  • 10Rasa Group Bidik Timur Tengah hingga AS, Andalkan Ekspor Brand Kuliner Indonesia

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Berita
    • Hiburan
    • Olahraga
    ×