• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBGArtikel

Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG

Olahraga2026-09-08 04:57:277

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Badan Gizi Nasional tidak terlalu lama menerapkan moratorium pembangunan dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis . Dia mendorong agar dapur yang sudah dibangun dan memenuhi kriteria mendapat prioritas untuk dilanjutkan.

Mulanya, Yahya mengatakan ada tiga kebijakan yang diterapkan BGN di bawah kepemimpinan baru. Kebijakan itu di antaranya moratorium dapur baru, refocusing penerima manfaat, serta efisiensi anggaran.

"Terkait dengan moratorium dapur baru Komisi IX telah mengadakan RDPU dengan mitra MBG yang terdiri dari berbagai asosiasi dan konsorsium," kata Yahya kepada wartawan, Minggu .

"Aspirasi mereka BGN harus berlaku adil dan menempatkan mereka secara setara, karena mereka secara resmi mendapat persetujuan bekerjasama dengan BGN untuk membangun dapur dan telah mendapat ID. Kerjasama mereka sah secara kelembagaan dengan BGN, bukan kerjasama dengan perorangan," sambungnya.

Yahya menyebut para mitra telah mengeluarkan investasi untuk pembangunan dapur MBG. Bahkan, sebagian dari mereka harus meminjam dana dari bank hingga menjual aset untuk membiayai pembangunan. "Mereka juga sudah keluar uang untuk menjaga dan merawat bangunan yang sudah selesai. Mereka telah berinvestasi jadi harus dihargai dan diperhatikan oleh BGN," ujarnya.

Politisi Golkar ini pun meminta BGN memberikan batas waktu yang jelas selama masa moratorium. Selain itu, juga melakukan evaluasi terhadap dapur yang masih bisa dilanjutkan kerja samanya.

"BGN harus punya limit waktu untuk melakukan moratorium sekaligus evaluasi serta membuat klasifikasi terhadap dapur yang bagaimana yang masih bisa dilanjutkan kerjasamanya," paparnya.

"Bagi dapur yang sudah ada SPPI dan sudah ada virtual accountnya harus diprioritaskan untuk dilanjutkan. Kedua, dapur yang sudah selesai dibangun juga perlu mendapat prioritas. BGN jangan terlalu lama melakukan moratorium karena hal ini menyangkut kepastian," sambungnya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan MBG merupakan salah satu program yang dibiaya oleh masyarakat. Dia mengatakan kerja sama masyarakat resmi secara kelembagaan dengan BGN.

Yahya juga meminta pembangunan dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar menjadi perhatian. Menurutnya, ada sekitar 2.000 dapur yang sudah selesai dibangun namun masih terkendala kebijakan moratorium.

"Yang perlu mendapat prioritas untuk dilanjutkan adalah pembangunan dapur di daerah 3T. Informasinya ada 2.000 dapur yang sudah selesai di bangun tapi sekarang terkendala dengan adanya moratorium. Itu harus diprioritaskan untuk dilanjutkan kerjasamanya," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Trenggono meminta waktu kepada para mitra Satuan Pelayanan Program Gizi mengenai kebijakan moratorium dapur Makanan Bergizi Gratis . Trenggono menjelaskan pihaknya memerlukan waktu untuk membenahi dan menata kembali program MBG tersebut.

Ia awalnya menyatakan BGN sangat memahami adanya berbagai keluhan dari mitra SPPG setelah program MBG ini dimoratorium. Namun, ia menegaskan penghentian sementara ini tidak akan berlangsung selamanya.

"Kemarin keluhan dari mitra, ya datang ke sini untuk menyampaikan unek-uneknya dan sebagainya. Ada yang ditanyakan juga tadi dari Komisi IX. Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya, jadi hanya penghentian sementara," kata Trenggono kepada wartawan usai rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat .

Dia pun mengimbau para mitra SPPG memberikan waktu kepada BGN. Saat ini, kata dia, BGN tengah fokus menata ulang terhadap sekitar 27 ribu SPPG yang sudah terbentuk di berbagai wilayah.

"Kita berikan waktu dong untuk menata kembali. Sejumlah 27 ribu sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali. Kemudian juga untuk SPPG yang lain-lain, seperti yang berada di wilayah 3T , semuanya akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya," jelasnya.

Simak juga Video: Prabowo Sebut Banyak Penyusup di MBG, Minta Kepala Daerah Cek Semua Dapur

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/261b799731.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari

  • India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas

  • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya

  • Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

  • Rooney Minta Timnas Inggris Pertahankan Tuchel, Kecuali Pep Guardiola Datang

  • 4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi

  • Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis

  • Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026

Artikel Populer

  • 1Nusron Ancam Pecat Pegawai BPN yang Telat Ukur Tanah
  • 2Buka Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA, Bamsoet Tekankan Integritas
  • 3Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
  • 421 Motor Parkir di Trotoar ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
  • 5BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
  • 6Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
  • 7Dosen ASN yang Viral di Sidang MK Ungkap Alasan Sempat Ingin Tinggalkan Dunia Pendidikan
  • 8Burnham Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris, Ini yang Dibahas
  • 9Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Pukul 02.00 WIB, Ini Cara Nontonnya di TVRI dan Live Streaming
  • 10Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
  • 11Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen
  • 12Menkum Pastikan Kenaikan Tarif Lepas Kewarganegaraan untuk Perbaikan Layanan

Tag Populer

  • Bisnis
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Berita

Populer Situs

Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta

Peringatan Tsunami Dicabut, Tak Ada Kerusakan Besar Imbas Gempa Meksiko

KPK Rampung Analisis Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli, Motif Didalami

Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan

Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini

Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi

Bupati Pati Nonaktif Sudewo Akui Pernah Minta Jatah Proyek Nur Widayat Naik Jadi 30 Persen, Ini Alasannya

Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak

Artikel Populer

  • 1TPA Cipayung Depok Kebakaran, Api Menyala Besar
  • 2Tidak Cocok dengan Micky van de Ven, Barcelona Fokus Cari Penyerang Baru
  • 3Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
  • 4Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
  • 5Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok
  • 6Rumah Kepala BPKAD Sukoharjo Digeledah KPK, Satu Koper Dibawa
  • 7Temuan BPK, Belasan Tahun Tak Ada Retribusi dari Lapak Taman Kyai Langgeng Magelang
  • 8Warga Gaza Pun Sambut Spanyol yang Tekuk Argentina
  • 9Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
  • 10Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Berita
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Wisata
    ×