• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Hiburan›Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi AnakArtikel

Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

Hiburan2026-09-08 05:00:315

Berdasarkan hasil koordinasi cepat dengan pihak sekolah, terungkap hanya ada 2 murid yang tercatat memiliki kebiasaan tidak biasa, yakni meminta izin pulang lebih awal setiap kali jam pelajaran sedang berlangsung.

Untuk mendalami kondisi ekonomi mereka, DinsosP3AP2KB Kudus juga telah melakukan pengecekan data desil kemiskinan dari kedua keluarga murid tersebut.

"Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan assessment dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno.

Jaminan Pemenuhan Hak dan Kebutuhan Dasar Anak

Winarno berjanji, apabila hasil asesmen di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut memang berasal dari keluarga kurang mampu yang terpaksa bekerja demi menyambung hidup, pemerintah akan segera turun tangan memberikan bantuan dan pendampingan khusus.

Langkah intervensi sosial yang disiapkan salah satunya adalah mengupayakan program rehabilitasi sosial agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dasar tidak terabaikan.

"Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

Dalam menjalankan proses asesmen keluarga tersebut, pihak dinas akan bekerja sama secara intensif dengan Pemerintah Desa Hadipolo guna memastikan data yang diperoleh akurat dan objektif.

Stigma Sekolah Kampung Sosial dan Sepinya Pendaftar

Isu mengenai murid yang diduga mengemis ini mencuat di tengah tekanan psikologis yang dihadapi SD 5 Hadipolo. Sekolah dasar negeri tersebut kini harus menanggung stigma negatif dari masyarakat sekitar sebagai "sekolah kampung sosial".

Stigma ini muncul karena mayoritas murid yang bersekolah di sana merupakan anak-anak dari keluarga terdampak relokasi bantaran Kali Gelis yang kini bermukim di kawasan Desa Hadipolo. Akibat label miring tersebut, sekolah ini sepi peminat pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, membenarkan bahwa label negatif tersebut sangat memengaruhi kondisi psikologis di lingkungan sekolahnya.

"Untuk stigma itu memang kita dapat informasi dari masyarakat di sini sekolah kampung sosial. Di mana seluruh anak di sini itu memang dari kampung sosial yang orang-orang itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu siang.

Hadi juga mengonfirmasi adanya kebiasaan aneh beberapa murid yang kerap mendesak guru kelas agar diizinkan pulang lebih cepat sebelum kegiatan belajar mengajar usai tanpa alasan yang jelas.

"Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," kata Hadi menceritakan kembali interaksi di dalam ruang kelas.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/633c899358.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Bola Jadi Cermin Bangsa: ‘Sosiologi’ Final Piala Dunia 2026

  • WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik

  • Mulai 17 Juli, Pasokan Air PAM Jaya di 7 Kelurahan Jakbar Terhenti Sementara Selama 6 Hari

  • Ada 2 Juta Keluarga di Jabar Belum Memiliki Rumah, Sekda Jabar: 90.000 ada di Kota Bandung

  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak

  • Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng

  • Israel Ikut Cegat Rudal Iran yang Mengarah ke Yordania

  • Peneror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Kini Ditahan, Terancam 20 Tahun Penjara

Artikel Populer

  • 1Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar
  • 2Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
  • 3Polda Sumsel Ungkap Sindikat Penipuan Website Palsu Bhayangkara Run 2026
  • 4Ada Hidden Gem Buat Warga Santai-Olahraga di Jaksel, tapi Harus Lewati TPU
  • 5Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
  • 6Momen Kapolda Riau dan Ojol-Mahasiswa Nobar Final Piala Dunia di Polda Riau
  • 7Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
  • 8Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
  • 9Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya
  • 10Negosiasi Buntu, Frans Putros Hengkang dari Persib
  • 11PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
  • 12775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Berita
  • Teknologi
  • Otomotif

Populer Situs

AI Jadi Senjata Baru Kelompok Teroris? Ini Temuan Terbarunya

Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi

Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa

Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan

Waka MPR Ajak Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Mitigasi Bencana

Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP

Followers Instagram Hotman Paris Turun Usai Bela Febrie Ardiansyah

Artikel Populer

  • 1Mulai 17 Agustus, Proses Balik Nama Sertifikat Cuma 10 Hari
  • 2SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah
  • 3Kondisi Kamar Ternyata Bisa Ungkap Kualitas Hubungan, Ini Kata Penelitian
  • 4Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
  • 5Massa Demo Mulai Orasi di Medan Merdeka Selatan, Lalin Arah Gambir Ditutup
  • 6Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut
  • 7Ngerinya Kebocoran Gas Paling Mematikan dalam Sejarah, 3 Ribu Orang Tewas
  • 8Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri
  • 9Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU
  • 10SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Berita
    ×