• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Kesehatan›Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat HormuzArtikel

Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz

Kesehatan2026-09-08 05:01:3911761

Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab di Selat Hormuz, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan atas Iran berturut-turut.

UEA menyebut serangan itu sebagai tindakan yang "terang-terangan", seraya mengatakan seorang awak kapal berkewarganegaraan India tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

IRGC juga mengonfirmasi telah menargetkan fasilitas-fasilitas AS di Yordania dan Bahrain dalam serangan semalam.

Sementara itu, militer AS menyatakan telah menyelesaikan serangan terhadap sejumlah target yang bertujuan melemahkan "kemampuan Iran untuk menyerang pelayaran komersial".

Harga minyak naik pada perdagangan Selasa pagi ini, dengan minyak mentah Brent menguat 1,9% menjadi US$84,87 per barel, sementara minyak yang diperdagangkan di AS naik 2% menjadi US$79,75 per barel.

Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Berikut yang sejauh ini diketahui.

Tim BBC Verify menelusuri pergerakan terbaru dua kapal yang menjadi sasaran serangan, yang oleh Uni Emirat Arab diidentifikasi sebagai kapal tanker minyak mentah Mombasa B dan kapal tanker gas alam cair Al Bahiya, dengan menggunakan citra satelit.

Kapal tanker Mombasa B tidak menyiarkan lokasi publiknya selama lebih dari 10 hari sebelum serangan terjadi.

Berdasarkan data dari situs pelacakan maritim MarineTraffic, kapal tersebut berangkat dari terminal minyak Zirku di UEA pada 2 Juli dan dijadwalkan menuju Khor Fakkan, juga di UEA.

Citra satelit yang ditinjau BBC Verify menunjukkan kapal itu melakukan transfer muatan dari kapal ke kapal dengan kapal tanker lain bernama He Rong Hai di lepas pantai Fujairah pada 8 Juli.

Baca juga:

Menurut perusahaan intelijen maritim TankerTrackers, Mombasa B mengangkut sekitar 1,9 juta barel minyak UEA yang kemudian dipindahkan ke He Rong Hai.

Sementara itu, kapal tanker LNG Al Bahiya juga tidak menyiarkan lokasi publiknya selama lebih dari 14 hari.

Posisi terakhir yang diketahui menurut data MarineTraffic menunjukkan kapal itu berada di lepas pantai India bagian barat.

Namun, analisis TankerTrackers yang didukung citra satelit dan ditinjau BBC Verify menunjukkan bahwa kapal tersebut berada di dekat Ras Laffan di kawasan Teluk pada 22 Juni.

Temuan ini mengindikasikan bahwa data lokasi yang tersedia untuk publik kemungkinan telah dimanipulasi sehingga tidak mencerminkan posisi sebenarnya kapal tersebut.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa dua kapal tanker menjadi sasaran rudal jelajah Iran saat melintasi Selat Hormuz di perairan Oman pada malam hari.

Menurut keterangan tersebut, serangan itu menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.

Dari para korban yang terluka, enam orang adalah warga negara India dan dua lainnya warga negara Ukraina.

Selat Hormuz BBC

UEA menambahkan bahwa kedua kapal tanker, Mombasa dan Al Bahiyah, mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, yang juga memicu kebakaran di atas kapal.

Pemerintah UEA mengecam serangan yang disebutnya sebagai tindakan yang "terang-terangan" .

Abu Dhabi menyebut insiden itu sebagai "pelanggaran serius" dan "pelanggaran jelas" terhadap hukum internasional, seraya menegaskan bahwa pihaknya memiliki "hak penuh untuk merespons" dengan "segala langkah yang diperlukan".

Belakangan, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan yang dipublikasikan di Telegram.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kedua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan berupaya melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

IRGC menambahkan bahwa "kerja sama dengan musuh agresor" hanya akan berujung pada penyesalan, kerusakan, dan tertundanya pembukaan kembali jalur pelayaran di selat tersebut, serta berpotensi memicu "krisis energi global".

Militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut, sementara sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran .

Presiden Donald Trump mengatakan AS menyerang Iran dengan "sangat keras" di tengah meningkatnya eskalasi serangan antara kedua negara.

Sementara itu, Uni Emirat Arab menuduh Iran melakukan serangan yang "terang-terangan" terhadap dua kapal tanker di selat tersebut.

Serangan itu dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, dengan empat korban mengalami luka berat.

IRGC mengonfirmasi serangan terhadap kapal-kapal tersebut. Menurut mereka, dua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan mencoba melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

Perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz kini mengancam upaya-upaya untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

Pada Senin, AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Trump juga mengatakan AS akan mengenakan biaya sebesar 20% sebagai bagian dari operasinya untuk mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut.

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta mengenakan biaya sebesar 20% untuk seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Trump mengatakan langkah tersebut akan mencegah "kapal-kapal Iran maupun pelanggan Iran" masuk atau keluar melalui jalur pelayaran minyak yang strategis itu.

Namun, menurutnya, "semua negara lain akan tetap memiliki akses yang adil dan terbuka ke Selat Hormuz".

Blokade tersebut akan mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu Timur AS.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pihak yang menyediakan jalur pelayaran yang aman "seharusnya memperoleh kompensasi atas layanan tersebut".

Namun, dia menegaskan Iran akan tetap menjadi "PENJAGA" Selat Hormuz, menggunakan istilah yang sebelumnya dipakai Trump.

Teheran dan Washington terlibat perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz setelah kedua pihak saling melancarkan serangan di kawasan tersebut semalam.

AS menyatakan telah menyerang sejumlah sasaran militer di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar pesisir, serta lokasi peluncuran rudal dan drone.

Iran mengatakan telah membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, serta fasilitas radar di Oman.

Seiring meningkatnya perselisihan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, Presiden Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Berikut yang sejauh ini diketahui:

Blokade tersebut, menurut Trump, akan mencegah "kapal-kapal Iran atau pelanggan Iran" untuk masuk atau keluar melalui Selat Hormuz, sementara semua negara lain tetap akan memiliki "akses yang adil dan terbuka" ke jalur pelayaran tersebut.

Trump juga mengatakan bahwa, "demi keadilan", AS akan mengenakan biaya sebesar 20% atas seluruh kargo yang diangkut melalui selat itu.

Selat Hormuz, Iran, ASReuters

Dana yang diperoleh dari pungutan tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk menutupi biaya dalam menyediakan "keselamatan dan keamanan" di kawasan yang disebutnya sebagai salah satu wilayah paling bergejolak di dunia.

Namun, masih belum jelas bagaimana AS akan menerapkan pungutan tersebut. Organisasi Maritim Internasional menyatakan tidak ada "dasar hukum" untuk langkah semacam itu.

Blokade tersebut akan diberlakukan oleh Komando Pusat Amerika Serikat dan dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu Timur AS.

Simak juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/427e799565.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala

  • Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha

  • Salut! Siswa SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan di Situs NASA

  • Daftar 8 SD Negeri di Sragen yang Bakal Dilebur pada 2026

  • RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas

  • Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka

  • Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren

  • Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil di Medan Dibongkar, Otak Pelakunya Ternyata Penjaga Kos Korban

Artikel Populer

  • 1Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
  • 2Prabowo ke Mentan Amran Sulaiman: Negara dan Bangsa Masih Butuh Kau
  • 3Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
  • 4Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
  • 5Absen 18 Tahun, Peterpan Hibur Fans Malaysia lewat Konser The Journey Continues
  • 6Sambil Menahan Tangis, Istri Kenang Sosok Serda Hengki yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi
  • 7Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • 8Gubsu Bobby Penuhi Janji Berkantor di Nias 3 Bulan, Dimulai Rabu Pekan Ini
  • 9Chef Kapal Pesiar Mewah Ungkap 5 Kebiasaan Makan Orang Super Kaya demi Panjang Umur
  • 10Sepatu Pink, Kunciran Haaland, dan Pesta Identitas di Piala Dunia
  • 11Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
  • 12Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

Tag Populer

  • Wisata
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Berita
  • Kesehatan

Populer Situs

Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap

Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja

Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi

Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi-TPPU Terkait ASABRI

Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan

Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa

Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah

Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan

Artikel Populer

  • 1Kembali Menguatnya Usulan Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG
  • 2Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor
  • 3Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026
  • 4Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
  • 5Tak Selalu Berbeda, Ini 4 Persamaan Peminum Kopi dan Matcha
  • 6Tri Tito Sebut Sinergi Pemda-TP PKK Percepat Program Prioritas di Grassroots
  • 72 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi
  • 8Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong
  • 9Voltron Buka SPKLU Baru di Puri Indah, Ada 24 Titik Cas
  • 10Lihat IG Pramono, Warga Langsung Bawa Kucing Sakit ke Klinik Hewan Keliling

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Wisata
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Olahraga
    ×