• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 PersenArtikel

Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen

Wisata2026-09-08 05:02:252126

TANIMBAR, KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Proyek Abadi LNG Blok Masela harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menguntungkan investor.  

Sejalan dengan komitmen tersebut, proyek strategis nasional senilai sekitar Rp 300 triliun itu diproyeksikan mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga 4,51 poin persentase.

"Dan yang utama, rakyat harus makmur, ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua harus ada komitmen, harus ada keseriusan. Masyarakat sekitar harus terdampak positif," kata Prabowo saat memberikan sambutan secara virtual pada groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Prabowo mengatakan, pembangunan proyek tersebut harus memberikan keuntungan bagi seluruh pihak, mulai dari investor, negara, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan proyek.

"Sekali lagi saya tegaskan, jalani proyek ini sebaiknya dan saling menguntungkan, investor untung, dan Indonesia juga harus diuntungkan," ujar Prabowo.

Senada dengan Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan mengawal agar manfaat proyek dapat dirasakan langsung masyarakat lokal.

"Dan saya akan pastikan pembangunan ini berdampak dan bermanfaat juga untuk masyarakat lokal," kata Bahlil.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, pengembangan Proyek Abadi LNG Blok Masela diperkirakan mampu menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga 4,51 poin persentase sampai 2055.

Dampak positif juga diproyeksikan dirasakan di tingkat provinsi maupun nasional. Tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku diperkirakan turun 0,71 poin persentase, sementara secara nasional turun sekitar 0,04 poin persentase.

Selain itu, proyek tersebut diperkirakan mampu menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Maluku sebesar 0,95 poin persentase, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja selama masa konstruksi maupun operasional.

PSN Blok Masela Serap 12.000 Pekerja

Sebelumnya, pemerintah juga memperkirakan Proyek Abadi LNG Blok Masela akan menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada puncak fase konstruksi dan sekitar 850 pekerja saat memasuki fase operasi. Sekitar 30 persen dari kebutuhan tenaga kerja tersebut ditargetkan berasal dari masyarakat Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Tak hanya menciptakan lapangan kerja, pemerintah menilai Blok Masela akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung hilirisasi industri gas, mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan aktivitas industri lokal di Maluku.

Selain itu, Blok Masela juga akan menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan industri gas yang lebih rendah emisi.

Tingkat Kemiskinan Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Proyek Abadi LNG Blok Masela diproyeksikan memberikan dampak sosial yang signifikan bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. 

Pemerintah memperkirakan tingkat kemiskinan di daerah itu dapat turun 4,51 poin persentase hingga 2055. Dengan tingkat kemiskinan saat ini sebesar 23,38 persen, penurunan tersebut diproyeksikan membawa angka kemiskinan menjadi sekitar 18,87 persen. 

Saat ini, terdapat sekitar 26.460 penduduk di Kepulauan Tanimbar yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. 

Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pembangunan infrastruktur, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

Tentang Blok Masela

Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek yang dioperasikan INPEX Masela Ltd. ini memiliki nilai investasi sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp300–330 triliun.

Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak ditemukannya cadangan gas pada 1998, proyek tersebut akhirnya memasuki tahap pembangunan melalui groundbreaking pada 16 Juli 2026. Pemerintah menargetkan Blok Masela mulai berproduksi pada periode 2029–2030 dan menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/192c699801.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Soal Konflik 2 Desa di Flores Timur, Wabup: Pemkab Sudah Bekerja Maksimal

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet

  • Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas

  • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen

  • Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...

  • Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden

  • Gunung Semeru Meletus 6 Kali Sejak Pagi, Keluarkan Asap Setinggi 1.000 Meter

  • Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026

Artikel Populer

  • 14 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
  • 2PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
  • 3Prabowo Beri Waktu BGN Benahi Tata Kelola MBG dalam 1 Bulan
  • 4Viral Croissant Topping Mirip Rambut Manusia, Apakah Halal? Ini Kata Akademisi dan MUI
  • 5Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi
  • 616,3 Juta Wisatawan Datang ke Bali Sepanjang 2025, Macet Jadi Ancaman
  • 7Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan
  • 8Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah
  • 9Kisah Pilu Luluk Ilhana, "Single Mom" di Jepara yang Di-PHK gara-gara Ketiduran 2 Menit
  • 10Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
  • 11Hobi Terasa Ringan, Pekerjaan Berat Dimulai? Penelitian Ungkap Penyebabnya
  • 12DPD Pastikan Aspirasi Daerah Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan

Tag Populer

  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Wisata

Populer Situs

Viral Kopdes Merah Putih Malang di Seberang Telaga, Kades Sebut Sengaja Diambil dari Sudut Tertentu

Bus Sinar Jaya Terguling Usai Hantam Truk di Brebes, 4 Orang Terluka

7 Fakta OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Sempat Nobar Bola hingga Sita Ratusan Juta

Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur

LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar

Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi

[POPULER GLOBAL] Pentagon Cemas Perang Iran Meluas | Spanyol Juara Piala Dunia

Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan

Artikel Populer

  • 1Jejak Prestasi Indonesia di China Open, Warisan Candra/Sigit dan Minions
  • 2Pertamina Tindak Tegas Sopir Tangki "Nakal", Distribusi BBM di Medan Kembali Normal
  • 3Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Andalkan Green Port dan Digitalisasi
  • 4Jadwal KRL Solo-Jogja pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Palur ke Tugu
  • 5Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79
  • 6Kemenag Sebut Tambahan Anggaran Rp 5,7 Triliun untuk TPG dan Dosen Sudah Disetujui Kemenkeu
  • 7Pesan Kapolda di Riau Bhayangkara Run: Jaga Alam untuk Generasi Penerus Kita
  • 8Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam
  • 9Penyebab Penyelenggara Open Trip Di-blacklist 2 Tahun di Gunung Lawu
  • 10Viral 2 Pekerja Migran Asal Agam Terikat Minta Dipulangkan dari Myanmar, BP3MI Tindak Lanjuti

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Berita
    • Hiburan
    • Olahraga
    ×