• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Berita›7 Arahan dan Evaluasi Prabowo Jelang 2 Tahun Masa PemerintahanArtikel

7 Arahan dan Evaluasi Prabowo Jelang 2 Tahun Masa Pemerintahan

Berita2026-09-08 04:59:43493

Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna menjelang dua tahun pemerintahannya. Prabowo memberikan arahan dan evaluasi program dan kinerja di kabinetnya.

Sidang kabinet paripurna digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin . Sidang diikuti sejumlah menteri hingga kepala lembaga.

"Hari ini saya sengaja melaksanakan sidang kabinet paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi presiden RI menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja. Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat tahap tahun kedua tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat," kata Prabowo dalam arahan di awal sidang kabinet.

Menurut Prabowo menjelang dua tahun kepemimpinannya, dirinya dan seluruh jajaran kabinet Merah Putih sudah sangat bekerja keras. Menurutnya, padatnya agenda pemerintahan membuat seluruh jajaran kabinet terkadang tidak menyadari banyaknya pencapaian yang telah diraih.

"Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Saya, kita, tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri, menjelang 2 tahun kita sudah sangat bekerja dengan sangat keras, dan sangat padat," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan evaluasi dilakukan bukan untuk mencari pihak yang bersalah maupun membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

"Kadang dengan kita bekerja keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita, karena kita menghadapi masalah besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan," lanjutnya.

"Dan kita menghadapi kenyataan pahit yang harus kita akui, merupakan tantangan kita bersama, kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding bandingkan, tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya," lanjutnya.

Berikut sejumlah arahan dan evaluasi Prabowo saat sidang kabinet:

Prabowo Subianto mengatakan sudah lebih dari 108 masalah di negeri ini yang telah diselesaikan. Menski demikian, dia tak ingin tinggi hati membanggakan pencapaian yang telah pemerintahannya lakukan.

"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita," ucap Prabowo.

"Tapi kalau kita berprestasi kita akui bahwa kita berprestasi, tidak ada bangsa lain yang menghormati kita kalau kita tidak menghargai bangsa kita sendiri," lanjutnya.

Prabowo mengatakan pemerintah mendapat mandat dari rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Karena itu, dia meminta seluruh jajaran kabinet tidak gentar menghadapi tantangan yang ada.

"Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan. Kita paham seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham semua masalah kita paham," ujarnya.

Prabowo mengatakan dirinya menemukan sejumlah persoalan yang jauh lebih besar dan di luar perkiraan. Salah satunya kebocoran kekayaan negara.

"Kita mengerti justru ini yang kita pilih diberi mandat untuk kita selesaikan, kita paham ada ketimpangan masyarakat kita, tapi terus terang saja saya katakan, di mana-mana, saya sendiri, sebagai presiden, sebagai yang diberi mandat bersama saudara Wapres kita disumpah. Saya sendiri tidak menduga, sesungguhnya beberapa masalah sangat di luar perkiraan kita," ujarnya.

"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, praktik-praktik penyeludupan, hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita," ujarnya.

Temuan tersebut merupakan bagian dari data lembaga-lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa . Dia mencontohkan Indonesia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu dan menurutnya hal itu tidak masuk akal.

"Ini bukan data kita, ini data lembaga internasional, ini data dari PBB, tapi seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti di dalam negeri dan luar negeri. Semua tahu negara penghasil kelapa sawi tadi dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal," ucapnya.

Prabowo menilai pemerintah telah menyelesaikan banyak persoalan dalam kurun waktu 18 bulan terakhir. Dia berjanji menuntaskan berbagai masalah.

"Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan," ucapnya.

Prabowo mengaku heran terhadap orang yang nyinyir terkait program Makan Bergizi Gratis . Sementara, kekayaan negara ribuan triliun selama puluhan tahun tidak banyak dipersoalkan.

"Setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran, kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya, itu yang jadi ukuran, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberikan dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah memberi makan, pangan," kata Prabowo.

"Kalau ada orang-orang pintar bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar ya saya persilakan Saudara-saudara, yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak makan," lanjutnya.

Prabowo berupaya memastikan harga pangan tetap terkendali, pupuk tersedia dengan harga terjangkau bagi petani. Semuanya, kata Prabowo beriringan terlaksana lewat program MBG.

"Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk petani, dengan harga yang terjangkau, kita bertanya apakah sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah," ujarnya.

Prabowo kemudian menyoroti kritik yang terus dialamatkan kepada pemerintah terkait pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program tersebut justru menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

"Saudara-saudara saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," ujarnya.

Prabowo meyakini kondisi Indonesia saat ini semakin kuat. Dia membantah berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps.

"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, ternyata semakin hari semakin kuat, padahal dunia sedang perang," ujarnya.

Ia menekankan Indonesia semakin kuat di tengah krisis dunia. Prabowo menyinggung masalah pangan di berbagai negara yang mulai risau, sementara Indonesia bahkan sudah swasembada. Begitu juga di sektor energi, menurutnya, Indonesia lebih siap daripada negara lain.

"Banyak negara merasa risau dan panik mengenai masalah pangan, kita sudah duluan swasembada pangan. Masalah energi pun kita menghadapi kesulitan, tetapi kita lebih siap dari yang lain. Ini bukan membuat kita lengah, ini bukan membuat kita cepat puas, tidak," pungkasnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan tebang pilih dalam menindak berbagai bentuk penyelewengan. Menurutnya, praktik korupsi dan penyimpangan harus diberantas secara tegas.

"Kita sedih ada oknum-oknum, ada pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan dari suatu pekerjaan atau suatu usaha yang begitu besar, tapi apa boleh buat. Kalau itu memang penyakit, harus kita hadapi dengan sedih kita tindak ya," ujarnya.

Prabowo memastikan pemerintah akan terus memberantas penyelewengan tanpa membedakan pelaku. Ia mengibaratkan penanganan korupsi seperti mengobati penyakit kanker.

"Dan kita terus akan tindak. Sekali lagi, berkali-kali saya bilang bahwa kita tidak akan pilih kasih. Kita tidak akan tebang pilih. Kita tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan. Tentunya kita butuh kearifan kadang-kadang, waktunya kapan, bilamana, di mana, bagaimana," ujarnya.

"Karena kita ingin menyehatkan badan Indonesia. Kalau ada orang umpamanya kena kanker, jalan pintas bisa, potong aja tangannya, potong aja kakinya kan begitu? Tapi mungkin dengan ketepatan, dengan terapi, dengan teknologi, dengan... kita bisa tanpa terlalu merusak badan. Sama, saya dapat pelajaran bahwa ekonomi suatu negara sama dengan badan kita," lanjutnya.

Menurut Prabowo, perekonomian negara memiliki kemiripan dengan tubuh manusia yang harus dijaga kesehatannya. Karena itu, praktik korupsi dan berbagai bentuk manipulasi ekonomi harus diberantas agar tidak merusak fondasi ekonomi nasional.

"Kalau kita memelihara badan kita dengan baik, ekonomi... badan kita akan sehat. Sama. Badan ekonomi kalau dipelihara dengan baik akan sehat. Tapi kalau diracuni dengan mark up, dengan korupsi, dengan penipuan, dengan under invoicing, dengan transfer pricing, dengan patgulipat, permainan antara birokrat sama pengusaha, antara bank kasih kredit ke itu-itu saja, ya rusak, sakit. Nah ini kita sedang perbaiki," ucapnya.

Prabowo menegaskan komitmennya mempercepat reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi dan digitalisasi layanan pemerintahan. Ia meminta percepatan implementasi Single National Identity Card sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan.

Mulanya Prabowo menyebut Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pembangunan, tapi tetap perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.

"Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak," ujar Prabowo.

Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menegaskan pentingnya menyederhanakan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah, katanya, tengah merintis digitalisasi pemerintahan melalui GovTech dan berbagai program transformasi digital lainnya.

"Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya," katanya.

Prabowo juga berharap implementasi Single National Identity Card dapat segera direalisasikan agar layanan publik menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

"Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya," ungkapnya.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/882a799110.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • MTsN Asahan Tolak MBG, Bobby Nasution: SPPG-nya Perlu Dikoreksi

  • MPLS Sekolah Rakyat, Mensos: Pastikan Aman-Nyaman, Tak Ada Perpeloncoan

  • Presiden LaLiga Konfirmasi Barcelona Kembali ke Aturan Rasio 1:1

  • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar

  • Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat

  • Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa

  • Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Pembaruan

  • 3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL

Artikel Populer

  • 1Sopir Taksi Online yang Disewa Terdakwa Culik-Bunuh Kacab Bank Divonis Bebas
  • 2Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?
  • 3DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid
  • 4IHSG Ditutup Melonjak 1,10 Persen, Investor Asing Serok Rp 725 Miliar
  • 5Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
  • 6Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita
  • 7KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim
  • 8Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
  • 9BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  • 10Tawuran Remaja Pecah di Medan Labuhan, Satu Pria Tewas Tertembak pada Wajah
  • 11Lari Bareng Pramono, Menkop Ajak Gen Z Kenal Koperasi Lewat GenCoopRun
  • 12Kisah Pilu Luluk Ilhana, "Single Mom" di Jepara yang Di-PHK gara-gara Ketiduran 2 Menit

Tag Populer

  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Berita
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Wisata

Populer Situs

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak

Beasiswa JAPFA 2026 bagi Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa D3-S1, Ada Bantuan Pendidikan dan Peluang Karier

Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi Sampai Malam

DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid

PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya

Mendes Yandri Pastikan KDKMP Tak Matikan UMKM dan Warung di Desa

29.830 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Digembleng, Pemerintah Kejar SDM Siap Kelola Ekonomi Desa

Gunung Anak Krakatau Mereda tapi Masih Siaga, Erupsi Terakhir 11 Juli 2026

Artikel Populer

  • 1Rumah Wanita di Kediri Diduga Sengaja Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
  • 2Viral Diduga Konflik Antartetangga di Gambir hingga Pria Digotong Paksa
  • 3Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Jebol, Permukiman di Tapanuli Tengah Terendam 1,5 Meter
  • 4Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan
  • 5Voltron Buka SPKLU Baru di Puri Indah, Ada 24 Titik Cas
  • 6Foto Tumpukan Uang Diduga Milik Kepala SPPG di Pesisir Barat, KPPG Lampung Buka Suara
  • 7Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa
  • 8Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
  • 9Tanpa Ariel NOAH, Peterpan Sukses Bikin Nostalgia di Hadapan 5.000 Penonton Malaysia
  • 10Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Berita
    ×