• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap LesuArtikel

Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu

Olahraga2026-09-08 05:03:117466

KOMPAS.com – Euforia penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko tidak mampu memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian negara tersebut.

Meski stadion dipenuhi penonton dan jutaan wisatawan datang selama turnamen berlangsung, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai terbatas.

Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 13 laga digelar di Meksiko.

Namun, turnamen yang berakhir pada Minggu (19/7/2026) itu gagal memenuhi target ambisius pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), yang sebelumnya mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini.

"Kami tidak melihat Piala Dunia akan mengubah secara struktural arah perekonomian Meksiko," kata Kepala Ekonom Rankia Humberto Calzada, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026).

Menurut Calzada, Piala Dunia hanya memberikan stimulus jangka pendek bagi ekonomi Meksiko. Pemerintah memperkirakan ekonomi negara itu tumbuh 1,8-2,8 persen pada 2026, sementara proyeksi analis hanya sekitar 1,1 persen.

Sejumlah lembaga keuangan juga memangkas proyeksi dampak ekonomi ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Banorte menurunkan estimasi kontribusi Piala Dunia terhadap PDB Meksiko menjadi hanya 0,4-0,5 persen, dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 0,62 persen.

Sementara itu, Banamex memperkirakan total dampak ekonomi turnamen sekitar 2 miliar dollar AS, atau setara sekitar 0,1 persen dari PDB Meksiko.

Nilai tersebut bahkan kurang dari separuh remitansi yang diterima Meksiko pada Mei, yang mencapai 5,6 miliar dollar AS.

Deloitte juga merevisi proyeksi penciptaan lapangan kerja sementara menjadi sekitar 100.000 pekerjaan, atau 10 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Di sisi lain, BBVA melaporkan indikator konsumsi rumah tangga Meksiko justru turun 0,2 persen secara bulanan pada Juni. Pengeluaran masyarakat untuk hotel turun 10,5 persen, sementara belanja di restoran menyusut 4,9 persen. Hanya sektor hiburan yang mencatat kenaikan, yakni 16,5 persen.

Manfaat ekonomi Piala Dunia juga tidak dirasakan merata di tiga kota penyelenggara, yakni Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.

Asosiasi Restoran Meksiko melaporkan sekitar separuh restoran di wilayah tersebut mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan pekan biasa. Kondisi itu dipengaruhi tingkat okupansi hotel yang rendah serta aksi demonstrasi yang terjadi di Mexico City.

Data lalu lintas penumpang udara pun menunjukkan hasil yang beragam. Jumlah penumpang meningkat tipis di bandara Guadalajara dan Monterrey sepanjang Juni, tetapi justru menurun di bandara utama Mexico City.

Para analis menilai prospek ekonomi Meksiko masih lebih ditentukan oleh kepastian hubungan dagang dengan Amerika Serikat dan Kanada melalui Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang akan segera ditinjau kembali.

Ketidakpastian terkait peninjauan perjanjian tersebut membuat banyak perusahaan menunda investasi. Di saat yang sama, ekonomi Meksiko tercatat mengalami kontraksi 0,6 persen pada kuartal pertama 2026.

Dana Moneter Internasional (IMF) pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Meksiko tahun ini menjadi 1,2 persen dari sebelumnya 1,6 persen, mencerminkan masih lemahnya prospek ekonomi negara tersebut.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/851c899140.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kebakaran TPA Cipayung Depok Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki

  • Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?

  • MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri

  • Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari Ini Tak Pakai Jas Almamater, Mengapa?

  • Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme

  • Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api

  • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat

  • OSCT Indonesia Gandeng BOPPJ Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pencemaran Laut

Artikel Populer

  • 1Diet Bebas Gluten Bikin Berat Badan Matt Damon Turun, Pakar: Bukan Karena Glutennya
  • 2Tips Merawat Janda Bolong agar Tumbuh Subur, Pemula Wajib Tahu
  • 3Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
  • 4Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0
  • 5Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
  • 6Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek
  • 7Prediksi Hasil Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Menurut Para Legenda Sepak Bola
  • 8Berbekal Pelatihan BRI Peduli, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
  • 9Pemulihan Bencana, 3 Menteri Bergantian Datangi Tanah Gayo dalam Sepekan
  • 10Asap Kebakaran Hutan di Kanada dan Minnesota Selimuti Washington DC
  • 11Dinilai Lalai, Sopir Truk Galon Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 4 Orang di Sibolangit
  • 12Disdukcapil Wonosobo Tawarkan 2 Alternatif Nama Bayi Muhammad MBG Subianto

Tag Populer

  • Wisata
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Berita
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Otomotif

Populer Situs

3 Hal Paling Dinantikan dari A Shop For Killers 2

Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah

Simpang Mampang Macet Segala Arah Malam Ini Imbas Pembongkaran JPO Tendean

Jaga Kelancaran Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Sumut

Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU Kehutanan, Dibuat Sejalan Putusan MK

Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki

Ditarget Tuntas Malam Ini, Ini Progres Pembongkaran JPO Tendean

Ampas Kopi Bisa Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Ini Penelitiannya

Artikel Populer

  • 1Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
  • 2Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
  • 3Pujian PM Keir Starmer Usai Inggris Raih Juara 3 Piala Dunia
  • 4Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
  • 5Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung
  • 6Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas
  • 7Asosiasi Mitra BGN Curhat di DPR: Ada Keracunan, Kami yang Dianggap Salah
  • 8Pramono Persilakan ASN DKI Nonton Final Piala Dunia 2026, Asal Kinerja Tak Berkurang
  • 9Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
  • 10Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Berita
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Wisata
    • Pendidikan
    ×