• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa TakutArtikel

Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut

Olahraga2026-09-08 04:59:5871

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai ruang yang aman bagi demokrasi. Rano menekankan bahwa Jakarta harus menjadi kota tempat warganya bebas berkumpul dan berpendapat tanpa dibayangi rasa takut.

Rano menyampaikan itu saat membuka kuliah umum bertajuk 'Jalan Buntu Reformasi' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, pada Sabtu . Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli .

"Sebagai Wakil Gubernur, komitmen saya sederhana untuk diucapkan, tapi tidak mudah dijalankan. Satu, Jakarta tetap menjadi kota di mana orang boleh berkumpul, berpendapat, dan berbeda tanpa takut," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Rano menyatakan bahwa ruang-ruang publik di Jakarta, termasuk kampus, harus tetap terbuka bagi diskusi dan kritik, sekalipun isinya ditujukan kepada pemerintah daerah.

"Kampus ke kampus, ruang-ruang publik kota harus tetap terbuka untuk forum seperti hari ini. Termasuk ketika isinya mengkritik kami ," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa 'Bang Doel' itu mengaku memiliki ikatan emosional dan utang budi terhadap keberanian para pejuang peristiwa 27 Juli 1996. Dia menyebut karir politiknya berjalan di atas jalan yang dibuka oleh pengorbanan para korban Kudatuli.

"Saya bukan korban Kudatuli, saya tidak berhak memakai penderitaan sebagai jubah. Tapi justru karena itu saya merasa berutang. Demokrasi yang memungkinkan seorang seniman dipilih rakyat, dibayar dengan tubuh orang-orang yang bertahan di Diponegoro," ungkap Rano.

Menurut Rano, peristiwa Kudatuli bukan sekadar nostalgia, melainkan tugas yang belum selesai. Terutama menyangkut pengakuan negara dan keadilan bagi keluarga korban.

"Kuda Tuli belum selesai. Selama kasus ini belum dituntaskan secara hukum, selama korban dan keluarganya belum mendapat pengakuan penuh dari negara, maka peringatan tahunan kita baru setelah jalan ini. Dan hutang itu tidak lunas dengan hanya karangan bunga," sebutnya.

Dia juga menyoroti kondisi reformasi saat ini yang dinilai banyak pakar menghadapi jalan buntu akibat menguatnya oligarki dan menyempitnya ruang sipil. Alih-alih defensif, dia mengajak jajaran pemerintahan untuk mencari solusi lewat kebijakan yang manusiawi.

"Sebagai orang yang berada di dalam pemerintahan, kebiasaan buruk kami adalah defensif, sedikit-dikitnya menjawab kritik dengan daftar prestasi. Hari ini saya tidak mau begitu," imbuh Rano.

Dia kemudian menganalogikan kebijakan Jakarta dengan karakter yang diperankannya, Si Doel. Menurutnya, Si Doel adalah representasi rakyat kecil yang kerap terpinggirkan oleh pembangunan.

"30 tahun lebih saya memerankan anak Betawi yang sekolah menjadi insinyur sambil narik oplet. Dulu saya kira itu cuma cerita keluarga, makin tua saya makin sadar Si Doel itu cerita politik," cerita Rano.

"Cerita yang orang kecil yang tanahnya digusur, yang hidupnya dipinggirkan pembangunan, tetapi tetap percaya bahwa sekolah, kerja keras, dan harga diri bisa mengubah nasib," sambungnya.

Rano menekankan bahwa pihaknya selalu memperhatikan warga kecil dalam setiap kebijakan.

"Si Doel tidak boleh hanya jadi tontonan, dia harus jadi ukuran. Setiap kebijakan Jakarta harus bisa menjawab satu pertanyaan: Apakah ini memudahkan atau menyusahkan hidup orang seperti Si Doel dan keluarganya?" pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/498a699495.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Polresta Tangerang Tangkap Pengedar Tramadol, 493 Butir Obat Keras Disita

  • 13 Mahasiswa Indonesia Dapat Beasiswa SingCham 2026, Dubes Singapura Dorong Keterampilan Mandiri

  • Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal

  • Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi

  • Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Membludak, Penonton Saling Dorong

  • Kak Seto Usul DKI Jadi Provinsi Pertama Punya Seksi Perlindungan Anak Tiap RT

  • ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Pertanian Lahan Gambut

  • Profil Timnas Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Argentina

Artikel Populer

  • 1Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
  • 2SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara
  • 3AI Jadi Senjata Baru Kelompok Teroris? Ini Temuan Terbarunya
  • 4Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
  • 5MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI
  • 6Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
  • 7Asosiasi Mitra BGN Curhat di DPR: Ada Keracunan, Kami yang Dianggap Salah
  • 8Viral Pria di Tangerang Tusuk-tusuk Orang Random, Pelaku Ditangkap
  • 9Trump Sebut Pemilu AS 2020 Diintervensi China
  • 10Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
  • 11Cerita Ibra, Bocah Kelas 6 SD di Boyolali yang Dapat Penghargaan Internasional Usai Temukan "Bug" NASA
  • 12Tanggal 18 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tag Populer

  • Wisata
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Bisnis

Populer Situs

4 Pelaku Penculikan Kacab Bank Ilham Divonis 8 Tahun Penjara

Kejagung Pastikan Telusuri Info Komisi III soal Bunker di Kasus Febrie

Tawuran Remaja Pecah di Medan Labuhan, Satu Pria Tewas Tertembak pada Wajah

Misteri Warga Madiun Hilang di Korea Selatan, Berawal dari Pamit Pergi ke Surabaya

Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan

Foto Tumpukan Uang Diduga Milik Kepala SPPG di Pesisir Barat, KPPG Lampung Buka Suara

Prabowo Yakin RI Bangkit, Ini Pesannya buat yang Merasa Indonesia Suram

Viral Wanita di Bekasi Diduga Dianiaya-Disekap Pacar, Polisi Turun Tangan

Artikel Populer

  • 1Barat ke Timur, Gelombang Panas Semakin Merajalela di AS
  • 2BP MPR Gelar FGD di Padang, Bahas Amandemen UUD 45 hingga Keadilan Ekonomi
  • 3Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah
  • 4Line Up Artis di Final Piala Dunia 2026: Shakira, Bieber, Hingga BTS
  • 5Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
  • 6Tak Mau Terus Menunggu Anggaran Pemerintah, Warga di Lampung Timur Patungan Bangun Jalan Impian
  • 7Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • 8Masih Misteri, Polisi Persilakan Pemilik Ambil BMW Tak Bertuan di Polres Jaksel
  • 9Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun
  • 10Kasus Kematian Pasien Anak di Pangkalpinang, Dokter Ratna Divonis Bebas

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Berita
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Kesehatan
    ×