• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial KlubArtikel

Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub

Olahraga2026-09-08 04:56:1466541

Manajemen menaruh target serius untuk menjadikan unit bisnis apparel ini sebagai salah satu tulang punggung yang menyumbang pendapatan serta menopang kebutuhan finansial klub secara jangka panjang.

"Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Melalui Octagon, kami ingin mengoptimalkan potensi pasar yang besar dari basis suporter kami dan mengalokasikannya langsung untuk operasional tim," ujar Praditya dalam konferensi pers di Stadion Surajaya, Minggu.

Demi menjaga kualitas dan daya tarik visual produk, manajemen Persela tidak main-main dalam proses produksi.

Manajemen Persela Lamongan resmi menggandeng brand apparel lokal, Octagon, sebagai penyedia perlengkapan olahraga resmi tim untuk mengarungi kompetisi musim Pegadaian Championship 2026-2027. Octagon sendiri menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Manajemen Persela Lamongan resmi menggandeng brand apparel lokal, Octagon, sebagai penyedia perlengkapan olahraga resmi tim untuk mengarungi kompetisi musim Pegadaian Championship 2026-2027. Octagon sendiri menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.

Octagon menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia, yang dipercaya khusus untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.

Sentuhan desainer nasional ini diharapkan mampu mendongkrak nilai jual produk tanpa kehilangan identitas lokal khas Lamongan.

Manajemen Persela mematok target penjualan yang cukup tinggi untuk pasar apparel musim ini, yakni berada di kisaran 35.000 hingga 45.000 buah produk terjual ke tangan konsumen.

Praditya mengakui, pada musim-musim sebelumnya proses pendistribusian produk merchandise resmi Persela dinilai masih kurang maksimal sehingga belum mampu menjangkau seluruh lapisan pendukung.

Belajar dari evaluasi tersebut, manajemen kini berfokus pada pembenahan sistem dan pembentukan saluran distribusi yang lebih terintegrasi.

Direktur Bisnis Persela Praditya Aditya KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Direktur Bisnis Persela Praditya Aditya

"Pembelian nantinya bisa dilakukan secara langsung di official store maupun lewat sistem online. Kami menyadari pendistribusian yang lalu kurang maksimal, maka sekarang kami membentuk dan memperkuat saluran distribusinya agar semua kelompok suporter bisa menjangkaunya dengan mudah," tutur Praditya menambahkan.

Langkah perbaikan tersebut dibuktikan dengan kesiapan distribution channel yang matang serta dimulainya realisasi investasi di sektor ini. Langkah manajemen yang mulai mandiri mengelola ekosistem bisnis sepak bola ini mendapat sambutan hangat dari kelompok suporter setia mereka, LA Mania.

Perwakilan suporter Persela, Frans, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah manajemen yang meluncurkan Octagon.

Menurutnya, kelompok suporter LA Mania sudah siap memborong jersei resmi Persela sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung finansial klub kesayangan mereka secara legal dan langsung.

 
URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/6c899985.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka

  • Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah

  • Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan

  • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka

  • Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah, Perlukah Izin Presiden? Ini Kata Pakar

  • BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM

  • Riuh Tawa Anak-anak di Pantai Tangkoko saat Belajar Menjaga Laut dari Segenggam Sampah

  • Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan

Artikel Populer

  • 1I.League Rombak Kalender Kompetisi, League Cup Hadir Mulai November
  • 2Kick Off Perancis Vs Inggris Beda dengan Final, Awas Jangan Salah!
  • 3Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AI
  • 4Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas
  • 5Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz
  • 6Anak Diperkosa 27 Orang, 2 Pelaku Dititipkan di Pesantren Sampang
  • 7Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes
  • 8Timnas Inggris jadi Tim ke-16 Peraih Peringkat Ketiga Piala Dunia
  • 9Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
  • 10Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Tak Sangka Pesannya Bikin Heboh, Kini Menyesal
  • 11Rundown Hari Pertama Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026, Ada Tahiti 80
  • 12Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara

Tag Populer

  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Berita
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Bisnis

Populer Situs

Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator

BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa

Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380

80 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan

Final Piala Dunia 2026: Tarian Tango Vs Flamenco

Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380

Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung

DJP Sebut Pajak Marketplace Tak Bikin Harga Barang Naik, Ini Penjelasannya

Artikel Populer

  • 1Mahasiswa Indonesia Tembus Finalis Kompetisi Global IFT FIRST 2026
  • 2Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
  • 3Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
  • 4Hampir 50 Tahun Tinggal di Rumah Warisan, Nurbaeti Terpaksa Angkat Kaki Kena Eksekusi Lahan di Pangandaran
  • 5Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
  • 656 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah
  • 7Ini Harga Rumah Lamine Yamal yang Dibeli dari Gerard Pique
  • 8Saksikan Ibunya Rekonstruksi Bunuh Ayahnya di Banyumas, Anak Korban Pingsan dan Histeris
  • 9Hasil Japan Open 2026: Ubed Wujudkan Keinginan Hadapi Anders Antonsen
  • 10Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Berita
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    ×