• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak SehatArtikel

Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat

Bisnis2026-09-08 05:01:034433

Kasus dugaan peledakan bom rakitan yang dilakukan seorang siswa di MAN 3 Kota Padang memunculkan pertanyaan. Mengapa aksi teror atau kekerasan di lingkungan sekolah belakangan semakin sering terjadi?

Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Menurut dia, munculnya berbagai aksi kekerasan di kalangan pelajar merupakan gejala lingkungan sosial yang sedang tidak sehat.

"Ini sudah menjadi persoalan lingkungan sosial yang tidak sehat. Keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sebagai tiga pilar pendidikan karakter berjalan tidak seimbang," kata Erianjoni kepada Kompas.com, Rabu (15/07/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul kasus seorang siswa berinisial R yang diduga membawa empat bom rakitan ke MAN 3 Kota Padang.

Satu bom sempat meledak di depan ruang kelas XII IPS 7 saat jam istirahat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk pengakuannya yang merasa menjadi korban perundungan.

Menurut Erianjoni, kekerasan di sekolah lahir dari akumulasi berbagai persoalan.

Ia menilai keluarga mulai kehilangan fungsi pengawasan, sekolah belum optimal membangun pendidikan karakter, sedangkan media sosial memberi ruang sangat luas bagi remaja mengakses berbagai konten negatif.

"Media sosial sudah terlalu kebablasan. Semua hal ada di sana. Bahkan cara merakit bom juga bisa dipelajari. Cara menyakiti diri sendiri juga ada," ujarnya.

Selain itu, media sosial juga menjadi ruang pembentukan kelompok eksklusif di kalangan remaja.

Menurut dia, budaya pamer di media sosial memperkuat keinginan remaja membentuk kelompok, mencari pengakuan, hingga melakukan kekerasan.

Ia mencontohkan fenomena tawuran pelajar di Kota Padang yang sempat marak dipublikasikan melalui media sosial.

"Kita pernah melihat tawuran dipamerkan di media sosial. Ketika polisi membatasi aktivitas media sosial kelompok tawuran, kasusnya ikut menurun," katanya.

Erianjoni menilai penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan penegakan hukum.

Pemerintah, menurut dia, juga perlu menyediakan lebih banyak ruang publik bagi remaja untuk menyalurkan energi mereka melalui kegiatan positif.

"Sekarang anak-anak hampir tidak punya ruang bermain. Lapangan minim, fasilitas olahraga terbatas, bahkan menggunakan fasilitas umum harus membayar. Energi mereka akhirnya disalurkan ke hal-hal negatif," ujarnya.

Ia juga meminta sekolah menerapkan aturan yang tegas terhadap praktik perundungan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/573b699420.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan

  • Temuan Mortir di Gudang Rongsokan Gegerkan Warga Malang, Tim Gegana Turun Tangan

  • Blue Bird Gandeng Innova Zenix Hybrid, Angkat Bicara Soal Kritik

  • Iran Diduga Lacak Ponsel Tentara AS, Manfaatkan Celah Telekomunikasi

  • Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak

  • Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol

  • Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia

  • Polrestabes Medan Bongkar Modus Sindikat Pemerasan Berkedok Seksual yang Picu Tewasnya ASN

Artikel Populer

  • 1Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Terancam
  • 2Memaki dan "Berdoa"
  • 3Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Rp 14,2 Miliar Kasus Pinjol ke Kas Negara
  • 4Feryanto Takumansang Ubah Kecintaan pada Laut Menjadi Sumber Penghidupan Lewat Wisata Pulisan
  • 5Akses Masuk Tol Cikarang Barat Diperbaiki, Pengendara Diminta Waspada
  • 6I.League Rombak Kalender Kompetisi, League Cup Hadir Mulai November
  • 7Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
  • 8Apakah Cabut Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan? Cek Syarat dan Ketentuannya
  • 9Pesan Haru Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
  • 10Hasil Piala AFF Wanita 2026: Indonesia Runner up Grup B Usai Ditahan Kamboja 1-1
  • 11Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang
  • 12Kekeringan Melanda 5 Desa di Dompu NTB, 240 KK Terdampak

Tag Populer

  • Hiburan
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Berita
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga

Populer Situs

Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen

Normalisasi Distribusi BBM di Sumut Dipercepat, Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam

Tanpa Messi, Timnas Argentina Pulang Usai Gagal Juarai Piala Dunia

Dedi Mulyadi Minta Wacana SPP di SMA dan SMK Negeri Dikaji Dulu, Ingatkan Optimalkan Dana BOS

FIFA Hadirkan Tradisi Baru, Pemenang Final Piala Dunia 2026 Bakal Diberi Cincin Juara

Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa

6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia

Zohran Mamdani Jajaki Potensi Penangkapan Netanyahu di Sidang Umum PBB

Artikel Populer

  • 1Penggeledahan Hampir 8 Jam di Kantor Dinkes Banjar, Penyidik Kejari Bawa 48 Dokumen dan Komputer
  • 2Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
  • 3Thierry Henry: Para Pemain Spanyol Sudah Paham Filosofi Sejak Usia 9 Tahun
  • 4Polisi Pantau JPO Grogol Usai Video Dugaan Eksibisionis Viral
  • 5Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan
  • 6Respons Tuchel Soal Kritik Donald Trump Usai Inggris Disingkirkan Argentina
  • 7Kerja di Bali dengan Visa Kunjungan, 3 WNA Pelanggar Izin Tinggal Dideportasi
  • 8Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot
  • 9Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
  • 10Kasus WNI Kabur saat Tur di Korsel Bukan yang Pertama, Pernah Terjadi di AS dan Jepang

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Berita
    • Pendidikan
    • Olahraga
    ×