• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar SampahArtikel

Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah

Wisata2026-09-08 05:01:2812249

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar menghemat pemakaian air selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengimbau kepada masyarakat selama musim kemarau agar menggunakan air secara hemat. Selain itu, mohon tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di hutan dan lahan," ujar Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, seluruh elemen dan masyarakat perlu berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran di kawasan permukiman.

"Kami berharap seluruh masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, khususnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Antisipasi Hadapi Musim Kemarau

BPBD Sulsel telah memperkuat kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau akan berlangsung pada Juli, Agustus, hingga September, dan diperkirakan berada pada fase yang lebih moderat.

Meski demikian, BPBD tetap melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, memang pada bulan Juli, Agustus, hingga September, musim kemarau diperkirakan berada pada fase yang lebih moderat. Karena itu, kami juga sudah melakukan berbagai langkah koordinasi dan antisipasi," ujarnya.

Ia mengatakan BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainya, dalam mengantisipasi adanya bencana pada musim kemarau ini.

"Setiap bencana merupakan urusan bersama. Dalam hal ini BPBD memiliki fungsi koordinasi. Jauh hari sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, terkait antisipasi musim kemarau," jelasnya.

Menurut Amson, setiap instansi telah menjalankan langkah antisipasi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Misalnya Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup menangani antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Begitu juga Balai Sungai, penyedia air bersih, serta Dinas Pertanian yang telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk penyesuaian pola tanam,” lanjut Amson.

Antisipasi Krisis Air

BPBD dengan pemerintah kabupaten/ kota juga memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar.

"Daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar, juga sudah melakukan langkah antisipasi," katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD kabupaten/kota telah menyiapkan armada mobil tangki air yang akan didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

"BPBD kabupaten/kota juga telah mempersiapkan armada mobil tangki air untuk segera didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih. Upaya-upaya tersebut sudah mulai dilakukan melalui koordinasi di masing-masing daerah," jelasnya.

Tak hanya itu, BPBD juga memanfaatkan sumur bor yang dibangun melalui kerja sama dengan Kodam beberapa tahun lalu. Sumur-sumur tersebut hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat setiap musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Di sisi lain, BPBD terus menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apabila kondisi kemarau memburuk dan memicu kekeringan yang lebih parah, langkah-langkah penanganan lanjutan akan segera disiapkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

"Yang perlu dipahami bersama, kebencanaan merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Semua unsur yang terkait harus bekerja sama dalam upaya penanggulangan bencana," katanya. 

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/211a899780.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi

  • Viral Pungutan Parkir Saat Antre BBM di SPBU Dharmasraya, Dishub Tegaskan Itu Hanya Sosialisasi

  • Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya

  • 43 PKL di Jaktim Jalani Sidang Tipiring Usai Berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan

  • Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng

  • BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun

  • Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei

  • Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi

Artikel Populer

  • 1Pemerintah Hapus Tarif Naturalisasi WNA Khusus untuk Kepentingan Negara
  • 2Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi
  • 3Intelijen Endus Ancaman Rusia, Negara NATO Ini Mendadak Siaga
  • 4Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
  • 5Gunung Lewotobi Meletus Lagi Minggu Siang, Tinggi Kolom Abu 1,5 Kilometer
  • 6Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
  • 7Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher
  • 8Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
  • 95 Cara Makan Pisang agar Gula Darah Tetap Stabil
  • 10Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade, Ini Rahasia Umur Panjang
  • 11Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
  • 12Peraturan Pemerintah: Tarif Pendirian hingga Pembubaran Koperasi Gratis

Tag Populer

  • Olahraga
  • Berita
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Hiburan

Populer Situs

Prabowo: Hei Koruptor, Rakyat Tidak Bodoh!

Saya Menjajal ChatGPT Voice Baru, Rasanya Benar-benar Seperti Ngobrol dengan Manusia

Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia

Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS

Pimpinan KPK Sebut Kasus Febrie Tak Bisa Diambil Alih dengan Sembarangan

Ada Konser Akbar Monas 2026 Malam Ini, Pengendara Diimbau Hindari Jalan Medan Merdeka Jakpus

Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak

Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis

Artikel Populer

  • 1Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
  • 2Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
  • 3Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
  • 4DJP Sebut Pajak Marketplace Tak Bikin Harga Barang Naik, Ini Penjelasannya
  • 5Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
  • 6Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
  • 7Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Perundungan, Polisi Selidiki
  • 8Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
  • 9El Nino Bukan Vonis Kekeringan
  • 10Kenapa Pintu Masuk Museum Bahari Jakarta Terlihat Pendek?

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Berita
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Hiburan
    ×