• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang DitangkapArtikel

Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap

Bisnis2026-09-08 05:59:28846

Pihak kepolisian Hong Kong menggerebek dua toko buku dan menangkap lima orang atas dugaan menampilkan serta menjual publikasi berunsur hasutan. Operasi ini menandai putaran ketiga penangkapan dalam rangkaian penindakan terhadap toko buku independen, menyusul operasi serupa pada Maret dan Juni lalu.

Secara lebih luas, penggerebekan ini dipandang sebagai upaya untuk membungkam kebebasan dan perbedaan pendapat di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional wilayah semi-otonom yang sangat ketat tersebut.

Menurut laporan media, polisi menggerebek sebuah toko bernama Have A Nice Stay yang didirikan oleh mantan jurnalis, serta Greenfield Book Store.

Rekaman yang dibagikan oleh berbagai media menunjukkan petugas dengan rompi bertuliskan "Polisi" menyita sejumlah kotak dari Have A Nice Stay.

Kemudian, kantor berita AFP melaporkan melihat seorang perempuan diborgol saat dibawa ke dalam mobil polisi dari lokasi toko. Peristiwa serupa dilaporkan terjadi beberapa blok dari sana, ketika sejumlah kotak dikeluarkan dari gedung tempat Greenfield Book Store berada.

Pernyataan polisi kemudian mengonfirmasi bahwa dua toko di distrik Mong Kok telah digerebek, tanpa menyebutkan nama toko tersebut. Penggerebekan di Have A Nice Stay terjadi sehari setelah toko itu mengumumkan melalui unggahan Facebook bahwa mereka akan tutup pada 30 Agustus 2026 karena berbagai alasan, termasuk "ketidakpastian lingkungan sosial" dan kesulitan keuangan.

Polisi menyatakan toko-toko tersebut digeledah oleh Departemen Keamanan Nasional setelah pejabat bea cukai Hong Kong melaporkan penemuan buku-buku kiriman internasional yang diduga berisi hasutan.

Pernyataan polisi menyebutkan isi publikasi tersebut mencakup upaya memicu kebencian terhadap pemerintah, lembaga peradilan, dan penegak hukum di wilayah itu. Hanya saja, pihak kepolisian tidak merinci judul-judul buku tersebut.

Kelima orang yang ditangkap, yakni dua lelaki dan tiga perempuan, diduga melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional 2024.

Pelanggaran ini diancam hukuman hingga tujuh tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, yang mulai berlaku pada 2024 sebagai tambahan dari Undang-Undang 2020 yang diterapkan oleh Cina setelah aksi demonstrasi prodemokrasi besar-besaran.

Industri toko buku independen Hong Kong yang dulunya berkembang pesat kini terus menyusut sejak pemberlakuan undang-undang tersebut. Pada Juni 2026, dua pegawai toko buku Hunter ditangkap, kemudian empat pekerja Book Punch ditahan pada Maret 2026 karena dituduh menjual publikasi yang dianggap "menghasut".

Amnesty International dalam sebuah pernyataan pada Rabu mengatakan penggunaan pasal "hasutan" untuk menargetkan toko buku sekali lagi menunjukkan cara pihak keamanan nasional Hong Kong "disenjatai untuk membungkam suara-suara sumbang dan memberantas ruang untuk kebebasan berpikir serta berdebat".

"Serangan yang meningkat tahun ini terhadap toko buku independen Hong Kong menegaskan kenyataan mengerikan tentang kondisi kota tersebut, tempat di mana Anda dapat dikriminalisasi hanya karena buku yang ada di rak Anda," ujar Direktur Regional Deputi Amnesty International, Sarah Brooks.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, pada Kamis mengatakan bahwa setiap toko buku independen adalah ruang penting untuk menjaga pemikiran.

"Kami ingin menyampaikan kepedulian dan rasa hormat kami kepada semua toko buku serta pekerja budaya yang terus berdiri teguh dalam situasi sulit. Pemikiran dan tulisan tidak boleh dipenjara karena tekanan politik," tulis Lai Ching-te di Facebook.

Cina memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri dan menganggap sosok Lai Ching-te sebagai "separatis".

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Muhammad Hanafi

Editor: Ayu Purwaningsih

Simak juga Video 'POV Nyobain Layanan Pijat Kucing di Hong Kong':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/056d699937.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan

  • Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Membludak, Penonton Saling Dorong

  • Warganya Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, India Protes Keras Iran!

  • Gerebek Bengkel di Blitar, Polisi Temukan Rekannya Konsumsi Sabu

  • Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks

  • Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel

  • 6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS

  • The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok

Artikel Populer

  • 1Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat
  • 2Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering
  • 3Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer Opta, Berapa Perkiraan Skornya?
  • 4Harga Tiket Termurah Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Tembus Rp 172,7 Juta
  • 5Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
  • 6Ditarget Tuntas Malam Ini, Ini Progres Pembongkaran JPO Tendean
  • 7Hasil Semifinal Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke Final
  • 8Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal
  • 9Asosiasi Desa Harap KDKMP Bisa Bangun Produktivitas-Genjot Ekonomi Warga
  • 10Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
  • 11Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO
  • 12Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Berita
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Teknologi

Populer Situs

Pengacara Don Ritto Ungkap Uang Rp 67 Miliar yang Disita di Restoran untuk Proyek Pelabuhan

Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta

Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil

Ayah Tiri di Sampang Perkosa Anak, Korban Diselamatkan Paman dan Bibi setelah Dituduh Bohong oleh Ibunya

Patroli Gabungan, Petugas Tutup 20 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan PT Antam Bogor

KPK Full Support 'Tim 9' Bentukan Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah

Ricardo Salampessy Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026

Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Lebih Sehat?

Artikel Populer

  • 1Momen Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY Sultan HB X Keliling Alkid Jajal Becak Listrik
  • 2Danau Dendam Tak Sudah Bersolek, Disulap Jadi Destinasi Kelas Dunia
  • 3Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
  • 4Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
  • 5Kembali Gugat KPK di PN Jaksel, Kuasa Hukum Ketum Kesthuri: Berbeda dari Sebelumnya
  • 6Urutan Febrie Tersangka: Ditetapkan Kortas Tipikor, Dilimpah ke Kejagung
  • 7Ketum Dekopin Bantah Anggapan Koperasi Kuno: Real Madrid Dikelola Koperasi
  • 8Kasus Dugaan Teror di Rumah Dinas Wabup Deli Serdang, Hasil Labfor Diumumkan Senin
  • 9Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
  • 10Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Wisata
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Berita
    • Olahraga
    • Teknologi
    ×