• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela ArgentinaArtikel

Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela Argentina

Wisata2026-09-08 05:00:215

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi bersama rekan-rekannya membentangkan spanduk 'Malvinas milik Argentina' seusai kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Inggris meminta agar FIFA menyelidiki kemunculan spanduk kontroversial itu.

Desakan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Spanduk itu merupakan klaim atas Kepulauan Falkland.

Dilansir The Guardian, Jumat , Downing Street, kantor PM Inggris, mengatakan Starmer menonton pertandingan tersebut saat melakukan perjalanan ke Ukraina dengan kereta api untuk perjalanan luar negeri terakhirnya sebagai PM. Downing Street mengatakan Starmer mendukung seruan Menteri Perdagangan Peter Kyle agar FIFA menyelidiki aturan apa yang mungkin telah dilanggar.

Setelah kemenangan Argentina 2-1 dalam pertandingan yang terkadang penuh gejolak di Atlanta pada Rabu , beberapa pemain membentangkan spanduk yang bertuliskan: 'Las Malvinas son Argentinas', menggunakan istilah wilayah tersebut untuk kepulauan di Atlantik Selatan.

Argentina akan menghadapi Spanyol di final pada Minggu . Ketika ditanya siapa yang akan didukung Starmer, juru bicara Starmer mengatakan: "Perdana Menteri mendoakan yang terbaik untuk kedua tim di final, terutama Spanyol."

Ketika ditanya tentang reaksi Starmer terhadap spanduk tersebut, mereka mengatakan: "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah.

Secara lebih luas, tindakan potensial adalah urusan FIFA, tetapi ini adalah Piala Dunia yang fantastis dan kami telah mengatakan sepanjang waktu bahwa politik harus dijauhkan dari sepak bola."

Sebelumnya pada Kamis , Kyle mengatakan kepada BBC bahwa spanduk itu adalah "pelanggaran berat terhadap aturan yang melarang aktivitas politik sebagai bagian dari sepak bola".

Ia menambahkan: "Piala Dunia memiliki salah satu prinsip utamanya bahwa politik terpisah dari sepak bola. Itu sekarang menjadi urusan FIFA. Saya berharap FIFA akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh." Juru bicara PM mengatakan Starmer mendukung komentar Kyle yang mendesak FIFA untuk melakukan investigasi.

Mengenai apakah Thomas Tuchel harus mempertimbangkan posisinya setelah Inggris benar-benar kalah dominan dalam sebagian besar pertandingan, juru bicara tersebut mengatakan ini adalah masalah bagi pelatih kepala Inggris.

"Thomas Tuchel dan timnya telah membawa kita jauh ke dalam turnamen Piala Dunia ini, memberi kita pertandingan-pertandingan mendebarkan melawan tim-tim seperti Meksiko dan Norwegia yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang-orang di Inggris, dan dia berpikir bahwa tim telah mewakili Inggris dengan luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan," katanya.

Pertandingan semifinal diprediksi berpotensi memicu perselisihan mengenai Kepulauan Falkland. Perang tahun 1982 setelah Argentina menginvasi pulau-pulau tersebut menewaskan lebih dari 900 orang.

Argentina mengeluhkan bahwa HMS Medway, sebuah kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, melewati perairan nasionalnya tanpa izin saat berlayar dari Falkland ke Chili bulan ini.

Juru bicara Starmer mengatakan Inggris menolak hal ini. "Kami memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya tentang kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chili antara tanggal 5 dan 8 Juli untuk mendukung operasi Survei Antartika Inggris, yang akan mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting untuk mendukung penelitian ilmiah di Antartika.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan transit dari Kepulauan Falkland ke Chili dilakukan melalui rute praktis yang paling langsung, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan cuaca untuk memastikan pengiriman tepat waktu."

Pemerintah Kepulauan Falkland mengatakan: "Pemerintah Falkland kecewa--meskipun sayangnya tidak terkejut--bahwa tim sepak bola Argentina memutuskan untuk menodai hasil semifinal Piala Dunia tadi malam--sebuah pertandingan yang sama sekali tidak melibatkan Kepulauan Falkland.

Namun demikian, bukanlah hal baru bagi siapa pun bahwa penduduk pulau-pulau tersebut menjadi korban invasi agresif pada tahun 1982, yang membuat banyak orang trauma. Oleh karena itu, spanduk yang ditampilkan oleh Argentina tadi malam sangat tidak sensitif bagi banyak orang di Falkland... Kami berharap FIFA akan menepati janjinya untuk menjauhkan politik dari olahraga, dan memberikan sanksi terhadap semua perilaku seperti ini sesuai dengan aturan mereka sendiri."

Gedung Putih menyampaikan pernyataan yang membela timnas sepak bola Argentina terkait aksi mereka membentangkan spanduk kontroversial itu.

Ketika ditanya apakah para pemain timnas Argentina telah melakukan kesalahan, seperti dilansir BBC, Sabtu , kepala satuan tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa mereka memiliki kesempatan dan kemampuan untuk "menyampaikan pernyataan semacam itu" di wilayah AS.

Berbicara kepada wartawan pada Jumat , Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berpendapat dalam Konstitusi AS.

"Kami menjunjung tinggi hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat," tegasnya.

"Dan terkait kemampuan dan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan, memiliki keleluasaan untuk melakukannya di Amerika Serikat," ucap Giuliani dalam komentarnya.

Komentar semacam itu dapat semakin memanaskan perdebatan mengenai insiden ini, terutama ketika pemerintah Inggris mendukung desakan agar FIFA melakukan penyelidikan.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/536f699457.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Salut! Siswa SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan di Situs NASA

  • Perang dengan Iran Makin Panas, AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah

  • Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar

  • Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional

  • Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia

  • Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG

  • Tak Ada Marapthon Season 4, Reza Arap Siap Tayangkan Piala AFF

  • LNG Abadi Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja, Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal

Artikel Populer

  • 1RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
  • 2PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli
  • 3Hasil Otopsi Sementara Dokter PPDS yang Ditemukan Tewas di Semak RSUD Siak: Ada Memar di Kepala
  • 4Salah Injak Pedal, Mobil BYD Tabrak Dinding Kaca Gedung di SCBD
  • 5Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
  • 62 Pria di Serang Begal Tukang Sayur, Korban Dilempari Pohon Pisang
  • 7Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
  • 8RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
  • 9Dipolisikan KDRT, Pria Sumsel Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 10 Rumah
  • 10Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
  • 11Legislator Gerindra Salurkan Bantuan untuk Gebyar Muharam 1448 H di Banyumas
  • 12Respons 110, Polres Jaksel Usut Rumah Makan Minang Dibobol Maling

Tag Populer

  • Otomotif
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Wisata

Populer Situs

Sejarah Tempe, Superfood Indonesia yang Sudah Ada Sejak Abad ke-16

Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko

Sambut 15 Ribu Pelari, Polda Riau Gelar Gala Dinner Riau Bhayangkara Run 2026

Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka

Polisi Ungkap Asal-usul Senpi di Kasus Pengusaha Tewas di St Regis

Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos

Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M

6 Maskapai Ajukan Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

Artikel Populer

  • 1Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
  • 2Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya
  • 3Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
  • 4MAKI Sentil Hotman: Aturan Mana Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden?
  • 5Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap
  • 6Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan
  • 7Benarkah Beli BBM Pakai QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000? Ini Penjelasannya
  • 8Prabowo Jelang 2 Tahun Pemerintahannya: Pekerjaan Kita Masih Banyak
  • 9Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
  • 10AS Umumkan Gelombang Serangan Udara Baru ke Iran

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Berita
    ×