• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Kesehatan›Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang IranArtikel

Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran

Kesehatan2026-09-08 05:02:0316

Melansir dua laporan terpisah, satu baru-baru ini diterbitkan oleh New York Times dan satunya lagi oleh harian Israel Haaretz, kembali memicu perdebatan soal pemikiran Israel tentang pergantian rezim di Iran.

Keduanya juga memunculkan pertanyaan soal peran mantan Presiden ultrakonservatif Mahmoud Ahmadinejad, yang menjabat dua periode dari 2005 hingga 2013, dalam politik Iran saat ini.

Menurut laporan-laporan itu, pejabat Israel diduga menjajaki kemungkinan menempatkan Ahmadinejad sebagai tokoh penting dalam skenario pasca-Republik Islam, dengan upaya yang dilaporkan semakin intensif selama perang dan melibatkan kontak rahasia di Hungaria.

Laporan-laporan itu menyedot perhatian, antara lain karena detail-detailnya yang mengejutkan.

Keduanya mengklaim bahwa Ahmadinejad dipindahkan ke rumah aman setelah kediamannya dihantam serangan udara Israel pada 28 Februari 2026, dan bahwa David Barnea, mantan kepala dinas intelijen Mossad Israel, secara pribadi mengawasi sebagian upaya kontak tersebut, yang dilaporkan mencakup pertemuan di Budapest.

Haaretz juga melaporkan bahwa operasi ini tidak hanya berkutat soal Ahmadinejad, tapi mencakup rencana infiltrasi di dalam Iran, kontak dengan kelompok minoritas, dan diskusi strategi destabilisasi yang lebih luas.

Detail-detail tersebut belum diverifikasi secara independen dan masih belum dikonfirmasi. Namun kantor Ahmadinejad dilaporkan menolak klaim itu, menyebutnya "absurd" dan "sepenuhnya tidak benar."

Babak Dorbeiki, analis politik berbasis di London dan mantan pejabat di Pusat Riset Strategis Iran, mengatakan kepada DW bahwa sebelum menjawab apapun, ada tiga pertanyaan yang harus dipisahkan: akurasi laporan itu sendiri, posisi Ahmadinejad yang sesungguhnya dalam politik Iran saat ini, dan fungsi politik dari penerbitan cerita-cerita semacam itu.

"Tidak ada bukti publik dan independen yang dapat secara meyakinkan mengonfirmasi atau menolak detail-detail narasi ini," katanya. "Jadi tidak bisa diterima begitu saja, tapi juga tidak bisa diabaikan hanya karena sudah dibantah."

Dorbeiki berpendapat bahwa Ahmadinejad masih memiliki basis sosial dan ambisi politik yang cukup besar, tapi hal itu tidak boleh disamakan dengan kekuasaan nyata.

Menurutnya, mantan presiden itu telah tersingkir dari institusi-institusi inti Republik Islam sejak sekitar 2010, termasuk dari Kantor Pemimpin Tertinggi, Korps Garda Revolusi Islam , Dewan Wali, dan sebagian besar kubu konservatif.

Ahmadinejad yang berulang kali gagal lolos verifikasi sebagai calon presiden Iran, kata Dorbeiki, menunjukkan bahwa para pemain kunci yang menentukan arah Iran tidak tertarik untuk mengembalikannya ke pusat pengambilan keputusan.

Menurut Dorbeiki, laporan-laporan itu tidak boleh dipahami semata-mata sebagai upaya Israel untuk mempromosikan Ahmadinejad sebagai penguasa masa depan. "Bahkan jika kita asumsikan laporannya benar, paling jauh itu menunjukkan bahwa pada suatu titik dia adalah salah satu pilihan yang dipertimbangkan, bukan bahwa dia akan segera kembali berkuasa," katanya.

Baginya, pertanyaan yang lebih mengungkap adalah siapa yang diuntungkan dari narasi semacam itu. Satu kemungkinan, katanya, adalah negara Iran bisa menggunakannya untuk memperkuat gagasan bahwa bahkan seorang mantan presiden pun rentan terhadap penetrasi asing, membantu membenarkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat dan mempertebal rasa saling curiga di dalam negeri.

Kemungkinan lain adalah para pengkritik Ahmadinejad bisa menggunakannya untuk memperkuat argumen bahwa warisan politiknya selalu merugikan Iran.

Dan bagi Israel, kata Dorbeiki, publikasi cerita semacam itu pun bisa menjadi alat intelijen tersendiri, yakni memberi sinyal bahwa Israel memiliki jangkauan, akses, dan kemampuan untuk menabur ketidakpercayaan dan paranoia di dalam Iran, terlepas dari apakah setiap detail operasional itu benar atau tidak.

Vahid Heroabadi, mantan ulama Syiah yang kini tinggal di Eropa dan menjadi pengkritik Republik Islam, mengatakan kepada DW bahwa kekuatan-kekuatan luar yang mencari pergantian rezim biasanya mencari tokoh-tokoh yang punya kapasitas mobilisasi massa.

Tapi ia tidak percaya Ahmadinejad cocok untuk peran itu dalam Iran saat ini. "Mereka yang bisa memainkan peran dalam masa kini atau masa depan Iran adalah orang-orang yang terhubung dengan IRGC," katanya. "Karena Ahmadinejad tidak lagi memiliki koneksi itu dan tidak mendapat dukungannya, dia tidak bisa benar-benar bertindak sebagai pemain politik yang menentukan."

Heroabadi, yang mengaku pernah dekat dengan pemerintahan Ahmadinejad, berpendapat bahwa bahkan dalam skenario keruntuhan rezim sekalipun, tidak ada pemerintah asing yang ingin memaksakan pergantian rezim yang akan bergantung pada tokoh populis yang sudah sangat dikenal dan memecah belah seperti Ahmadinejad.

Menurutnya, Ahmadinejad bukan jembatan yang kredibel, baik bagi publik Iran maupun bagi otoritas keamanan yang punya peran penting dalam peralihan kekuasaan.

Laporan-laporan tentang mantan presiden itu mengungkap banyak hal tentang perang informasi yang lebih luas seputar Iran, tentang narasi yang mungkin ingin diproyeksikan oleh dinas-dinas intelijen, dan tentang bagaimana pihak-pihak luar membayangkan skenario pasca-Republik Islam di Iran, meski semua itu masih jauh dari kenyataan politik.

Laporan-laporan itu menunjukkan betapa perjuangan atas Iran kini telah menjadi perjuangan atas narasi dan persepsi. Dalam pertarungan itu, bahkan cerita yang tidak masuk akal pun bisa menjadi berguna jika berhasil membuat cukup banyak orang merasa tidak tenang.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor

Simak Video 'Iran: AS Si Kriminal Terus Melanggar Hukum':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/416b699577.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kalah Terhormat dari Kodai, Alwi Farhan Alihkan Fokus Tatap China Open

  • Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto

  • Hasil Piala AFF Wanita 2026: Indonesia Runner up Grup B Usai Ditahan Kamboja 1-1

  • Korban Kericuhan Konser Denny Caknan Membaik, Armuji: Saya Lega

  • Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan

  • SRT Sulsel Dibangun Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dilengkapi Smart Classroom

  • Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan

  • Unik, Mi Instan di Jepang Ini Bisa Dimasak Pakai Air Dingin

Artikel Populer

  • 1International Halal Market di CFD HI, Warga Cicipi Makanan Thailand-Malaysia
  • 2Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI
  • 3Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
  • 4Promo Alfamart 21 Juli 2026, Produk Perawatan Bayi Diskon hingga 40 Persen
  • 5PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
  • 6Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
  • 7Kuasai Honai OPM di Intan Jaya, Koops Habema Temukan 3 Pucuk Senjata
  • 8Toyota Usul Standardisasi Komponen buat Lawan Mobil China
  • 9Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman
  • 10Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi
  • 11Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?
  • 12Tetap Bermusik di Usia 80 Tahun, Ahmad Albar Sebut Satu Hal yang Bisa Menghentikannya

Tag Populer

  • Berita
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Otomotif

Populer Situs

Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS

Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi

Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah

Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang

TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan

Prajurit Korban Ledakan Gudang Amunisi Madiun Dirujuk ke Surabaya

Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak

Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung

Artikel Populer

  • 1Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman
  • 2Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
  • 3Roy Suryo Gugat Ganti Rugi Rp 210 Juta, Refly Harun: Akan Disumbangkan ke Panti Asuhan
  • 4WNI Kabur saat Tur di Korea Selatan, Astindo Sebut Agen Bisa Diblacklist Kedutaan
  • 5Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
  • 6Menggila, Harga Tiket "Resale" Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 41 Miliar
  • 7Turis China yang Tenggelam di Pulau Kelor Labuan Bajo Ditemukan di Kedalaman 23 Meter
  • 8KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji
  • 9Viral Pungutan Parkir Saat Antre BBM di SPBU Dharmasraya, Dishub Tegaskan Itu Hanya Sosialisasi
  • 10Purbaya Beberkan Sederet Keuntungan PFII, Apa Saja?

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    ×