• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Wisata›Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara ObjektifArtikel

Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

Wisata2026-09-08 04:56:4419992

Meninggalnya tiga pekerja dalam proyek perpipaan di kawasan Cipayung merupakan tragedi yang menyisakan duka mendalam. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Namun, di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, muncul desakan agar Gubernur DKI Jakarta segera mencopot Direktur Utama PAM Jaya. Langkah tersebut patut dipertanyakan karena berpotensi mendahului hasil investigasi resmi.

Dalam negara hukum, setiap kecelakaan kerja memiliki mekanisme penanganan yang jelas. Penentuan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada fakta, hasil investigasi aparat penegak hukum, serta pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan, bukan pada asumsi atau tekanan opini publik.

Publik juga perlu melihat persoalan ini secara utuh. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan Komisaris PAM Jaya kepada publik, pekerjaan di lapangan dilaksanakan oleh PT Moya Indonesia sebagai kontraktor pelaksana. Dengan demikian, proses investigasi semestinya terlebih dahulu mengurai seluruh rantai tanggung jawab, mulai dari pelaksana pekerjaan, penerapan standar K3, sistem pengawasan, hingga hubungan kontraktual para pihak yang terlibat.

Dalam proyek konstruksi, tanggung jawab hukum tidak otomatis dibebankan kepada pemilik proyek setiap kali terjadi kecelakaan kerja. Ada pembagian tanggung jawab yang diatur dalam kontrak kerja maupun peraturan perundang-undangan.

Karena itu, siapa yang lalai, siapa yang mengendalikan pekerjaan di lapangan, serta siapa yang bertanggung jawab atas penerapan K3 hanya dapat dipastikan melalui investigasi yang objektif dan transparan.

Apabila benar pekerjaan tersebut masih berada pada tahap pelaksanaan dan belum diserahterimakan kepada pemberi tugas, maka fakta tersebut juga menjadi bagian penting yang harus ditelusuri dalam proses penyelidikan. Seluruh aspek teknis, administratif, maupun kontraktual perlu dibuka secara terang agar tidak ada pihak yang dijadikan sasaran sebelum seluruh fakta terungkap.

Kritik terhadap penyelenggara proyek merupakan bagian dari demokrasi. Namun, kritik juga harus dibangun di atas data dan proses hukum yang berjalan. Tuntutan pencopotan Direktur Utama PAM Jaya sebelum hasil investigasi diumumkan justru berisiko mengaburkan substansi persoalan, yakni mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan siapa pihak yang benar-benar bertanggung jawab.

Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukanlah penghakiman dini, melainkan investigasi yang profesional, independen, dan transparan. Semua pihak yang memiliki peran dalam proyek, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga pihak-pihak lain yang memiliki tanggung jawab hukum, harus diperiksa secara proporsional.

Hanya dengan cara itulah keadilan bagi para korban dapat ditegakkan, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Tragedi Cipayung tidak boleh dijadikan alat untuk membangun opini yang mendahului proses hukum. Menghormati hasil investigasi merupakan bentuk penghormatan terhadap prinsip keadilan dan tata kelola pemerintahan yang baik. Siapa pun yang nantinya terbukti lalai harus bertanggung jawab. Namun sebelum fakta-fakta hukum terungkap, tidak seorang pun layak dijatuhi vonis di ruang publik.

Rinanto Dwi Hantoro, SH, Direktur Eksekutif Mata Pena, Lembaga Kajian Sosial Ketenagakerjaan

Simak juga Video 'Suasana Terkini Kebakaran TPA Cipayung, Api Sudah Padam':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/2d799990.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz

  • Beras Termahal di Dunia Ada di Jepang, Capai Rp 1,8 Juta per Kg

  • Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher

  • Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua

  • HNW Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global

  • Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara

  • Studi Fosil Terbaru Bantah Teori Lama soal Evolusi Manusia

  • Jadwal PPKMB Undip 2026, Mahasiswa FK Perlu Tes Kesehatan Ulang Mulai 20 Juli

Artikel Populer

  • 1Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
  • 2Hasil Japan Open 2026: Ubed Wujudkan Keinginan Hadapi Anders Antonsen
  • 3Viral, Video Grill Drainase Jalan Pahlawan Semarang Buat Kaget Pengendara, DPU Jelaskan Penyebabnya
  • 4IHSG Menguat ke 6.108, Investor Asing Catat Net Buy Rp 283 Miliar
  • 5Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
  • 6Kebakaran Terjadi di Waterbom Al Barokah Indramayu, Tak Ada Korban dan Penyebab Diselidiki
  • 75 Rute KAI Punya Pemandangan Indah, Ada yang dari Stasiun Tertinggi
  • 8Punya Model Hybrid, Mitsubishi Tambah Target Penjualan XForce
  • 9Setelah 18 Tahun, Mikha Tambayong Akhirnya Kolaborasi dengan Rayi Putra
  • 10Resep Krengsengan Daging Sapi, Masakan Jawa yang Gurih dan Nikmat
  • 11Material Rendah Emisi Mulai Jadi Pilihan untuk Ruang Bermain Anak
  • 12Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Tag Populer

  • Hiburan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pendidikan

Populer Situs

DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons

Gabung Fortuna Sittard, Ole Romeny Ungkap Peran Justin Hubner

2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru

Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album

Rekam Jejak Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Kompak Tergelincir di Semifinal

Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA

Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok

Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi

Artikel Populer

  • 1Ada Konser Akbar di Monas Malam Ini, Simak Rekayasa Lalinnya
  • 2Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026 
  • 32 Kali Tertangkap Curi Motor, Pria di Lumajang Malah Beralih Curi Bebek
  • 4FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
  • 5Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer, AI, dan EA Sports: Spanyol atau Argentina?
  • 6Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui
  • 7Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
  • 8Kisah Lukas Podolski yang Sibuk Jualan Kebab dan Urus Klub Sepak Bola
  • 9Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen
  • 10Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Berita
    • Otomotif
    ×