• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Olahraga›Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina MaafArtikel

Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf

Olahraga2026-09-08 05:00:19245

Video cekcok antara seorang penjahit dan pelanggan perempuan di Badung, Bali, viral di media sosial. Peristiwa itu diduga berawal ketika pelanggan kecewa pakaiannya belum selesai dikerjakan.

Dilansir detikBali, Senin , tempat usaha jahit pakaian itu diketahui berlokasi di Jalan Raya Subang, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Dari video viral yang beredar, cekcok bermula dari pengakuan pelanggan yang menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan pada 30 Juni 2026.

Pelanggan mengklaim tukang jahit itu telah menyanggupi pakaian selesai keesokan harinya, 1 Juli 2026. Namun, saat waktu penyelesaian tiba, pakaian tersebut belum digarap.

Janji demi janji penyelesaian pada hari berikutnya pun diduga tidak ditepati hingga membuat pelanggan tersebut kecewa dan meminta pakaian serta uangnya dikembalikan. Permintaan pelanggan ditolak sehingga membuat situasi memanas sampai tukang jahit itu diduga melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Bali.

Disebutkan bahwa penjahit itu diduga mengancam akan mendatangkan tukang pukul untuk menghajar pelanggan perempuan itu. Selain ancaman verbal, pelanggan mengaku disiram sisa makanan dan diancam menggunakan tongkat.

Pemilik usaha jahit Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, buka suara terkait peristiwa tersebut. Sintya mengakui telah melontarkan kata-kata kasar saat berselisih dengan pelanggan dan mengatakan kata-kata itu keluar secara spontan karena terbawa emosi.

"Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu, tapi murni ada penyebabnya," ujar Bu Sintya saat ditemui detikBali, Sabtu .

Dia mengaku emosinya terpancing karena ia dicaci maki lebih dulu saat sedang makan. Ia merasa menerima perlakuan tidak sopan dari pelanggan yang berusia jauh lebih muda.

"Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Saya sudah minta maaf dan minta biar menunggu 15 menit saja, tapi dia tidak sabar. Sudah tua malah tiang dimarahi," tutur Bu Sintya.

Dia membenarkan ada keterlambatan pengerjaan pesanan dan sudah dikerjakan bertahap. Namun beberapa baju yang semestinya diservis diakui belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk.

"Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," lanjutnya.

Ia juga memaparkan total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik kekasih pelanggan tersebut sebenarnya mencapai Rp 75 ribu. Biaya tersebut adalah servis berupa potong dan perbaikan jahit masing-masing Rp 25 ribu, sedangkan milik si pelanggan perempuan hanya Rp 10 ribu.

Sintya menyadari amarahnya hingga melontarkan kata kasar dan berbau SARA hanya spontan akibat kekesalannya. Ia mengatakan tidak berniat melakukan pengancaman, bahkan emosinya diakui hanya sesaat.

Dia juga sudah bertemu dengan pacar perempuan itu dan saling bermaafan. Kemeja yang sudah diservis juga telah diserahkan, namun satu kemeja milik pelanggan perempuan belum diambil hingga kini.

Baca selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Cekcok PKL Berujung Ledakan, Polisi Amankan 3 Orang

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/219f799773.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi, Perkara Dilimpah ke Kejagung

  • Nge-challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer, Pria di Depok Ditangkap

  • Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung

  • Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU

  • Yang Bikin Sekeluarga Gotong Paksa Tetangga di Gambir: Tersinggung Klakson

  • Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu

  • AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air

  • TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur

Artikel Populer

  • 1MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Tetap Melayani meski Tak Selalu Dilihat
  • 2Prabowo Instruksikan Seluruh Kementerian Bantu BGN untuk Benahi MBG
  • 3SMAN 3 Kota Sorong Juara LCC Empat Pilar MPR Papua Barat Daya
  • 4Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
  • 5"Hidungku Patah gara-gara Ikam!", Tegangnya Drama Penjemputan 3 Tahanan Kasus Katingan yang Tiba dari Jakarta
  • 6Korsel-China Mulai "Kepung" IKN, Mampukah Swasta Pecah Dominasi APBN?
  • 7Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
  • 8Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli
  • 9Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
  • 10Prabowo Singgung Anggapan RI Akan Kolaps: Ternyata Semakin Hari Semakin Kuat
  • 11Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
  • 12Mengenal Falkland atau Malvinas, Jadi Sorotan Usai Laga Argentina vs Inggris

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Berita
  • Teknologi
  • Wisata
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Hiburan

Populer Situs

Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina

DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam

KPK Tak Banding Vonis 2 Tahun Penyuap Pejabat Bea Cukai Rp 91,7 M

Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia

Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai

Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi

Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah

Artikel Populer

  • 1Menyusuri Kampung Pecantilan di Ujung Cirebon, Minim Perhatian Pemprov Jabar hingga Diusulkan Gabung Jateng
  • 2Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia
  • 3Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa
  • 4WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
  • 5Barang-barang yang Dibawa Polisi ke Gedung Bundar adalah Bukti Kasus Febrie
  • 65.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
  • 7RUU Masyarakat Adat Ditargetkan Sah Jadi UU pada Periode Presiden Prabowo
  • 8Soal Retribusi Parkir Truk Antre BBM di Bahu Jalan, Dishub Dharmasraya Akan Evaluasi
  • 9Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
  • 10Kesaksian Warga Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Tewaskan 4 Orang

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Olahraga
    • Wisata
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Otomotif
    ×