• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Bisnis›Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca PanasArtikel

Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas

Bisnis2026-09-08 05:04:42745

‎Halaman depan rumah yang diaspal untuk diubah menjadi jalan masuk kendaraan merupakan faktor yang berkontribusi memperparah kenaikan suhu akibat krisis iklim.

Tren pengaspalan halaman depan sejak satu dekade lalu memperburuk pemanasan di siang hari dan pendinginan pada malamnya.‎‎Secara individual, alih fungsi kebun di halaman depan rumah menjadi jalan aspal untuk kendaraan kemungkinan tampak kecil.

Namun, seiring semakin banyaknya taman di rumah menghilang akibat peningkatan jumlah jalan masuk beraspal, muncul masalah kenaikan suhu yang menyita perhatian secara mendadak karena mereka kesulitan tidur.

Hanya sekitar 8 persen halaman depan rumah di Inggris yang sepenuhnya diaspal pada 2005. Angka tersebut meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 24 persen pada 2015.‎‎RHS memperkirakan ada 20,6 juta kebun rumah (depan dan belakang) di Inggris pada 2025, yang mencakup sekitar 502.757 hektar. Kebun-kebun rumah di Inggris secara keseluruhan mencakup area sekitar tiga kali lebih besar ketimbang gabungan semua cagar alam nasional.

Oleh karena itu, kebun rumah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung kehidupan satwa liar.‎‎Menurut Research Fellow at the Sustainability Research Institute, University of East London, Karina Corada-Pérez, mengganti vegetasi dengan permukaan keras mengurangi habitat bagi tumbuhan dan satwa liar sekaligus meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir.‎‎"Keinginan akan lebih banyak tempat parkir di luar jalan mungkin telah berkontribusi pada tren ini. Pergeseran ke kendaraan listrik mungkin telah menciptakan insentif lain untuk mengaspal halaman depan, karena hibah pemerintah membantu rumah tangga membiayai titik pengisian daya di rumah," ujar Corada-Pérez, dilansir dari The Conversation, Jumat (17/7/2026).

Suhu permukaan tanah

‎Permukaan kedap air, termasuk aspal yang digunakan untuk banyak jalan masuk, menyerap panas, sehingga meningkatkan suhu tanah dan udara.

Permukaan ini menyerap hingga 95 persen radiasi matahari yang masuk selama siang hari, mencapai suhu permukaan 50–55°C (122–131°F), dibandingkan dengan 27–32°C (81–90°F) untuk area yang ditutupi rumput atau pepohonan .‎‎Pada siang hari, panas ini tersimpan dan dilepaskan secara perlahan setelah matahari terbenam atau disebut fenomena efek pulau panas perkotaan (urban heat island). Suhu udara malam hari menjadi lebih hangat , terutama selama gelombang panas.

Tidak seperti vegetasi, material keras ini mempunyai sedikit kemampuan untuk mendinginkan diri melalui penguapan dan membuat kota menjadi lebih panas.‎‎Urban heat island ini bisa meningkatkan suhu kota sebesar 1–3 derajat Celcius dibandingkan dengan daerah pedesaan sekitarnya. "Itulah mengapa selalu terasa lebih panas di kota pada malam hari di musim panas," ucapnya.

Di lingkungan perkotaan, ruang hijau melepaskan kelembapan ke udara, yang melembabkan atmosfer dan secara signifikan mengurangi suhu udara. Mekanisme tersebut sama sekali tidak ada di area yang diaspal.‎‎Mengganti halaman depan yang beraspal dengan rumput dapat mengurangi suhu permukaan siang hari sebesar 1,5–2,0 derajat Celcius dan suhu malam hari sebesar 0,3–0,5 derajat Celcius.

Dengan menambahkan pepohonan, kata dia, akan menggandakan manfaatnya, di mana pendinginan siang hari sebesar 2,0–3,0 derajat Celcius dan pengurangan suhu malam hari sebesar 0,5–1,0 derajat Celcius. Jadi, meningkatkan ruang hijau perkotaan sebesar 10 persen —terutama dengan menanam pohon— bisa menurunkan suhu udara rata-rata sekitar 0,5 derajat Celcius..‎‎"Halaman depan rumah yang ditanami tanaman, alih-alih jalan masuk kendaraan, juga dapat mengurangi risiko banjir dengan menyerap air hujan, menyaring polutan udara, mendukung keanekaragaman hayati , dan meningkatkan kesejahteraan mental," tutur Corada-Pérez.‎‎Sebelumnya, sebanyak empat dari lima rumah dan gedung perkantoran di 25 kota besar Eropa tidak memiliki tutupan pohon yang memadai untuk membantu menurunkan suhu di sekitarnya. Kondisi ini memperbesar risiko paparan gelombang panas di kawasan perkotaan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.‎‎Temuan tersebut merupakan hasil penelitian yang dipimpin oleh peneliti Universitas RMIT Australia, Thami Croeser. Tim peneliti memetakan tutupan kanopi pohon dalam radius 60 meter dari sekitar 5,5 juta bangunan di Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Portugal, Yunani, dan Inggris.‎‎Hasilnya, sebanyak 84 persen bangunan berada di bawah ambang batas tutupan kanopi pohon yang dinilai mampu memberikan efek pendinginan secara signifikan.

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/179b899812.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR

  • Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata

  • Pria di China Kaget, Meja Makan Retak di Rumahnya Ternyata Benda Bersejarah Dinasti Qing

  • Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata

  • Tak Mau Salahkan Masa Lalu, Davina Karamoy: Memang Sudah Takdirnya

  • Pierluigi Collina Ungkap Sulitnya Pilih Wasit dan Jawab Kontroversi VAR

  • Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin

  • Viral Penjual Kolesom Jumbo di Jaksel Disebut Beralkohol, Apa Itu?

Artikel Populer

  • 1Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
  • 2Pemesanan Chery Q Tembus 3.000 Unit, Ini Bocoran Harga Resminya
  • 3Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
  • 4Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
  • 5Pujian PM Keir Starmer Usai Inggris Raih Juara 3 Piala Dunia
  • 6Bangun Batch 3 IKN, Basuki Minta Tambahan APBN Rp 2,7 Triliun
  • 7HNW Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
  • 8Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
  • 9Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
  • 10Fakta Baru Kasus Pengadaan Buah MBG Rp 170 Juta, Dua Pihak Merasa Dirugikan
  • 11Hasil Final Japan Open 2026: Fajar/Fikri Raih Juara Bungkam Kim/Seo
  • 12Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR

Tag Populer

  • Berita
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga

Populer Situs

OJK: Dana SAL Tak Lagi Diperdebatkan, Penarikan di Himbara Dilakukan Bertahap

Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023

RSUP Adam Malik Siagakan Empat Tim Forensik untuk Tangani Korban Kecelakaan Beruntun Sibolangit

Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan

Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I

Strategi Timnas Voli Putra Indonesia Lawan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026

Kisah Cinta Kylian Mbappe yang Mengundang Penasaran

Cekcok Duit dan Ganti Rugi Motor Picu Delon Bunuh Yani di Sukabumi

Artikel Populer

  • 15.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
  • 2Ciputra Gandeng Singapore Medical Group, Hadirkan Cancer Center
  • 3Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin
  • 4Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Bersama Saya
  • 5DPD Pastikan Aspirasi Daerah Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan
  • 6Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
  • 7Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan
  • 8Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
  • 9Keluarga Nilai Vonis Pembunuh Kacab Bank BUMN Belum Adil, Berharap Jaksa Banding
  • 10Reza Arap Kenang Memori Terindah Bersama Lula Lahfah di Syuting Harusnya Horror

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Pendidikan
    ×