• Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Berita
  • Wisata
›Beranda›Pendidikan›China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi ASArtikel

China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS

Pendidikan2026-09-08 05:01:028736

China menyatakan ambisinya untuk mengambil peran lebih besar dalam mengatur tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global.

Hal itu disampaikan Presiden China Xi Jinping saat membuka World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat (17/7/2026).

Dalam pidatonya, Xi menyerukan agar pengembangan AI dilakukan melalui kerja sama internasional, bukan monopoli teknologi oleh segelintir negara.

Ia juga menekankan pentingnya sistem AI tetap berada di bawah kendali manusia serta dikelola dengan aturan yang mampu meminimalkan risiko keamanan.

Xi sekaligus menyindir kebijakan Amerika Serikat yang selama beberapa tahun terakhir membatasi ekspor chip AI dan teknologi semikonduktor canggih ke China atas alasan keamanan nasional. Menurutnya, hambatan tersebut justru berisiko memperlebar kesenjangan teknologi antarnegara.

"AI seharusnya menjadi barang publik global yang dapat diakses lebih luas," demikian inti pesan Xi dalam pidatonya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, China mengumumkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional baru yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang AI.

Organisasi tersebut disebut telah diikuti sekitar 29 negara dan diposisikan sebagai wadah untuk membahas standar, tata kelola, serta kerja sama pengembangan AI, terutama bagi negara-negara berkembang.

Ilustrasi AIFreepik Ilustrasi AI

Pengamat menilai langkah ini sekaligus menjadi penyeimbang terhadap inisiatif tata kelola AI yang selama ini dipimpin negara-negara Barat.

Tawarkan pelatihan AI

Selain membentuk organisasi baru, China juga mengumumkan sejumlah program kerja sama internasional. Pemerintah setempat berjanji menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan AI bagi negara berkembang dalam lima tahun ke depan.

Beijing juga akan membagikan teknologi AI untuk layanan meteorologi kepada 30 negara, serta memperluas kerja sama dengan organisasi regional seperti ASEAN, Uni Afrika, dan BRICS.

Langkah tersebut memperkuat strategi China untuk memperluas pengaruhnya di bidang AI melalui pendekatan kerja sama internasional, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dengan Amerika Serikat.

Meski menempatkan isu keamanan AI sebagai salah satu agenda utama konferensi, pendekatan China masih menjadi perhatian sejumlah negara Barat.

Beberapa pihak menilai regulasi AI di China tetap dipengaruhi oleh kebijakan sensor pemerintah dan kontrol terhadap data. Di sisi lain, Beijing menegaskan bahwa pengembangan AI harus memperhatikan keamanan, etika, dan tetap berada di bawah pengawasan manusia.

Konferensi WAIC tahun ini juga menjadi panggung bagi sejumlah perusahaan AI China untuk memamerkan teknologi terbaru mereka.

Di antaranya adalah startup Moonshot AI yang memperkenalkan model AI open-weight Kimi K3, serta Huawei yang memamerkan sistem komputasi AI Atlas 950 SuperPoD.

Kehadiran berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya China mempercepat pengembangan AI domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat

URL artikel:http://www.papertraillab.com/html/092a899899.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Operasional Kopdes Merah Putih di Kaltara Terkendala Modal, Anggaran Desa Tidak Ada

  • Daftar 11 Kepala Daerah yang Terjerat OTT pada 2026, Terbanyak dari Jateng

  • KDMP Bukit Gado-gado Diklaim Strategis Meski Berada di Tanjakan dan Minim Lahan Parkir

  • Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel

  • Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah

  • APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM

  • Dedi Mulyadi Bandingkan Kepemimpinan Indonesia dengan Timnas Argentina

  • Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli

Artikel Populer

  • 1Ada Barcode Lapor Anonim, Sekolah Bolehkan Siswa Laporkan Kekerasan hingga Peredaran Narkoba
  • 2Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
  • 3TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
  • 4Kebakaran Landa Pemukiman di Sorong Barat, Warga Berhamburan Selamatkan Diri
  • 5China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS
  • 6SDN Tlogo 2 Blitar Tak Masalah Berdampingan dengan Gerai KDMP
  • 7Persebaya Tutup HUT ke-99 dengan Tribute Emosional untuk Andie Peci dan Eri Irianto
  • 8Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album
  • 9Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
  • 10Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
  • 116,07 Juta Turis Asing ke Indonesia Januari hingga Mei 2026
  • 12IESR: Kepastian Kebijakan Jadi Penentu Investasi Energi Surya

Tag Populer

  • Teknologi
  • Wisata
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Berita
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Otomotif

Populer Situs

Bentangkan Spanduk Falkland Usai Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Disanksi FIFA

Polisi Terluka Saat Amankan Terduga Pencuri Motor dari Amukan Massa di Bogor

APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM

Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik

Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan

Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban

Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur

Sering Self-Reward dengan Belanja Makeup? Hati-hati Impulsive Buying

Artikel Populer

  • 1Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini
  • 2Saya Menjajal ChatGPT Voice Baru, Rasanya Benar-benar Seperti Ngobrol dengan Manusia
  • 3Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah di Tengah Fenomena Fatherless
  • 4Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis
  • 5Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
  • 6Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA
  • 7Usai Berdebat di DPR, Purbaya Tegaskan Penempatan Dana SAL Sah Secara Aturan
  • 8Dedi Mulyadi Minta Wacana SPP di SMA dan SMK Negeri Dikaji Dulu, Ingatkan Optimalkan Dana BOS
  • 9Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
  • 10Maba ITB 2026 Masih Bisa Ajukan Keringanan UKT Semester 1 sampai 21 Juli, Ini Caranya

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Berita
    • Teknologi
    • Wisata
    ×